Inilah Alasan Indonesia Makin Banyak Diserang

 

attackJAKARTA, PCplus – Tak ada perusahaan yang ingin datanya disadap atau dicuri bukan? Namun faktanya, pencurian data makin sering terjadi. Bukan cuma pada perusahaan penting atau terkenal, tapi semua sektor tanpa pandang bulu.

“Dulu cuma pemerintahan, aerospace yang diserang. Tapi sekarang semua sektor, termasuk ritel. Motifnya adalah uang,” kata Bryce Boland (Chief Technology Officer for Asia Pasific, FireEye) dalam jumpa pers di Jakarta (19/4/2016).

Untuk kawasan Asia Pasifik, ungkap Boland menyitir data survei FireEye selama Juli – Desember 2015, pemerintahan tetap adalah sektor yang paling banyak mendapat serangan APT (Advanced Persistence Threat), yakni 45%. Berikutnya adalah sektor hiburan/media/hospitality (38%), high-tech (33%), manufaktur (29%), energi (29%), pemerintahan daerah (28%), jasa/konsultasi (25%) dan jasa keuangan (20%).

Yang mengerikan, menurut Boland, perusahaan di Indonesia 2x lebih mungkin diserang dibandingkan tahun lalu. “36% mengalami targeted attack, lebih tinggi dibandingkan global yang hanya 15%,” ungkapnya.

Boland menuturkan, dalam survei yang dilakukan perusahaannya di Indonesia selama Juli sampai Desember 2015, setidaknya ada empat APT (Advanced Persistance Threat) yang gigih menyasar perusahaan-perusahaan di Indonesia “Tiga berasal dari Tiongkok, dan satu dari Eropa Timur. Ada APT30. Selain itu ada banyak grup yang tidak dikenal,” katanya.

Kok bisa ya Indonesia diincar banyak penyerang? Ini, kata Boland, disebabkan oleh ketegangan geopolitik yang terus meningkat. “Makin banyak tekanan politik di kawasan ini,” kata Boland.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer