Oracle Dorong Perusahaan ke Private Cloud

JAKARTA, RABU – Manfaat cloud computing banyak digembar-gemborkan oleh para penyedia layanan tersebut. On-demand self-service, pengumpulan sumberdaya, elastisitas yang cepat, akses jaringan yang luas, serta servis yang bisa terukur adalah lima karakteristik penting dari cloud computing.

 

Cloud computing bisa digelar dalam empat model: public cloud, private cloud, community cloud, dan hybrid cloud. Masing-masing punya keunggulan. Private cloud yang jalan di intranet misalnya, dikelola oleh orang TI secara in-house dan tertutup bagi orang di luar perusahaan. Sementara public cloud  dikelola oleh pihak ketiga dan bisa digunakan oleh banyak perusahaan. Cloud computing ini bisa berwujud Saas (software as a service), Paas (platform as a service), atau Iaas (infrastructure as a service).

 

Kendati manfaatnya banyak dibicarakan, riset yang dilakukan terhadap 267 267 manager database dan TI dari grup pengguna independen Oracle di Amerika Utara selama Agustus – September 2010 menunjukkan keengganan perusahaan untuk memakai cloud computing. Hasil riset mengungkap, sedikit sekali perusahaan yang menggunakan layanan dari penyedia public cloud.

“Hanya 13,8% responden yang menggunakannya,” kata Willie Hardie (Vice President, Database Product Marketing, Oracle Corporation) dalam acara Roadmap to Enterprise Cloud Computing di Jakarta kemarin siang  (8/3/2011).

Perusahaan yang punya private cloud pun tidak banyak, hanya 28,6%. “Alasan tidak menggunakan cloud kebanyakan karena sekuriti dan juga service level di cloud,” kata Hardie.

 

Kendati demikian, Oracle tetap mendorong penggunaan cloud computing. Oracle, tukas Hardie, punya solusi lengkap untuk private maupun public computing. Aplikasi Oracle di perusahaan (private cloud) pun dapat dijalankan dari Amazon.com sebagai penyedia jasa public cloud.

 

Saat ini Oracle gencar mendorong perusahaan untuk beralih ke private cloud. “Manfaatnya, segala sesuatu bisa berjalan lebih cepat dan hemat tempat untuk menyimpan data,” jelas Hardie sambil menyarankan perusahaan untuk melakukan konsolidasi ke private Paas.

 

Sebagai dasar untuk private Paas, Oracle menyediakan Exadata dan Exalogic. Oracle Exadata Database Machine pun digadang-gadang sebagai solusi OLTP tercepat dan kinerja DW terbaik untuk tujuan konsolidasi data. Ini terdiri dari database server pool dengan Oracle Database 11g R2, Oracle Real Application Clusters dan Automatic Storage Management; storage server pool dengan sampai 336 terabyte disk dan 5 terabyte flash storage serta software Oracle Exadata Storage dan InfiniBand Network dengan 40Gb/s redundant switches.

 

Selain itu ada Oracle Exalogic Elastic Cloud yang disebutkan mampu menyajikan kinerja Java tercepat dan cost/performance Java terbaik. Solusi ini terdiri dari Oracle WebLogic Server Grid dengan 360 compute server 360 core, DRAM 2,8TB, solid state disk 960GB; Integrated Storage Appliance dengan SAS disk storage 40 terabyte dan cache baca 4 terabyte dan tulis 72GB; serta InfiniBand Network. “Juga ada model lain yang konfigurasinya mirip, tapi dengan 480 core,” tutur Hardie yang siang itu harus memburu waktu untuk mengejar penerbangan ke Singapura.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: