Untuk Pertama Kali, Twitter Kirimi Penggunanya E-mail Peringatan

twitterJAKARTA, PCplus – Para pengguna Twitter telah dikirimi e-mail peringatan bahwa akunnya bisa telah dibobol. Twitter telah mengirimi para penggunanya e-mail tentang ulah mencurigakan yang terkait dengan akun mereka.

E-mail, yang dikirimikan ke Twitter oleh sebuah perusahaan Canada, berbunyi,” Untuk berjaga-jaga, kami memberitahkan kamu bahwa akun Twitter-mu adalah satu dari kelompok kecil akunyang mungkin telah ditarget oleh para pelakuyang disponspori negara lain (state-sponsored).

“Kami percaya bahwa aktor-aktor itu (kemungkinan terkait dengan pemerintah) mungkin telah mencoba mendapatkan informasi seperti alamat e-mail, alamat IP, dan/atau nomor telepon.”

Ini pertama kalinya Twitter menggenapi janjinya Oktober lalu untuk memperingati orang jika ia yakin akun mereka telah dipantau oleh “the man.”

Lebih lanjut e-mail tersebut mengatakan bahwa targeting tidaklah pasti, bahwa tidak ada bukti pembobolan informasi personal dan bahwa mereka mungkin bukan target yang dimaksud, tetapi cuma terjebak di tengah-tengah. Namun, pesan ini akan membuat beberapa orang takut, dan membuat sejumlah orang lain merasa iri karena dianggap tidak cukup penting untuk dikirimi e-mail.

Pesan tersebut bahkan menyediakan tautan ke sebuah app anonim dari Tor Project. Twitter mengatakan, para pengguna yang mem-posting tidak dengan namanya sendiri mungkin menjadi target khusus. Ini karena program-program pemerintah seperti GCHQ’s Smurf, yang belum lama ini diungkap oleh Edward Snowden, dibuat untuk mencoba menemukan identitas asli penggunanya.

Peringatan seperti ini sudah ditawarkan Google sejak 2012. Sebagai perusahaan yang bermarkas di AS, Google dan Twitter berada di bawah tekanan untuk memastikan keamanan data penggunanya. Para vendor cloud juga sibuk memproteksi diri dan para kustomernnya. Microsoft Azure dan Amazon Web Service baru-baru mengumumkan”wilayah’ Inggis, membatasi data housing ke Inggris. Sementara Microsoft sekarang menawarkan housing di Jerman khususnya untuk memanfaatkan undang-undang privasi yang lebih ketat di negara tersebut.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer