Jakarta, PCplus – Membangun Security Operations Center (SOC) kini dianggap kebutuhan penting bagi banyak organisasi. Pertanyaan utama bukan lagi apakah perlu, melainkan bagaimana cara membuatnya beroperasi dengan efektif.
Baca Juga: AV Comparatives 2025, Kaspersky Raih Skor Sempurna dan Juara Kinerja
- Anggaran rata-rata global: sekitar 2 juta USD.
- Di Asia Pasifik: mayoritas organisasi (93%) menyiapkan anggaran di bawah 1 juta USD.
- Indonesia: 91% perusahaan merencanakan anggaran di bawah 1 juta USD.
- Perusahaan besar: cenderung mengalokasikan dana lebih tinggi, rata-rata 3,5 juta USD.
Selain biaya, jangka waktu pembangunan SOC juga menjadi faktor penting. Dua pertiga perusahaan di APAC berharap SOC selesai dalam 6–12 bulan. Namun, seperempat organisasi memperkirakan waktu hingga dua tahun.
Tantangan Utama dalam Pembangunan SOC
Beberapa hambatan bangun SOC yang paling sering muncul:
- Evaluasi efektivitas SOC: 34% responden menyebut sulit mengukur ROI, MTTD, dan MTTR.
- Biaya modal tinggi: 33% perusahaan merasa terbebani oleh lisensi dan perangkat keras.
- Integrasi sistem: 30% organisasi kesulitan menyatukan berbagai solusi keamanan.
- Kekurangan talenta: 29% perusahaan mengaku SDM internal kurang, 24% menilai pasar tenaga kerja juga terbatas.
- Proses internal lemah: 26% perusahaan belum memiliki rencana aksi jelas.
Menurut riset Kaspersky, hambatan ini bukan hanya soal teknologi, melainkan juga kompleksitas operasional. Perusahaan dituntut membuktikan bahwa SOC benar-benar memberi nilai strategis, bukan sekadar pusat biaya.
Strategi Mengatasi Hambatan
Agar SOC dapat berjalan efektif, beberapa langkah disarankan:
- Rencana strategis jelas: definisikan tujuan, proses, dan tonggak pencapaian sejak awal.
- Gunakan layanan konsultasi: seperti Kaspersky SOC Consulting untuk penyusunan arsitektur.
- Manfaatkan SIEM berbasis AI: untuk analisis log dan deteksi ancaman lebih cepat.
- Managed Detection and Response (MDR): solusi bagi perusahaan yang kekurangan tim internal.
- Threat Intelligence: memberi visibilitas ancaman mendalam dan memperkuat respons insiden.
Hambatan bangun SOC di Asia Pasifik mencakup biaya, integrasi sistem, dan kekurangan talenta. Perusahaan di Indonesia perlu menyiapkan strategi matang agar SOC tidak hanya menjadi proyek teknologi, tetapi juga keunggulan strategis dalam menghadapi ancaman siber.
Hambatan Bangun SOC di Asia Pasifik: Biaya, Talenta, dan Strategi Efektif
Meta Deskripsi
Hambatan bangun SOC di Asia Pasifik mencakup biaya, integrasi sistem, dan kekurangan talenta keamanan.







