Huawei P8, Smartphone buat Kamu yang Kreatif

Huawei_P8_3JAKARTA, PCplus – Smartphone kelas atas Huawei, P8, punya sejumlah fitur unik. Handset yangi tipis dan cantik ini tidak hanya bisa menyahut saat dicari dengan panggilan suara, atau merespon ketukan buku jari di layarnya.

Namun ia juga punya keunikan pada fitur kamera. Pada smartphone dual SIMcard 4G LTE yang dikemasi Android 5.0 Lollipop dengan RAM 3GB dan slot microSD (bisa menerima kartu maksimal 128GB) tersebut, Huawei menyematkan kamera belakang dengan resolusi 13 megapiksel dan kamera depan 8 megapiksel.

Yang menarik, Huawei menyebutkan smartphone-nya sebagai yang pertama menggunakan sensor imaging RGBW empat-warna dengan OIS (optical image stabilisation) terbaik dan ISP (image signal processor) sekualitas DSLR (digital single lens reflex). “Sensor RGBW empat warna membuat gambar lebih indah, warna-warni,” kata Ellen Angerani (Marketing Director, Device Business Department of Huawei Indonesia).

Apa sih maksudnya? Intinya, kamera P8 mampu memberikan kinerja bagus pada kondisi kurang cahaya (low-light), menyajikan warna-warna yang lebih alamiah. Ia juga punya moda auto yang bisa menaksir kondisi lingkungan, lalu menyesuaikan seting demi menghasilkan foto yang paling bagus.

Kalau dipakai di luar ruangan, langit dan awan bisa terlihat sangat bagus, detail. Warna-warna pun tampil alamiah.

Mengaktifkan kamera di P8 tidak harus via app Camera yang mengharuskan layar dalam kondisi aktif. Kalau handset sedang dalam keadaan terkunci, tekan dua kali saja tombol volume down. Maka kamu bisa mulai membidik. Inilah yang disebut Instant Shot. Eh juga ada timer di layar yang menunjukkan berapa cepat handset mengambil foto – biasanya sih 1,1 – 1,2 detik. Cuma tidak ada jaminan ya apakah subjek yang kamu bidik itu terfokus dengan baik.

Jika app kamu aktifkan di Huawei P8, kamu akan melihat tombol bundar shutter di bawah jajaran moda kamera (geser ke samping untuk mengubahnya). Di kamera ini juga tersedia full HD video recording, dan filter dengan delapan efek Instagram.

Secara default, kamera berada dalam kondisi Auto mode. Tapi coba ketuk menu di ujung atas app camera, maka kamu bisa mengakses beberapa moda lain, yakni All focus, Watermark, HDR, Panorama dan Super Night.

All focus? Apa lagi nih? Begini. Kalau All focus kamu aktifkan, maka kamu bisa mengubah fokus setelah foto diambil. Sedangkan moda Watermark memungkinkan kamu membubuhkan stiker ke hasil bidikanmu. Stiker bisa berupa lokasi, cuaca, atau apa pun, termasuk ungkapan yang lucu. Mirip filter di app medsos, tapi kamu tidak bisa terlalu banyak mengatur-aturnya.

Sementara dengan Best Photo, kamu bisa mengambil beberapa foto, kemudian nanti memilih yang terbaik. O ya, kamu juga bisa mengatur exposure, saturasi, kontras dan tingkat terang dari menu Settings.

Super night, seperti namanya, ya dipakai untuk memotret di kondisi kurang-cahaya. Untuk fitur yang satu ini, kamu disarankan menggunakan tripod untuk mengurangi efek guncangan pada kamera. Tapi kalau kamu bisa memegangnya dengan mantap, ya tidak usah pakai tripod.

Hasil rekaman pola cahaya yang bergerak dengan menggunakan moda Light Painting.
Hasil rekaman pola cahaya yang bergerak dengan menggunakan moda Light Painting.

