Oracle Tawari Konsumennya Kebebasan Penuh

JAKARTA, KAMIS – Teknologi informasi tak pernah berhenti berkembang. Maka dengan cepat, apa pun menjadi usang, tertinggal jaman. Banyak kali, alasan usang melandasi pergantian software dan hardware yang digunakan sebelumnya. Terbuanglah investasi lama. Padahal software dan hardware lama itu mungkin masih memadai.

Nah dengan maksud ingin melindungi investasi kustomer dan tentunya mempertahankan loyalitas mereka, Oracle mempromosikan strategi aplikasi barunya yang disebut  Applications Unlimited, yang mencakup solusi dan pilihan lengkap. Ini dipecah dalam tiga pilar, yakni Upgrade, Adopt, dan Extend.

Intinya, Oracele memberikan kebebasan penuh kepada semua pelanggannya. Pelanggan bebas memilih apakah mau bertahan menggunakan produk lama, menambah produk lama dengan modul baru, atau mengganti dengan produk yang benar-benar baru.

“Kustomer tidak perlu upgrade jika memang tidak perlu. Keputusan untuk melakukan upgrade, atau deploy teknologi baru sepenuhnya tergantung kustomer,” jelas John Hansen (Senior Director, HCM Product, Management & Strategy Product Development, Oracle Asia Pacific Div.) tadi siang (10/2/2011) di Jakarta.

Ini dimungkinkan karena Oracle mempertahankan semua produknya, termasuk produk dari 60 perusahaan yang diakuisisinya. Oracle juga akan tetap merilis upgrade dari produk lama, dan tidak mematikannya, yang secara tidak langsung memaksa kustomer pindah ke teknologi baru.

“Semua produk yang diakusisi (Oracle) punya minimal dua major release setelah diakuisisi),” kata Hansen. Ia merujuk pada JD Edwards World A9.1 berbasis IBM AS/400, hasil akuisisi Oracle dari PeopleSoft. Produk yang banyak digunakan kalangan manufaktur itu sudah punya dua rilis baru: JD Edwards World A9.2 dan JD Edwards World A9.x.

Hansen menuturkan, 61% perusahaan yang menggunakan produk PeopleSoft memilih untuk mendampingkan produk yang dipakainya dengan Oracle Application Modules. Sementara 34% customer menggunakan produk JD Edwards rilis terbaru.

“Kami tidak memaksa orang untuk pindah (teknologi atau produk). Mereka tetap mendapatkan support, tapi kami memberikan fungsionalitas yang lebih baik. Ini juga berlaku untuk produk baru seperti Fusion V1 yang sepenuhnya menggunakan teknologi baru,” jelas Hansen yang berkantor di Australia.

Namun berapa lama  support untuk produk lama diberikan? “Lima tahun untuk aplikasi lama, tapi ini bisa diperpanjang sampai tiga tahun. Setelah masa 8 tahun dan produk baru sudah stabil , kustomer (yang memilih bertahan dengan produk lama) diberi lifetime support untuk konten yang dikembangkan. Produknya sendiri tetap dikembangkan. Tidak banyak perusahaan yang memberi (kebebasan) seperti ini,”ucap Hansen.

Tentu saja ada konsekuensi biaya ekstra yang harus ditanggung jika perusahaan memilih bertahan dengan produk lama setelah masa lima tahun. Namun dengan strategi yang luwes itu, Hansen memperkirakan kustomer justru bisa memperhitungkan langkah mana yang lebih menguntungkan bagi perusahaannya: upgrade, bertahan dengan yang lama, atau menempelkan produk baru di atas produk lama. “78% dari 65 ribu kustomer Oracle di seluruh dunia memilih menggunakan produk mutakhir karena itu dianggap lebih efektif-biaya,” cerita Hansen. Ia juga memperkirakan perusahaan akan pindah ke teknologi dan produk baru secara alamiah sebelum teknologi/produk lama mati.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.