KoinWorks, Alternatif Pinjam Uang yang ‘Murah’

 

ki-ka: Tania Amalia (Head of Public Relations, Lazada Indonesia), Benedicto Haryono (Co-Founder KoinWorks), Hendrikus Passagi, MSc. (Peneliti Eksekutif Senior Departemen Kebijakan Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK)), Dr. Rudy C. Susilo (CEO, Klinik Mata Nusantara) dan Ronald Ishak (CEO, HACKTIV-8) menjelaskan fasilitas pinjam uang via KoinWorks
ki-ka: Tania Amalia (Head of Public Relations, Lazada Indonesia), Benedicto Haryono (Co-Founder KoinWorks), Hendrikus Passagi, MSc. (Peneliti Eksekutif Senior Departemen Kebijakan Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK)), Dr. Rudy C. Susilo (CEO, Klinik Mata Nusantara) dan Ronald Ishak (CEO, HACKTIV-8) menjelaskan fasilitas pinjam uang via KoinWorks

JAKARTA, PCplus – Perlu pinjam uang untuk usaha? Atau untuk biaya sekolah? Atau untuk operasi mata? Tidak bisa meminjam uang di bank?  Tak usah pinjam di lintah darat yang bunganya mencekik ya! Ada alternatif kok di era Internet ini, yakni KoinWorks.

KoinWorks (www.KoinWorks.com) adalah platform daring penyedia layanan pinjam meminjam uang, resmi sebagai bagian industri teknologi finansial (financial technology) di Indonesia.  Pendana dan peminjam akan dipertemukan secara online.

Sistem pinjamnya berkonsep Peer-to-Peer (P2P) Lending dan urun dana (crowdfunding), jadi biayanya lebih murah. Prosesnya pun, kata Benedicto Haryono (Co-founder KoinWorks) dalam ajang Indonesia Fintech Festival & Conference 2016 di Tangerang (1/9/2016) lebih sederhana dibandingkan pada perbankan tradisional.

“Semangat gotong royong terefleksi dalam konsep P2P lending dan crowdfunding KoinWorks di mana KoinWorks sebagai penyedia layanan, pendana, peminjam saling membantu. Pendana tidak perlu kuatir karena semua peminjam di KoinWorks dianalisa menggunakan algoritma dan pengukuran tingkat resiko sebelum akhirnya ‘lulus’ sebagai peminjam. KoinWorks juga bekerjasama dengan Allianz untuk meminimalisir segala resiko yang akan terjadi jika suatu saat terjadi gagal bayar,” jelas Ben.

Saat ini KoinPintar telah dimanfaatkan oleh merchant di Lazada. “Sejauh ini sebanyak 30% merchant di Lazada telah memanfaatkan layanan KoinWorks dan memberikan respon positif terhadap kerjasama ini,” kata Co-CEO Lazada Indonesia, Duri Granziol.

Kalau mau pinjam uang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, kamu bisa memanfaatkan fasilitas KoinPintar. Ada lembaga dan institusi pendidikan yang sudah menjadi rekanan KoinWorks yang bisa kamu pilih.

Melalui KoinPintar, KoinWorks telah menggandeng Hacktiv8 (www.hacktiv8.com) yang juga mendukung program 1000 startups digital melalui bantuan pinjaman fasilitas pendanaan siswa.
“KoinWorks membuka peluang untuk mereka yang ingin menjadi web developer melalui pinjaman dana siswa di Hacktiv-8. Ini merupakan terobosan dalam industri fintech dan pengembangan pendidikan di Indonesia,” kata Ronald Ishak (CEO Hactktiv-8).

KoinPintar juga dapat digunakan institusi/lembaga pendidikan tertentu untuk mengembangkan infrastruktur penunjang pendidikan, seperti renovasi bangunan atau membangun fasilitas baru.

Selain untuk pembiayaan pendidikan, KoinWorks juga mendukung pembiayaan untuk kesehatan melalui KoinSehat. Yang satu ini menyediakan pembiayaan kesehatan dan mempertemukan  pasien dengan lembaga atau institusi kesehatan rekanan KoinWorks, dengan metoda peminjaman yang lebih cepat dan bunga yang lebih rendah dibandingkan lembaga keuangan lain.

Untuk opsi pendanaan operasi mata yang murah dan mudah, KoinWorks bekerjasama dengan  Klinik Mata Nusantara (KMN). “Peminjam dapat menjalani perawatan mata dengan kami melalui KoinWorks,” kata Dr. Rudy C. Susilo (CEO, Klinik Mata Nusantara).

“KoinWorks, KoinPintar dan KoinSehat memiliki sistem peminjaman yang sederhana dan terjangkau, dengan tujuan menginspirasi seluruh lapisan masyarakat – tidak hanya pelaku usaha, untuk terus mengejar dan mewujudkan semua mimpi-mimpi mereka tanpa hambatan.” tegas Ben.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer