Bidik Pasar Home Theater, Epson Pasarkan Proyektor dengan Simulasi 4K

Epson_EH-LS10000JAKARTA, PCplus – Sebuah home theater projector biasanya dioperasikan dalam ruang yang gelap gulita, tanpa cahaya sedikit pun. Ini demi menjamin kenikmatan menonton video penggunanya: gambar tampil tajam, jernih, detail, kaya warna, natural. Untuk home theater projector, color gamut yang tinggi menjadi penting sementara tingkat terang tidak perlu tinggi. Di kisaran 1000 lumens sudah cukup.

Semua kriteria itu dipenuhi oleh Epson EH-LS10000. Si bongsor yang berbobot 18kg ini mampu mencapai kontras warna hitam yang benar-benar pekat (absolute black). Kalau kamu menempelkan pengukur tingkat terang cahaya luxmeter ke hasil proyeksinya, kamu akan melihat angka 0 lumens. Proyektor Epson terbaru ini bahkan mampu memproses video 1080p Full HD dan membuatnya sedetail 4K. Dengan 4K enhancement, gambar terlihat seakan-akan difilmkan atau direkam dengan resolusi 4K. Jika diinginkan, kamu bisa mengatur level 4K yang akan ditampilkan (ada 5 level).

Epson_EH-LS10000bEH-LS10000, menurut Ng Ngee Khiang (Senior GM Sales & Marketing, PT Epson Indonesia) dalam jumpa pers di Jakarta (13/8/2015), adalah pengembangan teknologi 3LCD-R yang dapat menciptakan gambar dengan kontras tertinggi yang dapat dicapai oleh proyektor home theater. “Menggunakan lensa Fujinon, panel reflektif dengan dua sumber laser sehingga color gamut tinggi, warna indah, natural dan bisa menampilkan warna hitam pekat. Gambarnya tajam,” terang Zianipar Siadari.

Teknologi dual laser 3LCD-R (3LCD-Reflective) optikal inilah yang membedakan proyektor home theater Epson dengan yang lain. Saat ini baru EH-LS10000 yang mengombinasikan sumber cahaya dual laser dengan panel Epson 3LCD-R. Dual laser dipakai untuk memproduksi cahaya. Keuntungannya, tingkat rasio kontrasnya tinggi, dan kontras hitam 0 lumens, gambar tajam, detil seperti pada film, color gamut luas dan bisa mencapai color gamut DCI (digital cinema reflective), serta tingkat terang cahaya dan cahaya putih 1500 lumens sejati.

Untuk meneguhkan posisinya sebagai proyektor home theater, EH-LS10000 sudah menyandang ISF dan THX Display Certification. Ini memastikan bahwa kualitas gambar yang ditampilkannya akurat dan kinerjanya seperti yang diinginkan oleh para pembuat film. Produk ini mampu menyimpan 10 pengaturan memori, termasuk zoom dan posisi fokus standar 16:9 atau 4:4 pada area proyeksi dan 2.35:1 rasion sinema layar lebar. Sementara itu sistem pendingin dengan thermal-conductive copper membuat proyektor mampu beroperasi dengan tenang.

Melalui EH-LS10000, tutur Riswin Lie (Product Marketing Head, Epson Indonesia) Epson memang ingin memberikan pengalaman baru dalam dunia visual kepada audiens. “Ini ditujukan pada penggemar audio video. Pasarnya tidak besar, kurang lebih satu persen dari total pasar proyektor. Tapi pasarnya ada dan Epson mencoba memenuhi kebutuhan (konsumen),” jelasnya.

Proyektor Epson EH-LS10000 dengan warna badan hitam pekat ini dibandrol Rp 170 jutaan. Harga tersebut sudah mencakup dua pasang kacamata 3D. O ya, usia lampu produk ini panjang, mencapai 20.000 jam.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer