Notebook Tipis Dari Samsung, Notebook Series 9

Samsung keluarkan notebook tipis terbarunya, Samsung Notebook Series 9. Dengan ketebalan kurang dari satu cm, notebook ini diklaim sebagai notebook yang punya performa, kegunaan, dan desain sekaligus.

Ketika melihat produk ini saat peluncuran perdananya di Grand Indonesia, banyak yang kemudian menyandingkannya dengan ketipisan Macbook Air. Teknologi baterai 6-cell tipe lithium-polimer yang mampu bertahan hingga 7 jam, serta solid state drive (SSD) 128GB yng memang hemat tempat, memungkinkan makin banyak bermunculan perangkat tipis semacam ini. Disertakan pula memori yang cukup besar, 8GB DDR3.
Selain soal ketipisannya, bagian palm rest yang cukup lega beserta touchpad multitouch berukuran ekstra, mau tak mau, mengingatkan lagi akan produk Apple tersebut. Meski mengusung konsep serupa,  Felix Ignatius Tanumihardja, Notebook Product Manager, Samsung Indonesia berkilah produknya berbeda dengan Mac. “Tentunya lebih baru, lebih canggih, layar lebih cerah, dan lebih menarik (dari segi desain),” terangnya.

Berbeda dengan perangkat berbalut metal lain, perangkat ini dibalut dengan casing berbahan duralumin di bagian atas dan palmrest. Bahan yang dua kali lebih kuat dari aluminium ini, biasa digunakan untuk pesawat terbang. Sementara di bagian bawah masih menggunakan plastik.

Urusan layar pun jadi perhatian Samsung. Layar 13inci yang disematkan pada produk ini, merupakan layar LCD dengan LED backlit yang ditambahkan teknologi Super Bright Plus. Bright Plus sebab kecerahan layar bisa mencapai 400 nit dan rasio kontras 1:1.300. Dengan tingkat kecerahan seperti ini, display layar beresolusi 1366×786 ini dapat terlihat lebih jelas ketika dipakai di luar ruangan. Sebab, kecerahannya mampu menandingi cahaya matahari.

Dilengkapi pula dengan Auto Display Brightness yang membuat notebook ini bisa menyesuaikan kecerahan layar dengan kondisi pencahayaan lingkungan sekitar. Layar bertambah cerah di lingkungan terang, atau makin redup ketika masuk ruangan dengan kondisi pencahayaan yang lebih minim.

Masalah yang sering muncul pada notebook berdesain tipis adalah pada sirkulasi panas perangkat (air flow). Menanggapi hal ini, Felix menyatakan bahwa Notebook berbobot 1,31 kg ini cukup mampu menanggulangi panas, agar tak berlebih.

Di Indonesia noebook ini keluar dengan prosesor Intel Sandybridge Core i5. Meski tersedia pilihan menggunakan core i7 dan penambahan drive jadi 256GB, sayangnya pilihan tersebu tidak mampir di pasar Indonesia. “Kami memang menyediakan produk dengan spesfikasi yang sudah disesuaikan dengan pasarnya,” Felix beralasan.

Untuk urusan koneksi, disediakan beberapa slot dibagian samping perangkat, 2 port USB, port audio dengan jack 3,5mm, port micro sd, hdmi, dan ethernet. Uniknya, port-port ini tersembunyi dalam  bodi laptop, yang bisa diakses dengan menariknya ke bawah. Keyboard pada perangkat ini juga disetakan dengan backlit. Untuk menghemat baterai, backlit ini pun dapat menyesuaikan kecerahannya sesuai kondisi lingkungan.

“Dengan begitu banyak perangakt yang menawarkan pilihan dari segi komputasi mobile, Samsung telah fokus berupaya memastikan notebook ini menawarkan pengalaman mobile yang benar-benar komprehensif,” terang Martin Wibisono, Head of IT Business Division, Samsung Indonesia, seperti dikutip dalam rilisnya.

Berminat? Produk ini akan tersedia di pasar dalam minggu ini seharga US$ 1,640 atau sekitar 15jutaan. Garansi yang ditawarkan juga cukup menarik, 3 tahun.

Eka Santhika

Travelling di dunia digital dan dunia nyata ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.