iVMS, Bikin CCTV Jadi Lebih Pintar

Tampilan antarmuka iVMS saat memantau 64 kamera secara simultan (dok. Datascrip)


Jakarta, Kamis
– Closed Circuit Television (CCTV) adalah perangkat andalan yang paling banyak dipakai untuk mengamankan gedung, ruangan, atau wilayah tertentu. Tapi, versi tradisional (analog) punya banyak kelemahan dalam hal skalabilitas, efisiensi dan teknologi pengamatan yang terbatas.

Menggunakan teknologi berbasis Internet Protocol (IP), CCTV bisa berubah menjadi teknologi yang lebih cerdas, efisien serta punya skalabilitas pengembangan yang lebih luas. Di belakangnya tinggal disandingkan dengan perangkat lunak yang mampu menangani manajemen kamera yang handal, seperti iVMS (Intelligent Video Monitoring System) yang baru saja diperkenalkan PT. Datascrip untuk pasar Indonesia.

Perangkat lunak ini memungkinkan kita melakukan beragam konfigurasi terhadap parameter kamera pengintai berbasis IP, termasuk melakukan upgrade firmware, menangani informasi alarm, atau mengatur Network Video Recorder (NVR). Satu lagi yang menarik, perangkat lunak ini mampu menyediakan layanan streaming supaya video yang direkam dari NVT tadi bisa diamati dari jarak jauh menggunakan jalur internet.

Bukan cuma itu lho, iVMS sanggup mendeteksi semua kamera CCTV yang berada dalam jaringannya, kemudian memberikan informasi kamera mana saja yang sedang terhubung dan aktif. Kemudian, dengan antarmukanya yang informatif, iVMS langsung bisa menampilkan gambar yang ditangkap dari kamera-kamera tadi. Fasilitas penampil videonya pun tidak main-main, ia sanggup menampilkan sampai dengan 64 video yang ditangkap CCTV secara simultan. Kalau mau, pengguna juga bisa melakukan pengelompokkan video berdasarkan kategori tertentu, memberikan nama di setiap kamera yang ada dan lain sebagainya untuk memudahkan pengamatan.

Kamu juga dimungkinkan untuk mengambil (capture) video yang ditampilkan iVMS. Jangan pula kuatir kalau-kalau tidak punya waktu mengamati video selama 24 jam penuh, sebab sudah ada fitur untuk merekam video otomatis dengan jadwal yang bisa ditentukan. Jika dibutuhkan, iVMS juga menyediakan mode perekaman manual. Rekaman-rekaman ini kemudian bisa diputar langsung dari iVMS, termasuk yang disimpan dalam NVR, kamera IP maupun PC lokal.

Apabila ada masalah saat merekam, pengguna tidak perlu kuatir. iVMS sudah menyediakan sistem notifikasi canggih apabila terjadi gangguan pada video pengintai, seperti harddisk yang penuh atau putusnya kabel kamera di jaringan. Notifikasi juga bisa digunakan saat kamera mendeteksi pergerakan di video yang diambilnya. Yang menarik, kita bisa menyertakan beragam informasi dalam notifikasi, seperti E-map Alarm (notifikasi dengan informasi lokasi), log alarm dan bunyi alarm.

Fitur keamanan tambahan diaplikasikan iVMS dengan membagi 2 akses pengguna ke fitur di dalamnya, yakni akses administrator dan guest. Administrator dipakai untuk menentukan menu atau CCTV mana saja yang bisa diakses oleh guest. Fitur ini penting, mengingat ada perbedaan kebijakan pemantauan area di beberapa perusahaan utamanya yang punya informasi sensitif macam bank atau lembaga keuangan.

Lalu bagaimana jika saat ini kamu sudah punya jaringan CCTV tradisional (analog) dan mau memanfaatkan iVMS? Tenang, menurut Datascrip, aplikasi ini mampu memadukan antara sistem pengamatan analog dan sistem yang sudah berbasis IP. Dengan kata lain, dalam satu platform yang sama jaringan CCTV IP bisa dijalankan bersamaan dengan jaringan CCTV analog yang sudah lebih dulu terpasang menggunakan bantuan perangkat Secure DVR.

Brama Setyadi

Is a sushi and wife lover. Always curious about any "magic" done by technology. Photography is also my middle name.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.