Lebih dari 209 Juta Serangan Jaringan Diblokir

JAKARTA, KAMIS – Aktivitas program jahat di internet selalu saja ada. Akhir tahun lalu, begitu menurut Kaspersky Lab,  tingkat aktivitas program jahat ini kembali meninggi. Kaspersky mengklaim telah memblokir lebih dari 209 juta serangan jaringan, mencegah lebih dari 67 juta percobaan menginfeksi komputer melalui website, mendeteksi dan menetralisir lebih dari 196 juta program jahat, dan mendaftarkan hampir 71 juta vonis heuristik.

Dalam rilisnya, Kaspersky mengingatkan pengguna Internet agar berhati-hati mengklik link alamat yang disingkat, seperti pada Twitter. Entri dengan link yang disingkat dari layanan populer seperti bit.ly dan alturl.com adakalanya mengarahkan pengkliknya ke situs terinfeksi, termasuk ke situs antivirus palsu.

Pengguna juga diwanti-wanti saat mengunduh musik, film dan konten media lain karena file-file tersebut rentan malware. Tak jarang ia mengandung skrip Trojan yang membawa pengguna ke halaman web jahat, atau menyamar sebagai layanan yang berguna untuk situs jejaring sosial Odnoklassniki.

Dalam daftar Top 20 program jahat yang terdeteksi di Internet pada bulan Desember 2010, Kaspersky mencantumkan dua wakil dari Trojan-Downloader.Java.OpenConnection di peringkat 2 dan 7. Dalam tempo 24 jam, lebih dari 40 ribu komputer terdeteksi mengandung program tersebut.

Di posisi puncak daftar ancaman berbasis web adalah program adware, AdWare.Win32.HotBar.dh. Program ini diinstal bersama dengan aplikasi yang sah, lalu akan mengganggu pengguna dengan menampilkan iklan.

Kaspersky juga mencantumkan file PDF berbahaya yang menggunakan Adobe XML Forms, Exploit.Win32.Pidief.ddl di peringkat 11. Ketika file Exploit.Win32.Pidief.ddl dibuka, sebuah skrip exploit akan mengunduh dan menjalankan program jahat lain dari Internet.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.