Ukuran Kamera Smartphone Bakal Mengecil tapi Kualitas Image Membaik

algolux sampleJAKARTA, PCplus – Bagi banyak orang, kamera di ponsel adalah fitur vital. Mereka tidak lagi menggunakan kamera digital, tapi kamera ponsel untuk memotret kapan saja dan di mana saja. Cuma banyak orang yang kurang puas dengan kualitasnya.algolux sample

Pasalnya, memasukkan hardware untuk kamera berkualitas tinggi dalam badan smartphone yang ramping itu tidaklah mudah. Makin halus lensa kamera, akan semakin kecil distorsi yang dihasilkan. Namun jika lensa terlalu kecil, efek dari distorsi justru diperbesar. Akibatnya, handset kadang-kadang mempunyai tonjolan akibat menampung lensa yang pas ukurannya dan mulus.

Kelemahan ini dicoba jawab oleh perusahaan startup dari Canada, Algolux. Mereka mengatakan kekurangan di lensa (atau fotografer) bisa diatasi dengan komputasi. Walhasil kualitas image yang lebih baik bisa diperoleh dari ponsel yang ada saat ini. Teknologi ini juga disebutkan bisa membuat kamera ponsel lebih tipis dan murah.

Perusahaan berbasis Montreal yang baru saja menyelesaikan ronde pendanaan US$2,6 juta kini sedang menguji teknologinya pada beragam smartphone. CEO Algolux Allan Benchetrit yakin tahun depan beberapa produsen ponsel akan menambahkan software-nya ke beberapa handset.

kaktus algoluxSerangkaian foto contoh di situs web Algolux menunjukkan alasan ketertarikan mereka. Ada perbedaan jelas antara foto “sebelum” dan “sesudah.” Foto-foto smartphone yang dikoreksi untuk aberration di hardware kamera menunjukkan jarum yang lebih tajam pada kaktus di satu foto, dan huruf yang lebih tajam di tulisan sprinkler di foto lain. Algolux melakukannya dengan mengidentifikasi kekurangan-kekurangan tertentu pada sebarang kamera melalui proses kalibrasi dan membalikkannya dengan software-nya.

Algolux juga punya metoda koreksi untuk efek kabur akibat gerakan (motion blur), yang sering terjadi ketika kamu memotret pada kondisi kurang cahaya. Untuk ini, Algolux menggunakan kamera depan yang mengambil video kecepatan-tinggi saat foto dibidik dengan kamera belakang.

Data dari kamera depan dipakai untuk melacak gerakan dan dipadukan dengan pembacaan sensor dari ponsel, seperti accelerometer dan gyroscope, untuk mendapatkan pengukuran keseluruhan tentang bagaimana pengguna menggerakkan kamera untuk membuat efek kabur. Informasi ini kemudian bisa dipakai untuk menentukan bagaimana software deblurring harus bekerja pada image yang diambil dengan kamera belakang.

Ah, tapi masih perlu waktu sebelum taktik kedua ini disertakan dalam sebarang ponsel. Menggunakan kamera depan dan belakang berbarengan untuk mengambil foto dan video tidaklah lazim dilakukan dengan smartphone yang ada sekarang. Bahkan tidak bisa dilakukan di perangkat Apple.

Nah tinggal terserah pada produsen smartphone Android untuk memutuskan apakah akan memungkinkan penggunaan kedua kamera pada handset-nya deh. Kita tunggu saja kabar selanjutnya.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.