Inilah Pesan Kesalahan Browser yang Wajib Diketahui

(ilustrasi: alanstorm.com)
(ilustrasi: alanstorm.com)

Menjamurnya smartphone membuat para pengguna kian lazim menggunakan perangkat ini untuk menjelajahi situs-situs web. Namun, saat menjelajahi aneka situs ini, mereka sering menghadapi aneka pesan kesalahan (error message) di peramban (browser) yang kadang membuat pusing kepala.

Sebagai panduan praktis, PCplus tampilkan aneka pesan kesalahan ini dan maknanya.

1. Page Not Found (404)

Page not found atau 404 error merupakan satu pesan kesalahan yang paling banyak ditemukan saat kita menjelajahi Internet. Pesan ini menandakan bahwa halaman web yang kita tuju tidak ada di situs web tersebut. Hal ini disebabkan karena halaman web ini telah dihapus, tautan (link) yang diklik ternyata salah, atau halaman web tersebut telah dipindahkan ke tautan lain.

2. Bad Gateway (502)

Saat kita mendapati pesan kesalahan ini, artinya ada masalah di situs web yang kita tuju. Kesalahan ini berada di sisi server web/situs web dan bukan di sisi komputer kita, sehingga kita tidak bisa melakukan langkah apa pun untuk memperbaikinya. Namun demikian, kadang-kadang, invalid cookies atau cache browser juga bisa memunculkan pesan kesalahan ini. Jika ini yang terjadi, kita hanya perlu membersihkan cache pada peramban untuk bisa mengakses situs web tersebut.

3. Service Unavailable (503)

Pesan 503 service unavailable muncul karena situs web yang dituju sedang mengalami masalah. Karena masalah ini ada di sisi situs web/server web, kita tidak bisa melakukan langkah apa-apa dan hanya bisa berharap situs tersebut cepat diperbaiki agar bisa diakses kembali. Namun, dalam kasus tertentu, kita mungkin akan menjumpai pesan kesalahan seperti Service Unavailable – DNS Failure.

Jika pesan ini yang muncul, artinya ada masalah dengan perangkat jaringan yang kita pakai (misalnya router atau access point) atau ada masalah di server DNS yang kita pakai. Jika ini yang terjadi, kita bisa mencoba me-restart router/access point atau mengganti alamat IP server DNS yang kita pakai dengan alamat IP server DNS lain.

4. Connection Timed Out

Pesan ini menandakan permintaan akses ke situs web tujuan tidak bisa dipenuhi oleh situs tersebut dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Sebabnya bisa karena situs web tersebut tidak memberi respons seperti seharusnya, router atau access point kita tidak dikonfigurasi dengan benar, atau ada masalah dengan koneksi yang kita pakai.

Solusinya, coba buka situs lain. Jika situs lain itu bisa dibuka, berarti masalahnya ada di situs web tujuan. Sementara jika situs lain juga tidak bisa diakses, berarti masalahnya ada di koneksi internet yang kita pakai. Coba lakukan pemeriksaan setting pada router atau access point yang dipakai. Atau coba lakukan ping ke DNS Google (dengan alamat IP 8.8.8.8). Jika setelah di-ping yang muncul adalah pesan connection time out, artinya koneksi yang kita pakai bermasalah. Coba hubungi ISP yang kita pakai untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

5. Unable to Connect

Pesan ini menandakan bahwa peramban yang kita pakai tidak bisa mengakses situs web yang kita tuju. Ini bisa disebabkan oleh banyak hal, antara lain situs web tersebut mengalami masalah atau ada masalah koneksi Internet yang kita pakai. Kadang-kadang, hal ini juga disebabkan oleh kesalahan konfigurasi firewall atau proxy yang mengakibatkan peramban tidak bisa mengakses situs-situs Internet. Jika ini yang terjadi, cobalah menonaktifkan (disable) firewall pada komputer/PC atau ubah pengaturan proxy di peramban (jika kita menggunakan setting ini sebelumnya).

Pesan server not found sangat mirip dengan pesan unable to connect, tapi pesan server not found memiliki arti bahwa server atau situs web yang akan diakses tidak ada atau sedang down. Pesan kesalahan ini juga bisa berarti bahwa server DNS yang dipakai sedang bermasalah (misalnya mati/down) atau ada kesalahan penulisan alamat situs web.

6. Peringatan Phishing/Malicious Content

Peringatan phishing/malicious content merupakan proteksi yang disediakan peramban untuk melindungi kita dari aneka situs yang berbahaya. Jika peramban menampilkan pesan phishing content, artinya situs yang akan kita kunjungi bukanlah situs seperti yang kita kira, atau dengan kata lain situs ini kemungkinan besar adalah situs palsu yang menyamar. Penjahat dunia maya atau cracker biasanya menggunakan teknik phishing untuk mencuri password atau aneka informasi penting milik kita. Jika ini yang terjadi, segeralah stop mengunjungi situs tersebut dan lakukan pengetikan ulang alamat situs web pada baris alamat pada peramban.

Jika peramban menampilkan peringatan malicious content, artinya situs yang akan kita kunjungi ini terinfeksi atau mengandung virus atau aneka konten berbahaya lain (misalnya malware atau muatan lain). Karena konten ini bisa menginfeksi komputer kita, kita sebaiknya tidak mengunjungi situs tersebut sampai admin situs tersebut membersihkan situs ini dari konten semacam itu.

error2
(ilustrasi: http://www.howtogeek.com)

7. Peringatan Sertifikat

Pesan kesalahan sertifikat ditampilkan saat peramban tidak bisa melakukan verifikasi terhadap pemilik situs dari situs yang dikunjungi, dengan menggunakan sertifikat SSL yang dipakai oleh situs tersebut. Jika kita menjumpai pesan kesalahan ini, kita sebaiknya tidak mengunjungi situs tersebut. Ini karena koneksi ke situs tersebut bisa disadap yang memungkinkan terjadinya pencurian password atau identitas lain.

Pesan kesalahan ini juga bisa disebabkan karena sebuah situs web menggunakan sertifikat SSL yang dipakai bersama-sama oleh beberapa situs web lainnya, atau menggunakan sertifikat SSL yang divalidasi sendiri (self-signed SSL certificate). Jika kita percaya situs ini adalah situs yang benar (bukan situs palsu yang menyamar), kita bisa tetap mengaksesnya. Namun jika tidak, sebaiknya kita jauhi situs ini secepatnya.

(ilustrasi: http://www.howtogeek.com)
(ilustrasi: http://www.howtogeek.com)

Ristianto W

Menyukai dunia elektronika, Linux, dan jaringan komputer. Saat ini aktif mengelola beberapa server berbasis Linux.