Incar Pangsa Pasar 35%, Cross Mobile Terapkan Strategi Kuno

JAKARTA, RABU – Pernah dengar ponsel merek Cross? Mereka yang tinggal di Jakarta mungkin awam dengan merek yang mengklaim diri sebagai produk berkualitas Eropa dengan harga terjangkau itu. Tapi mereka yang tinggal di daerah, khususnya kawasan Indonesia Timur, bisa jadi akrab dengan merek ini.

“Kami memang baru (masuk) di Jakarta. Tidak langsung (masuk) ke pusat belanja tapi ke pinggir-pinggir, daerah yang kurang perhatian, mulai dari ujung timur lebih dulu.  Makassar karena itu pintu gerbang ke Indonesia Timur, ke Manado mengarah ke Maluku Utara,” tutur Ir. Teddy Tjan (Marketing Director, PT Aries Indo Global) mengawali perkenalan produk baru Cross CB 83 AT di Jakarta tadi siang (22/12/2010).

“Strategi kita memang kuno banget, masuk dari pinggir. Pakai strategi makan bubur (yang mulai dari pinggir baru ke tengah agar tidak kepanasan, red.),” aku Teddy. Ia menjelaskan bahwa target pasar Cross bukanlah pengguna kelas atas  yang doyan BlackBerry atau merek Nokia, tapi kalangan pemula (entry level), remaja, anak SMP dan SMA. “Kelas B, C, D, tapi lebih banyak di C, D. Secara geografis mengarah ke Indonesia Timur, baru sekarang masuk ke Jakarta. Tapi di Indonesia Timur entry level banyak sekali, kebutuhannya hanya telepon dan SMS,” jelas lelaki berkacamata itu.

Kendati begitu, menurut Teddy, pangsa pasar Cross sudah cukup besar di tanah air. “Sudah nomor 1 penjualannya di Jawa Timur, pangsa pasar 35%. Di Jawa Tengah pangsa pasarnya 30%. Jawa Barat belum nomor satu tapi sudah mengarah ke nomor satu. Secara nasional sekitar 20%,” sesumbar Teddy.

Penguasaan cepat pasar Cross di kancah ponsel tanah air itu, urai Teddy, antara lain berkat adanya standar Eropa berupa sertifikat CE yang disandang Cross. “Desain sangat elegan, teknologi mutakhir (bisa 2 atau 3 kartu), kecepatan browsing mendekati 1Mbps. Marketing plan kita diciptakan beda dengan yang lain, kita pasang billboard 8x16m di bandara Soekarno Hatta, Jakarta,” cerita Teddy.

Karena itu Teddy pun tak ragu-ragu menarget penjualan 500 ribu unit per bulan sampai April 2011. “Kecil, karena pasar handphone di Indonesia 4 juta unit per bulan, jauh di atas notebook yang 3,5 juta per tahun,” katanya. “Per Mei 2011, target kita 1 juta unit per bulan. Kan hampir tiap bulan (Cross) luncurkan produk baru yang diminati konsumen, seperti seri CB 99,” tambahnya.

Untuk mencapai targetnya itu, Cross memang menyiapkan beberapa produk baru, seperti CB 99T yang serupa seri CB 99. “Meluncur Januari, pakai TV dan harganya lebih murah dibanding CB 99. Ada 2 GSM, 1 CDMA, 1,3 megapiksel. Harganya Rp 700 ribuan, dulu (versi sebelumnya) 999 ribuan,” ungkap Teddy.

Februari 2011, dijadwalkan menjadi peluncuran handphone yang mengusung teknologi 3G. “Juga sudah siapkan (ponsel) Android. Sekarang harganya masih mahal, Rp 2,5 jutaan. Tapi nanti Cross di bawah Rp 1 juta,” janji Teddy.