Memori Flash Makin Dibutuhkan dan Terjangkau

JAKARTA, RABU — Dua puluh lima tahun lalu mungkin tak ada yang membayangkan kalau memori flash akan begitu dibutuhkan dan digunakan di banyak perangkat. Namun itulah faktanya. Memori flash kini bercokol di smartphone, tablet, laptop supertipis, juga perangkat elektronik lain. Harganya kian terjangkau, sedangkan kapasitasnya membesar.

Mungkin ada yang ingat produk SSD (solid state disk) pertama SanDisk yang dirilis tahun 1991. Kapasitasnya cuma 20MB, tapi harganya US$ 1000! Sekarang kapasitas segitu harganya US$ 0,2 saja. Dalam 20 tahun terakhir ini, SanDisk berhasil meningkatkan kapasitas memori flash-nya 30.000x, sambil mengurangi biaya sampai 50.000x.

Saat ini, memori flash sedang naik daun karena biayanya yang rendah dan pemakaiannya yang meluas. IDC memprediksi akan ada 2,7 zettabyte (ZB) konten digital (film, musik, dokumen, data lain) tercipta tahun ini. Jumlah ini 20x jumlah konten digital tahun 2005.

Penggunaan memori flash bahkan sudah merambah ke awan (cloud). .” Pusat data menggunakan solid state drive berbasis memori flash untuk menawarkan kelebihan yang menarik bagi perusahaan awan karena SSD menawarkan alat yang paling hemat untuk mendistribusikan informasi lebih cepat dalam infrastruktur yang telah ada, seringkali disebabkan peningkatan besar pada kinerja HDD,” kata Joseph Unsworth (Research Vice President, Gartner).

“Permintaan akan flash tengah mencapai puncaknya dan saat ini merupakan saat yang menggembirakan untuk memimpin industri yang memiliki potensial sangat besar untuk masa depan,” kata Sanjay Mehrotra (President, Chief Executive Officer dan Co-founder, SanDisk) dalam rilis persnya.

 

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.