Telkomsigma Tawarkan Public Cloud

ki-ka: Otto Beni Hantoro (Director, Business Solution telkomsigma), Bimo H. Purbo (Associate Director – Cloud Computing, PT Sigma Cipta Caraka) dan Roy Kaluku (Sales Director, NetApp Indonesia) usai memperkenalkan layanan public cloud Telkom Cloud.

JAKARTA, SELASA – “Kami tidak menjual teknologi dan cloud (computing) tapi manfaat dari IT dalam bentuk cloud computing,” begitu tandas Bimo H. Purbo (Associate Director – Cloud Computing, PT Sigma Cipta Caraka) saat berbicara dalam jumpa pers di Jakarta tadi siang (4/10). Bekerjasama dengan NetApp dan Telkom Group, Sigma Cipta Caraka telah menghadirkan TelkomCloud sebagai tambahan dari layanan-layanan yang sudah ada.

“Di-launch besar-besaran karena kami sangat memahami kesulitan pengelola IT, yakni infrastruktur harus nomor satu sesuai dengan kebutuhan, cepa, juga efisien,” papar Otto Beni Hantoro (Director, Business Solution telkomsigma). “Ini adalah solusi dari Telkom Group yang dijalankan oleh telkomsigma. Pada prinsipnya memberikan kemudahan kepada perusahaan, yakni berupa computing power, storage, network yang sifatnya on demand, sebesar yang diperlukan dan bisa dilakukan dengan cepat. Dan harganya terjangkau,” urai Otto.

 

Lho apa bedanya dengan Telkom Cloud dengan tawaran dari perusahaan lain? Bukankah hal yang sama juga disodorkan mereka? “Kami beda dari yang lain karena pertama class world. Sigma sudah lebih dari 10 tahun menjalankan data center. Kami me-leverage pengalaman di IT operation management dan software as a service (Saas). Fleksibel. Juga menawarkan premium quality melalui pengalaman di managed service, jaringan Telkom Indonesia, dan kerjasama dengan premium partner seperti Cisco dan NetApp,” kilah Otto.

 

“Public cloud itu perlu memperhatikan efisiensi, fleksibilitas dan secure. Yang paling utama adalah secure, jadi data customer dalam lingkungan yang sama tidak lompat,” terang Roy Kaluku (Sales Director, NetApp Indonesia). “Dukungan NetApp adalah Multi storage yang bisa membuat seolah-olah satu physical storage dibagi dalam IP masing-masing sehingga pemilik data A tidak bisa melihat data si B, jadi data tidak akan tercampur.”

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.