Begini Cara ZTE Blade S6 Curi Perhatian Pasar

zte blade s6bJAKARTA, PCplus – Smartphone 4G LTE besutan ZTE ini, Blade S6, diluncurkan pertama kali di dunia Januari lalu. Dalam tempo tak lama, smartphone yang ditanami prosesor Qualcomm Snapdragon 615 octa-core pertama di dunia dan fitur Innovative Smart Sense itu berhasil mencuri perhatian pasar Asia dan Eropa.

Blade, kata ZTE, adalah smartphone dengan spesifikasi dan fitur mutakhir dengan garga kisaran US$ 150 – US$ 300 di 60 pasar di dunia. Seri ini dimulai ZTE dengan V880, yang sangat populer setelah meluncur tahun 2011 berkat resolusi layar dan spesifikasinya.

Blade S6 memulai debutnya di sebuah hotel di Hongkong. Adalah CEO ZTE Mobile Devices Adam Zeng yang memperkenalkan Blade S6 saat itu. Setelah itu, Blade S6 memulai perjalanannya ke tangan para konsumen di Asia, Asia Tenggara dan Eropa.

Di Jepang, yang konsumennya cerewet, ZTE menggandeng NTT Resonant. Sementara di Australia, kemitraan digalang dengan JB Hi-Fi untuk menjual Blade S6 di website online dan toko-toko. Agar sesuai kebutuhan khusus konsumen Australia, ZTE melakukan modifikasi hardware dan software, seperti RF band dan partisi, serta Android Lollipop 5.0.2 vanilla yang tertanam tanpa memerlukan skin tambahan atau modifikasi pada antarmukanya.

Di Indonesia, Blade S6 dijajakan via situs e-commerce Lazada pada Mei 2015 . Satu hari setelah peluncurannya di Indonesia, registrasi pre-order ZTE Blade S6 mencapai angka 10.000. Seperti di Indonesia, Blade S6 juga dijajakan via situs Lazada di Malaysia. Namun di negara jiran itu, juga tersedia di berbagai dealer ritel.

Di Eropa, Blade S6 sekarang tersedia di Inggris, Jerman, dan Spanyol. Di Inggris, Blade S6 dapat dibeli pada outlet berskala besar: Micro-P(Exertis), Shop Direct Group shops, Argos, Amazon, Techify, Ebuyer dan Lazook. Di Jerman, ZTE bekerjasama dengan retailer elektronik terbesar bagi konsumen, Media Saturn, untuk menjual Blade S6 dengan harga 249 Euro. Sementara di Spanyol ZTE meluncurkan iklan dengan tema ‘El Que No Corre, Vuela!’, demi mempromosikan perangkat dengan chipset octa-core yang cepat ini.

Sebenarnya apa sih istimewanya Blade S6? Pertama tentu saja harganya yang terjangkau. Spesifikasi dan juga desainnya juga memikat. Dengan struktur yang membulat dan desain unibody yang ramping, smartphone Android 5.0 Lollipop ini nyaman digenggam.

Smartphone ini disemati fitur SmartSense yang melakukan kendali berdasarkan gerak dan gestur. Kamera depan misalnya, bisa diaktifkan untuk selfie dengan menggenggam ponsel secara horisontal dan menekan tombol volume up sambil mengangkat ponsel dengan posisi kamera menghadap wajah. Untuk kamera belakang dengan resolusi 13 megapiksel, ZTE menyertakan lensa fokus otomatis, sensor Exmor RS IMX 214, dan LED flash, juga mode shooting dan filter siap pakai. Penggunanya bisa mengontrol ISO, exposure, control ISO, exposure, white balance dan focal point, seperti pada kamera SLR profesional.

Dalam beberapa bulan ke depan, Blade S6 siap menjangkau negara berkembang lain, seperti India dan Thailand. Saat ini, Blade S6 juga datang dengan versi Phablet dan versi “Lite” yang harganya lebih murah. Smartphone ini tersedia dengan empat warna baru: ungu aurora, coklat Tahiti, Emas Venice, dan Merah Baroque. Ini di luar warna konvensional yang sudah lebih dulu tersedia: silver atau pink matte.

Pengguna Blade S6 and Blade S6 Lite dapat mengunduh aplikasi Eyeprint ID melalui upgrade FOTA di akhir Juni. Eyeprint ID adalah solusi biometrik berbasis retina pertama dari EyeVerify yang bekerja dengan menangkap pola syaraf mata yang unik yang terdapat di mata manusia dengan menggunakan kamera depan Blade S6. Hal ini memungkinkan pengguna membuka kunci smartphone-nya tanpa menggunakan tangan. Solusi privasi yang inovatif ini pertama kali tersedia di smartphone ZTE pada Maret tahun ini, ZTE Grand S3.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer