HomeBerita TeknologiLaporan Akamai Ungkap Ancaman Shadow AI di Perusahaan

Laporan Akamai Ungkap Ancaman Shadow AI di Perusahaan

Jakarta, PCplus – Integrasi AI di perusahaan kini berkembang pesat. Jika pada awal 2025 adopsi AI masih dilakukan dengan hati-hati, kini AI telah menjadi kebutuhan strategis. Akamai melalui laporan Enterprise AI Usage Risk Report 2026 menegaskan bahwa AI bukan lagi sekadar alat produktivitas, melainkan rekan kerja digital dengan akses langsung ke aset penting perusahaan.

Baca Juga: Akamai Gandeng NVIDIA Hadirkan Zero Trust AI Factory

Menurut Or Eshed, Vice President Enterprise Security Product dan Engineering Akamai, solusi pencegahan kebocoran data lama tidak lagi relevan. “Alat konvensional dirancang untuk era email dan file. Saat ini, data sensitif tersebar melalui jutaan prompt, akun pribadi, dan agen AI otonom,” ujarnya.

Laporan ini juga menyoroti fenomena shadow AI, yaitu penggunaan aplikasi dan akun AI pribadi yang tidak dikelola perusahaan. Hampir 50% percakapan AI di perusahaan terjadi melalui akun pribadi, sehingga data berisiko terekspos ke model publik.

Pola Serangan Baru

Akamai mengidentifikasi tiga pola serangan yang muncul:

  • Vibe Hacking: manipulasi instruksi lokal agar asisten coding menghasilkan output berbahaya.
  • CursorJacking: ekstensi peramban jahat yang mencuri API key dan riwayat percakapan.
  • CometJacking: instruksi berbahaya di halaman publik yang memaksa agen AI mengekstrak file dan kredensial.

Selain itu, 75% ekstensi AI di peramban meminta izin kritis, dan 16,3% di antaranya memiliki kerentanan CVE yang sudah diketahui. Fakta ini menunjukkan betapa besar ancaman dari perangkat lunak yang tampak sepele.

Strategi Mitigasi Risiko

Akamai menyarankan beberapa langkah mitigasi:

  • Fokus pada pengguna AI aktif dengan pemantauan dan edukasi.
  • Federasi Single Sign-On untuk semua layanan AI agar identitas lebih terkontrol.
  • Perlakukan ekstensi peramban dan IDE sebagai perangkat lunak dengan hak istimewa.
  • Tetapkan batasan least-privilege untuk agen AI otonom.

Dengan langkah ini, perusahaan dapat menyeimbangkan manfaat produktivitas AI dengan keamanan data.

Laporan Akamai menegaskan bahwa shadow AI adalah ancaman nyata yang harus segera ditangani. Perusahaan tidak bisa lagi sekadar memblokir AI, melainkan harus mengelola cara AI beroperasi dalam setiap interaksi. Jika tidak, data sensitif akan terus mengalir keluar melalui celah yang sulit diawasi.

Iqbal Ramadhan
Iqbal Ramadhanhttps://www.pcplus.co.id
Tech professional from Jakarta, Indonesia. Specializes in software development and has a passion for innovation. I'm enjoys exploring new technologies, reading about AI advancements, and contributing to open-source projects.
ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

TUTORIAL

REKOMENDASI PRODUK

- Advertisment -