Moda satu ini bisa bikin kamu kreatif. Light Painting namanya. Dengannya, kamu bisa menghasilkan foto dari orang yang membuat pola dari sebuah sumber cahaya, misalnya stik cahaya atau obor. Saat orang mengayunkan-ayunkan dan memutar pola cahaya, image akan ditampilkan di layar P8 secara real-time.

Huawei_P8_light painting2Light Painting punya empat opsi: Car light trails, Light graffiti, Silky water dan Star track. Yang pertama memungkinkan kamu merekam gerakan cahaya lalu lintas, alias memberikan bukaan yang sangat lama (long exposure). Yang ini sepertinya perlu latihan agar tangan tidak goyang. Enaknya sih pakai bantuan tripod.

Kalau mau memotret air mancur atau air yang mengalir, kamu perlu pakai Silky water. Tapi kalau mau memotret kembang api, coba pakai Light graffiti. Bukan hanya Light Painting yang bikin P8 unik.

Ada lagi yang namanya Director mode. Yang ini fasilitas untuk bikin video. Di sini kamu bisa bertindak bagaikan sutradara dan merekam video dari tiga sudut pandang dengan tiga kamera (ponsel) lainnya secara bergantian. Ketiga ponsel lainnya (harus Huawei) dikoneksikan ke Huawei P8 via Wi-Fi.

“P8 jadi master. Untuk melihat atau berpindah kamera, pakai switch camera view. Video hasilnya bisa langsung dijahit menjadi satu video,” jelas Darren (Indonesia Go To Market Director of Huawei Indonesia).

Kamu juga bisa mengambil foto pada interval waktu tertentu (time lapse video), lalu menjahitnya menjadi sebuah video pendek. Bisa ditambahi suara kalau mau.

Ngomong-ngomong baterai P8 tahan lama tidak ya? Hmm, kapasitasnya sih 2680mAh. “Kecil tapi tidak mempengaruhi kinerja karena menggunakan teknologi Kirim 930(octa-core 64-bit),” kata Darren. Prosesor Kirin yang buatan Huawei itu terdiri dari empat core 2GHz dan empat core 1,5GHz. “Untuk telepon dan SMS pakai satu core, dua core untuk game, tiga core untuk game 2D dan empat core untuk game 3D,” jelas Darren.

Tapi kalau benar-benar ingin hemat, ada moda Ultra mode yang cuma bisa dipakai untuk menelepon dan fungsi messaging dasar. Ada baiknya kamu aktifkan juga app power consumption firewall Huawei untuk memblokir app apa pun yang rakus memori. Menurut Huawei, cara ini bisa memperpanjang waktu siaga ponsel.

Kalau ditilik-tilik, sepertinya Huawei P8 cocok buat kamu yang berpikiran kreatif. Kalau tertarik memilikinya, kamu bisa membelinya dengan harga Rp 6,499 juta. Kamu juga akan mendapatkan tripod (promo terbatas). Cuma perlu cepat, karena jumlah yang dijual di Indonesia dibatasi pada 50 unit. Pun tidak dijajakan di sebarang tempat.

“Hanya di kota-kota besar, di toko lokasi premium, brand shop Huawei. Atau pre-order di Blibli.com,” kata Ellen.

 

SPESIFIKASI Huawei P8

Jaringan : 3G, 4G

Prosesor :Quad-core 2.0GHz Kirin 930 dan quad-core 1.5GHz Kirin 935

RAM : 3GB

OS : Android 5.0 Lollipop

Layar : 5.2″ 1920×1080 IPS-NEO

Kamera : depan: 8-megapiksel, belakang: 13 megapiksel

Flash : LED

Fitur : GPS, Compass, Wi-Fi 802.11n, Bluetooth 4.1, NFC

Storage: 16GB / 64GB, slot microSD

Baterai : 2680mAh

Dimensi: 145x72x6,4mm

Bobot 144g

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer