JAKARTA, PCplus – Aksi mata-mata cyber tak pernah berhenti berlangsung. Bahkan kini aksi yang disponsori negara kian canggih sehingga makin sulit dideteksi. Tren terbaru, ungkap Kaspersky Lab, adalah EquationDrug.
Platform terbaru ini mampu membawa banyak modul plug-in yang memungkinkan mereka memilih dan melakukan berbagai fungsi yang berbeda, tergantung pada target korban dan informasi yang dimiliki korban. Menurut Kaspersky Lab, EquationDrug punya 116 plug-in yang berbeda.
Pelaku spionase cyber ini tak sama dengan penjahat cyber tradisional. Pelaku tradisional fokus pada payload dan kemampuan malware yang dirancang untuk menjaring keuntungan finansial secara langsung, seperti password dan nomor kartu kredit. Mereka biasanya memakai e-mail dengan lampiran berbahaya atau menginfeksi situs dalam skala besar.
Sementara penyerang yang disponsori negara seperti EquationDrug fokus untuk menciptakan kerangka kerja yang dapat membungkus kode tersebut menjadi sesuatu yang dapat disesuaikan pada sistem yang berjalan dan menyediakan cara yang dapat diandalkan untuk menyimpan semua komponen dan data dalam bentuk terenkripsi, tidak dapat diakses untuk pengguna biasa.
Target serangannya telah dipilih dengan seksama, serangannya cepat dan tepat. Target tidak secara acak diinfeksi. Pelaku kejahatan pun punya sumberdaya untuk menyimpan data sebanyak-banyaknya.
Apa sih EquationDrug? Ini adalah platform spionase utama yang dikembangkan oleh Equation Group dan telah digunakan selama lebih dari satu dekade meskipun sekarang sebagian besar telah digantikan oleh platform GrayFish dan bahkan lebih canggih. Tren taktis yang dikonfirmasi oleh analis sebagai EquationDrug pertama kali diamati oleh Kaspersky Lab pada saat penelitian mengenai serangan spionase cyber antara lain, Careto dan Regin.
Worm Fanny kemungkinan disusun pada bulan Juli 2008 dan menjadi bagian dari platform Equation, pertama kali terdeteksi dan masuk daftar hitam oleh sistem otomatis Kaspersky Lab pada bulan Desember 2008.







