Simplivity Sederhanakan Arsitektur Data Center

Satu box appliance 2U OmniCube Simplivity bisa mengemaskan 8 - 24 CPU core, SSD 400GB sampai 4,7TB, hard disjk 8TB - 19,6TB dan RAM 128GB - 768GB. Tercakup pula 2 port GbE dan VMWare Hypervisor
Satu box appliance 2U OmniCube Simplivity bisa mengemaskan 8 – 24 CPU core, SSD 400GB sampai 4,7TB, hard disjk 8TB – 19,6TB dan RAM 128GB – 768GB. Tercakup pula 2 port GbE dan VMWare Hypervisor

JAKARTA, PCplus – Ada ada setelah virtualisasi? Ah ternyata keruwetan. Sebab untuk virtualisasi, sebuah data center harus memiliki server, storage, network switch, plus berbagai software, mulai dari hypervisor, proteksi data, manajemen data, dan mendukung fungsi-fungsi enterprise lainnya.

Padahal yang diinginkan sebenarnya adalah efisiensi data, kemudahan untuk berkembang/menyusut sesuai kebutuhan, mobilitas, high availability dan juga efisiensi biaya tentunya. Intinya, time-to-market harus cepat. Namun dengan virtualisasi, semua itu belum tentu bisa dicapai, apalagi jika perangkat yang ada adalah perangkat lama (legacy).

“Sebab semua perangkat itu perlu software sendiri-sendiri yang tidak saling bicara satu sama lainnya. Karena itulah menurut IDC, 80% waktu yang dihabiskan hanyalah untuk menjalankan semua software, bukan untuk mencari cara efisiensi,” kata Scott Morris (Vice President for Asia Pacific, Simplivity) dalam jumpa pers di Jakarta (9/3/2015).

Semua itu bisa ditiadakan jika perusahaan menerapkan hyperconverged infrastructure yang ditawarkan oleh Simplivity.Storage, server dimasukkan dalam satu box, OmniCube yang bisa ditumpuk dengan kemampuan 6 – 18 komponen yang berbeda dengan bantuan OmniStack Accelerator Card yang bisa melakukan fungsi storage dan server dengan backup, dedup, kompresi dengan satu titik manajemen.

simplivity “Bisa dilihat dari satu layar. Hemat rak, sistem pendinginan. Tiga kali lebih hemat,” tegas Morris. “Inovasi Simplivity adalah platform virtualisasi data dengan accelerated data,” jelasnya.

Morris mencontohkan Francis Drilling Fluids Ltd, sebuah perusahaan pengeboran di Lousiana, AS. Perusahaan ini melakukan konsolidasi data center/private cloud, app produktivitas, proteksi data dengan 2+2 OmniCube CN-3000. Hasilnya, server 20U mereka bisa diringkas menjadi 4U dengan efisiensi data 262TB. “TCO-nya turun 396% dalam 3 tahun, mayoritas dari maintenance,” ucap Morris.

Contoh lain adalah DairyLea Cooperative, yang mengganti semua IT footprint-nya dengan OmniCube. Dalam 6 bulan, kata Morris, perusahaan tersebut bisa menghemat 1PB. “Lalu dalam 6 bulan berikutnya, hemat 3,1PB,” katanya.

Ya, Simplivity ini menyasar perusahaan-perusahaan yang mau mem-backup data, termasuk data center dan asuransi. “Dengan Simplivity, backup bisa dilakukan kapan saja dalam 24 jam, tanpa penurunan kinerja. Pun cocok untuk perusahaan yang mau beralih ke perangkat baru,” terang Morris.

Di Indonesia, kata Morris, Simplivity akan membidik semua perusahaan yang saat ini masih menggunakan VMWare. “Tidak spesifik industri, tapi spesifik ke data center dan yang menjalankan legacy data stack,” tegasnya.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer