Metrodata: Sukses Pasarkan Produk dengan Menerapkannya Sendiri

ki-ka: Sjafril Effendi (Direktur) dan Susanto Djaja (Presiden Direktur) memaparkan rencana Metrodata menggelar ajang Metrodata Solution Day 2014 di Jakarta.
ki-ka: Sjafril Effendi (Direktur) dan Susanto Djaja (Presiden Direktur) memaparkan rencana Metrodata menggelar ajang Metrodata Solution Day 2014 di Jakarta.

JAKARTA, PCplus – Pengalaman adalah guru terbaik. Dan itulah yang dipraktekkan Metrodata saat berjualan produk maupun servis/jasa TI di tanah air. Sebagian dari produk/jasa yang ditawarkan perusahaan yang berdiri pada 25 April 1975 tersebut sudah lebih dulu diterapkannya.

Produk-produk berbasis cloud adalah contohnya. Microsoft Office 365, Oracle Taleo untuk human capital management, remedy force untuk ticketing sytem dan salesforce adalah jajaran produk yang sudah diterapkan Metrodata sebelum mereka memasarkannya.

“Coba dulu sehingga lebih mudah memasarkannya. Biar tahu kesulitan dan problem-problem yang dihadapi kustomer,” kata Susanto Djaja (Presiden Direktur, PT Metrodata Electronics Tbk) dalam jumpa pers di Jakarta (27/8/2014) tentang alasan penggunaan sendiri sejumlah produk TI sebelum mereka memasarkannya. Susanto menganalogikannya dengan calon dokter yang harus disuntik sebelum menyuntik pasien agar tahu bagaimana agar tidak sakit saat disuntik.

Penerapan terlebih dulu di perusahaan, tambah Sjafril Effendi (Direktur, PT Metrodata Electronics Tbk), ini diawali perusahaan yang go public Februari 1990 tersebut pada tahun 2000. Ketika itu Metrodata menjadi pionir sebagai pengguna ERP (enterprise resoruces planning) SAP pertama di dunia. Kini, tutur Sjafril, Metrodata merupakan partner SAP terbesar di Indonesia. Dengan menggunakan SAP, pendapatan Metrodata tahun 2003 bertumbuh menjadi Rp 200 miliar.

“Setelah 10 tahun terbukti. Moga-moga bisa ulangi lagi sukses, tapi tidak harus menunggu 10 tahun, tapi 3 – 4 tahun,” kata Sjafril. Saat ini, ungkap Sjafril, perusahaannya masih pakai platform yang sama. “Tapi sekarang juga perlu investasi di sumberdaya manusia, yang diharapkan live November 2014. Nantinya akan (Metrodata) jual sebagai software as a service (SaaS), jadi perusahaan tidak perlu beli lisensi,” katanya.

Metrodata, tandas Sjafril, tidak lagi sekadar berjualan produk. “Tapi solusi dan benefit-nya,” katanya. Trik Metrodata memasarkan berbagai solusi TI ini terbukti dengan masuknya perusahaan TI lokal ini dalam jajaran Indonesia Fortune 100 Company selama lima tahun. “Tidak banyak perusahaan yang konsisten lima tahun tumbuh revenue-nya,” kata Sjafril.

Akhir tahun ini, pendapatan perusahaan dengan 2000-an pekerja tersebut ditargetkan mencapai Rp 8 trilyun. Tahun lalu, 2013, Metrodata mencatatkan pendapatan senilai US$ 708 juta.

Salah satu cara Metrodata mempertahankan pertumbuhan pendapatannya adalah dengan menggelar MSD (Metrodata Solution Day) secara setiap tahun. Tahun ini MSD dijdwalkan berlangsung 17 – 18 September di Jakarta. Sebelumnya acara yang menginjak tahun ke-11 ini sudah terlebih dulu digelar di Medan, Surabaya dan Bali. Dalam MSD 2014, Metrodata dan para mitra bisnisnya akan memamerkan solusi yang menjawab lima tren TI: cloud, mobilitas, social media, big data dan security.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: