Cloud Computing Bukan Lagi (suatu) Pilihan

Ki-ka: Andreas Kagawa (Country Manager Indonesia, VMWare Inc.), Darric Hor (Country Manager Director, Indonesia, Symantec), Jessica Schwarze (SAP Indonesia), Uday Mathkar (Oracle Indonesia), Damian Crotty (Presiden Direktur, ViFX APJ Pte Ltd), Susanto Djaja (Presiden Direktur, PT Metrodata Electronics Tbk.), Steven Law (NetApp Country Manager for Indonesia and Phillipines), Amalia Fahmi (Director, Small and Midmarket Solutions and Partners Group, Microsoft Indonesia),Victor Herlianto (Small and Medium Business Director, PSG, HP Indonesia) dan Kurnijanto E. Sanggono (Virtualization & Cloud Computing Business Head, Cisco Indonesia) bersama-sama menawarkan solusi cloud computing di tanah air.

JAKARTA, KAMIS – Adakah di antara kamu yang belum pernah memanfaatkan teknologi cloud computing? Rasanya langka deh. Kalau kamu suka ngupdate status dan mejeng foto di Facebook, kamu sebenarnya sudah menggunakan cloud computing.

Nah kalau awam sudah banyak yang terbiasa, kendati mungkin tanpa sadar, dengan cloud computing, tidak demikian dengan kalangan korporat/perusahaan/UKM. Banyak yang masih ragu-ragu merealisasikannya kendati sudah paham akan manfaatnya. Sekuriti selalu menjadi ganjalan utama, begitu kata saat berbicara dalam jumpa pers di Jakarta kemarin siang (26/10/2011). “Cloud is a journey,” kata Uday.

Padahal, begitu tegas Kurnijanto E. Sanggono (Virtualization & Cloud Computing Business Head, Cisco Indonesia), cloud sudah menjadi keharusan saat ini. “Bukan pilihan lagi. (ini) supaya operasional IT bisa berjalan lebih efisien dan membuktikan bahwa IT bukanlah cost center tapi bisa membantu meningkatkan profit margin perusahaan,” urai Kurnijanto. “Semua berkaitan dengan bisnis, bukan karena teknologinya yang lebih canggih,” tekan lelaki berkacamata itu.

“Virtualisasi sudah saatnya sekarang, dan (langkah) selanjutnya adalah cloud. Cepat atau lambat kita pasti akan ke cloud,” tambah  Andreas Kagawa (Country Manager Indonesia, VMWare Inc.). Ia mengungkapkan, setiap enam detik lahirlah satu mesin virtual di dunia. “Di dunia saat ini ada 20 juta mesin virtual. Berarti ada 20 juta aplikasi, yang kalau tidak divirtualisasi panjangnya bisa dua kali tembok Cina,” jelas Andreas tentang pentingnya virtualisasi dan cloud computing.

 

Namun untuk beralih ke cloud computing, tambah Amalia Fahmi (Director, Small and Midmarket Solutions and Partners Group, Microsoft Indonesia), para CIO (chief information officer) perlu memperhitungkan tiga hal, yakni teknologi di perusahaannya, kesiapan sumberdaya manusia, dan proses bisnis.

Di Indonesia, cloud computing sebenarnya bukanlah sekadar wacana. Sudah ada sejumlah perusahaan yang menerapkannya, biasanya dalam bentuk private cloud. “Private cloud lebih mudah diimplementasi karena secara bandwidth dan infrastruktur tertutup,” ujar Kurnijanto. “Public cloud di Indonesia masih belum matang,” imbuh Damian Crotty (Presiden Direktur, ViFX APJ Pte Ltd) yang perusahaannya hari itu resmi bermitra dengan Metrodata untuk menyajikan solusi cloud computing di Indonesia. “Cloud akan menjadi platform of choice dalam waktu 2 – 3 tahun,” tambahnya.

“Setelah virtualisasi, baru ke cloud. Model untuk perusahaan besar seperti telco, finance, oil & gas, manufacturing, dalam 1 – 5 tahun akan adopsi private cloud karena lebih secure. Perusahaan besar akan diarahkan ke cloud,” tandas Susanto Djaja (Presiden Direktur, PT Metrodata Electronics Tbk.) yang perusahaannya telah membuatkan cetak biru cloud untuk salah satu perusahaan telekomunikasi besar di tanah air.

Lalu seperti apa potensi bisnis cloud computing? “Sangat besar,” kata Damian. Susanto memberi gambaran bahwa dari 200 ribu server yang ada di Indonesia, kurang dari 10%-nya yang sudah tervirtualisasi. Potensi lainnya datang dari sekitar 3,5 juta PC desktop yang ada di Indonesia dan semuanya belum tervirtualisasi. “Yang paling susah adalah desktop, end-to-end devices,” ungkapnya.

Kuatir data center cloud computing berada di luar Indonesia sehingga nanti bermasalah dengan regulasi? Jangan kuatir, sudah ada sejumlah data center di Indonesia. Bahkan VMWare, tutur Andreas, baru saja menandatangani kerjasama dengan enam data center lokal.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: