Rayakan Usia 30 Tahun, Qualcomm Dukung terus Handset 4G LTE di bawah Rp 1 Juta

ki-ka: Country Manager Qualcomm Indonesia Shannedy Ong usai menyerahkan potongan tumpeng ultah Qualcomm ke-30 kepada para mitranya:  Sukaca Purwokardjono (Division Head Smartphone Business, PT Smartfren Telecom Tbk), Usun Pringgodigdo (General Manager, Polytron Mobile Phone) dan Sam Ali (Chairman, TSM Technologies)
ki-ka: Country Manager Qualcomm Indonesia Shannedy Ong usai menyerahkan potongan tumpeng ultah Qualcomm ke-30 kepada para mitranya: Sukaca Purwokardjono (Division Head Smartphone Business, PT Smartfren Telecom Tbk), Usun Pringgodigdo (General Manager, Polytron Mobile Phone) dan Sam Ali (Chairman, TSM Technologies)

JAKARTA, PCplus – Tiga puluh tahun bukanlah usia yang muda bagi sebuah perusahaan teknologi. Dan usia itu sudah dicapai oleh Qualcomm. Dalam diskusi media pada perayaan sederhana di Jakarta (21/8/2015), pemimpin teknologi 3G. 4G LTE dan teknologi nirkabel generasi mendatang ini menegaskan komitmennya untuk memajukan teknologi mobile di tanah air.

“Fokus utama kami masih di mobile handset (chipset). Untuk yang lain, secara teknologi sudah siap jika ada perusahaan yang mau (mendukung),” ucap Shannedy Ong (Country Director, Qualcomm Indonesia). Dijelaskan oleh Shannedy,, Qualcomm memiliki tiga lini bisnis lain, yakni chipset, lisensi dan new business (seperti machine-to-machine, mobile health, mobile payment). Namun untuk pasar Indonesia, perusahaan yang selama 30 tahun ini sudah mengucurkan dana R&D 36 miliar AS itu hanya bermain di chipset unfuk perangkat mobile.

Pionir teknologi CDMA ini kini, kata Shannedy, akan terus melanjutkan teknologi mobile-nya. Di Indonesia sendiri, Qualcomm sudah beroperasi sekitar 10 tahun. Jejak kehadirannya dimulai pada Telkom Flexi, Bakrie Telecom, Mobile 8. Tahun 2010, Qualcomm digunakan oleh operator Smartfren yang menggunakan teknologi CDMA-EVDO. Saat ini chipset Qualcomm juga sudah memotori handset 4G multi-mode pertama prodiuksi lokal, seperti Polytron. “Didesain dan diproduksi secara lokal oleh TSM,” ungkap Shannedy.

Produk Qualcomm, tambah Shannedy, telah memenuhi tuntutan operator telekomunikasi Indonesia yang sedang berlomba-lomba menghadirkan layanan 4G LTE, yakni Telkomsel, Indosat, XL, Smartfren dan Bolt. “Qualcomm memastikan adanya full ekosistem end-to-end, menghubungkan tuntutan operator ke OEM (original equipment manufacturer), agar speed tinggi, kualitas bagus dan desain tinggi. Jadi bisa produksi handset yang affordable,” tandas Shannedy.

Akhir tahun ini, janji Shannedy. handset 4G LTE dengan harga terjangkau, alias di bawah Rp 1 juta, akan lebih banyak bermunculan di tanah air. “Pakai prosesor Snapdragon 200. Bisa support VOLTE (voice over LTE). Entry level tetapi tidak mengorbankan kualitas,” katanya.

Saat ini handset 4G LTE dengan harga di bawah Rp 1 juta yang sudah beredar antara lain BOLT Powerphone E1.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

%d bloggers like this: