HomeBerita TeknologiKolaborasi AI Dan Manusia Jadi Kunci Keamanan Siber

Kolaborasi AI Dan Manusia Jadi Kunci Keamanan Siber

Jakarta, PCplus – Kawasan Asia Pasifik kini menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks. Menurut Adrian Hia, Managing Director Kaspersky untuk APAC, penyerang yang memanfaatkan AI bergerak lebih cepat daripada kemampuan organisasi untuk melihat dan merespons. Hal ini menciptakan titik buta besar di sistem TI dan OT. “Keamanan siber bukan lagi sekadar perlombaan melawan waktu, tetapi melawan ketidakjelasan,” jelas Hia.

Baca Juga: Ketika Agen AI Bisa Melakukan Hack Tanpa Diperintah

Kaspersky mencatat tren serangan berbasis AI, sabotase infrastruktur, dan spionase siber canggih. Tahun ini saja, lebih dari 15.000 sampel malware menyamar sebagai perangkat lunak AI agen ditemukan. Ketergantungan pada API dan plugin pihak ketiga membuat satu kompromi hulu bisa menyebar luas ke sistem hilir.

Pentingnya SOC Modern dan Kolaborasi AI Manusia

Data dari Kaspersky Compromise Assessment menunjukkan 31% insiden berbahaya berlangsung lebih dari tiga bulan, sementara 52% pelanggaran tingkat tinggi baru terdeteksi setelah 90 hari. Bahkan ada insiden yang tidak terdeteksi selama empat tahun. Fakta ini menegaskan bahwa teknologi saja tidak cukup. SOC modern yang matang diperlukan untuk memperpendek jendela waktu serangan dan memberikan visibilitas penuh.

Kaspersky telah mengembangkan filosofi “Kecerdasan Manusia-Mesin” sejak 2004. AI bukan sekadar tambahan, melainkan tertanam di seluruh lapisan teknologi mereka. Dengan telemetri global anonim dari jutaan endpoint, Kaspersky melatih model Machine Learning untuk deteksi lebih cepat, otomatisasi cerdas, dan perlindungan konsisten.

Solusi KasperskyNext dan Layanan Terintegrasi

Produk KasperskyNext menyediakan perlindungan real-time, visibilitas ancaman penuh, serta kemampuan investigasi dan respons EDR/XDR. Generative AI dalam platform ini mampu mengubah data mentah menjadi intelijen terstruktur yang dapat ditindaklanjuti. Hal ini membantu tim keamanan bekerja lebih efisien, mengurangi upaya manual, dan menjembatani kesenjangan keterampilan.

Selain itu, Kaspersky menawarkan layanan terkelola seperti Compromise Assessment, MDR, dan Incident Response. Layanan ini mencakup seluruh siklus manajemen insiden, mulai dari identifikasi hingga remediasi. Untuk mendukung keberhasilan SOC, Kaspersky juga menyediakan SOC Consulting agar perusahaan dapat membangun SOC tangguh sejak tahap awal.

Kolaborasi AI Manusia Sebagai Masa Depan

Dalam konferensi Kaspersky APAC Cyber Insights 2026 di Ho Chi Minh City, para pakar menekankan bahwa SOC tradisional tidak lagi cukup. AI dan intelijen ancaman real-time kini menjadi pembeda antara sekadar reaktif dan benar-benar prediktif. Kolaborasi AI manusia memungkinkan organisasi membangun operasi keamanan adaptif yang selaras dengan keberlangsungan bisnis.

Iqbal Ramadhan
Iqbal Ramadhanhttps://www.pcplus.co.id
Tech professional from Jakarta, Indonesia. Specializes in software development and has a passion for innovation. I'm enjoys exploring new technologies, reading about AI advancements, and contributing to open-source projects.
ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

TUTORIAL

REKOMENDASI PRODUK

- Advertisment -