Jembantani Startup Mobile Technology, GWIC Digelar di Jakarta

ki-ka: Wen Chu dari GWC, Wang Gaofei dari Sina Weibo dan Rama Mamuaya dari Daily Social usai memaparkan tujuan penyelenggaraan GWIC di Jakarta (11/8/2015)
ki-ka: Wen Chu dari GWC, Wang Gaofei dari Sina Weibo dan Rama Mamuaya dari Daily Social usai memaparkan tujuan penyelenggaraan GWIC di Jakarta (11/8/2015)

JAKARTA, PCplus – Indonesia, begitu kata Rama Mamuaya (Founder & CEO, Daily Social) dalam jumpa pers Global Mobile Internet Conference di Jakarta (11/8/2015), merupakan salah satu pasar mobile terbesar di dunia. Hal ini diamini oleh Wen Chu (Founder & CEO, GWC).

“Kami sadar bahwa teknologi mobile di Asia Tenggara sedang berkembang cukup pesat, utamanya di Indonesia yang merupakan 60% dari pasar ASEAN. Untuk itu kami berusaha membuat jembatan antara pasar mobile technology global dan pasar Asia. GMIC terselenggara untuk jembatan tersebut,” kata Wen Chu.

Menurut Wen Chu, Asia Tenggara dan khususnya Indonesia punya pemain-pemain potensial di industri mobile technology. “Dengan kehadiran GMIC, kami berharap mereka dapat mengembangkan pengetahuan, wawasan, pasar, jaringan dan semakin memahami industri mobile technology,” tambahnya.

Mobile technology dan mobile Internet, jelas Wang Gaofei (CEO, Sina Weibo – situs microblogging di Tiongkok) dapat mengubah kehidupan bermasyarakat. “Tantangan terbesarnya adalah bagaimana kita sebagai pemain dalam industri mobile technology dapat memanfaatkannya secara maksimal untuk membawa kehidupan masyarakat ke arah yang positif,” ucap Gaofei.

Di Tiongkok, tambah Johnny Li (GM of International Business Development at Cheetah Mobile), kekuatan mobile dalam mengubah masyarakat sudah terbukti. “Ini juga akan terjadi di Indonesia,” prediksinya.

Karena itulah, kata Wen Chu, GWIC pun digelar di Jakarta. “Kami ingin lebih cepat melakukan sesuatu untuk next marketing, menghubungkan para penemu global,” tegasnya.

Awalnya, aku Wen Chu, ia ragu-ragu menyelenggarakan GMIC di Jakarta setelah lebih dulu menggelarnya di Beijing (Tiongkok), Tokyo (Jepang) dan New York (AS). “Tadinya saya anggap terlalu dini untuk gelar GMIC di Jakarta, ” ucapnya. Setelah di Jakarta, GMIC akan digelar di Bangalore (India), Silicon Valley, Sao Paulo (Brazilia) dan Taipei (Taiwan).

Mobile (Internet dan technology), kata Rama, diyakini banyak pihak akan menjadi pendukung ekonomi di tanah air. Namun agar mobile Internet dan mobile technology bisa berkembang pesat di tanah air, wanti-wantinya, network harus dibenahi. Sementara itu Andy Zain (Managing Director, Mountain Kejora Ventures) menyebutkan, infrastruktur di tanah air sebenarnya bukanlah masalah. “Infrastruktur sudah bagus, ponsel di negara kita banyak. Namun soft infrastructure menjadi masalah, seperti logistik,” katanya.

Selain soft infrastructure, menurut Usman Khan Lodhi, agar bisa bertumbuh para pemain mobile technology dan internet perlu saling bekerjasama.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer