HomeBerita TeknologiSerangan Spyware Di Asia Tenggara Naik 18% Pada 2025

Serangan Spyware Di Asia Tenggara Naik 18% Pada 2025

Jakarta, PCplus – Kaspersky melaporkan lebih dari 818.939 serangan spyware berhasil digagalkan pada 2025. Angka serangan spyware ini naik 18% dibandingkan 2024, menunjukkan tren ancaman yang semakin serius.

Baca Juga: Serangan Spyware Indonesia Meningkat Di Tengah Tahun Ini

Negara 2024 2025 Statistik Tahun ke Tahun (YoY) 
Indonesia 143,804 194,626 35% 
Malaysia 111,566 194,692 75% 
Philippines 12,542 23,203 85% 
Singapore 14,533 30,691 111% 
Thailand 113,069 52,906 -53% 
Vietnam 299,911 322,821 8% 
Asia Tenggara 695,425 818,939 18% 
Deteksi spyware oleh solusi Kaspersky pada bisnis di Asia Tenggara (Sumber: Kaspersky)

Spyware bekerja diam-diam, mengumpulkan data sensitif tanpa sepengetahuan pengguna. Dampaknya mencakup pelanggaran data, pencurian informasi strategis, dan gangguan operasional.

Operasi ForumTroll: Contoh Spionase Siber Modern

Pada Maret 2025, Kaspersky mengungkap beberapa serangan spyware. Salah satunyua Operasi ForumTroll, kampanye spionase siber yang mengeksploitasi kerentanan zero-day Chrome.

  • Penyerang menggunakan email phishing personal yang disamarkan sebagai undangan forum internasional.
  • Setelah masuk, mereka menyebarkan spyware LeetAgent dan varian canggih Dante.
  • Tujuannya adalah memantau sistem secara diam-diam dan mengekstrak intelijen bernilai tinggi.

Kampanye ini menegaskan bahwa spyware kini menjadi alat utama pengumpulan intelijen jangka panjang.

Dampak dan Rekomendasi

Spyware dianggap berbahaya karena mampu mengamati aktivitas organisasi dalam jangka panjang. Dalam iklim geopolitik yang kompleks, data strategis menjadi semakin berharga.

Kaspersky merekomendasikan langkah berikut:

  • Perbarui perangkat lunak secara rutin untuk menutup celah keamanan.
  • Hindari mengekspos layanan RDP ke publik tanpa perlindungan kuat.
  • Gunakan solusi keamanan berbasis AI seperti Kaspersky Next untuk deteksi ancaman mirip APT.
  • Manfaatkan intelijen ancaman terbaru agar tetap mengetahui taktik pelaku.
  • Cadangkan data perusahaan secara teratur, simpan cadangan secara terisolasi.

Lonjakan spyware di Asia Tenggara menegaskan perlunya strategi keamanan yang lebih canggih. Singapura, Filipina, dan Malaysia mengalami lonjakan tertinggi, sementara Indonesia tetap menjadi target besar. Organisasi di kawasan ini harus segera beralih ke solusi keamanan berbasis intelijen dan AI agar mampu mendeteksi serta menghentikan ancaman sebelum data dikompromikan.

Iqbal Ramadhan
Iqbal Ramadhanhttps://www.pcplus.co.id
Tech professional from Jakarta, Indonesia. Specializes in software development and has a passion for innovation. I'm enjoys exploring new technologies, reading about AI advancements, and contributing to open-source projects.
ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

TUTORIAL

REKOMENDASI PRODUK

- Advertisment -