Saatnya yang Muda Bergerak!

JAKARTA,  SENIN – Tepat hari Sabtu (21/5) kemarin, komunitas Rotaract Club Semanggi Jakarta mengadakan temu komunitas sosial yang dikemas dalam tema Social Movement Festival 2.0. Event yang sebagian besar melibatkan pemuda ini selain sebagai silaturahmi antar organisasi juga sebagai ajang penyampaian ide untuk perubahan Indonesia yang lebih baik.

Ada sekitar 30-an komunitas yang hadir di acara ini dengan hampir 300 lebih peserta yang ikut memadati arena acara di @America, Pacific Place, Jakarta. Kebanyakan komunitas yang hadir pun sudah tidak asing di telinga masyarakat karena merupakan komunitas  besar macam Bike to Work Indonesia (http://www.b2w-indonesia.or.id/), Indonesia Bercerita (http://indonesiabercerita.org/), Indonesia Berkebun (http://www.indonesiaberkebun.org/), Indonesia Unite (http://indonesiaunite.com), Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KoPHI), Indonesian Youth Act, Indonesian Youth Conference, Bantu Indonesia, Yatim Online,  dan masih banyak lagi.

Ridwan Kamil (kiri), Indonesia Berkebun, Prof. Arief Rachman (tengah), pengamat pendidikan dan Adamas Belva (kanan), Bantu Indonesia saat berbicara di Social Movement Festival 2.0

Satu yang menarik, sebagian besar dari kegiatan komunitas yang hadir dalam Social Movement Festival 2.0 menggunakan jejaring media sosial elektronik sebagai basis informasi kegiatan mereka. Seperti komunitas Indonesia Berkebun, yang dari awal sampai saat ini memanfaatkan Twitter untuk menggerakkan pengguna media sosial 140 karakter  ini untuk  menanami “lahan tidur” di Jakarta dan kota besar lain supaya lebih hijau. Lain lagi dengan komunitas Bantu Indonesia. Komunitas yang bergerak untuk mencari serta menyalurkan dana untuk kegiatan sosial di Indonesia ini memanfaatkan Facebook dengan membuat program khusus yang bisa menampilkan logo si penyumbang ke wall Facebook para anggotanya yang kini sudah mencapai 2,5 juta orang lebih. “Ini bentuk lain dari promosi buat perusahaan dengan lebih efektif. Daripada harus memasang iklan yang mahal di media online, berkontribusi dengan Bantu Indonesia berarti menyumbang untuk kegiatan sosial di Indonesia tapi juga tepat bisa berpromosi dengan efektif,” kata Adamas Belva Syah Devara,  mahasiswa tingkat akhir  Nanyang Technological University, Singapur yang juga pengagas Bantu Indonesia.

Pandji Pragiwaksono (kiri), presenter dan pengagas Community for children with cancer dan Michael Jones, Chief Technology Advocate, Google.

Hadir sebagai pembicara di ajang tukar informasi  ini jantara lain  pengamat pendidikan Prof. Arief Rachman, Chief Technology Advocate Google, Michael Jones, Pengamat Jejaring Sosial Universitas Indonesia, Roby Muhammad, wakil komunitas Rotaract D3400 Rr. Monika Pratiwi,  penggagas Bantu Indonesia Adamas Belva Syah Devara, penggagas Indonesia Berkebun Ridwan Kamil, dan selebriti yang juga penggagas C3 (community for children with cancer) Pandji Pragiwaksono.

Buat kamu yang mau mengetahui bagaimana serunya acara Social Movement Festival 2.0 kemarin, silahkan simak rekaman videonya di http://www.ustream.tv/recorded/14852775

Brama Setyadi

Is a sushi and wife lover. Always curious about any "magic" done by technology. Photography is also my middle name.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.