Sekilas Perjalanan AMD Menuju Ryzen

Pada bulan Februari 2017, AMD secara resmi meluncurkan prosesor generasi terbarunya dengan nama kode Ryzen. Hadirnya generasi terbaru ini seakan mempertegas posisi AMD sebagai pesaing berat Intel. Sebelum hadirnya Ryzen, AMD telah lama berkecimpung di dunia prosesor mikro dengan berbagai produk yang dihasilkannya. Apa saja produk-produk yang telah dihadirkannya? Inilah sekilas perjalanan AMD dalam menghadirkan produk sejak berdirinya perusahaan tersebut.

AMD K5 dan K6: Generasi Pertama dan Kedua

Di tahun 1995, AMD memperkenalkan microprocessor pertama yang diberi nama AMD-K5. K5 dilandasi oleh arsitektur 32-bit (x86) yang dikembangkan oleh Intel dan yang menjadi standar microprosesor saat itu. Dari sisi teknologi, K5 lebih maju dibanding kompetitornya yaitu Intel Pentium dengan menawarkan clock speed seratus megahertz. Dalam waktu dua tahun kemudian, AMD meluncurkan AMD-K6 yang diposisikan sebagai prosesor berkinerja tinggi yang lebih murah, untuk menyaingi prosesor Intel Pentium II. Hadirnya prosesor ini membuat harga PC menjadi lebih terjangkau.

AMD K6-II dan K6-III: Varian Seri K6

Selanjutnya, AMD menghadirkan K6-II yang merupakan perbaikan dari versi sebelumnya dengan penambahan fitur 3Dnow!. Berikutnya juga hadir AMD K6-III Sharptooth yang merupakan versi K6 dengan adanya tiga cache yang terdiri dari 64 KB L1, 256 KB L2, dan variasi hingga 2 MB pada L3.

AMD K7: Kelahiran Athlon

Prosesor generasi ketujuh ini menjadi prosesor berarsitektur 32-bit tercepat saat itu dengan clock speed mencapai satu gigahertz. Ini diluncurkan beberapa hari sebelum dirilisnya Intel Pentium III 1 GHz. Selanjutnya, berurutan hadir varian dari Athlon seperti Athlon Thunderbird, Athlon Duron, Athlon Palomino, Athlon Thoroughbred dan Barton, Athlon Thorton, dan The New Duron.

AMD K7: Sempron, Pesaing Intel Celeron

Sempron memiliki memori cache yang lebih rendah serta lambat dibanding Athlon. Prosesor ini dibuat sebagai pesaing dari Intel Celeron yang juga dirancang sebagai komponen PC berbiaya rendah.

AMD K8: Athlon 64!

Di tahun 2003, AMD memperkenalkan prosesor x86 pertama yang ditujukan untuk komputasi 64-bit. Dengan nama kode K8, prosesor ini merupakan variasi K7 yang dimodifikasi. Dengan menggunakan rancangan 64-bit, AMD mampu meningkatkan dukungan memori hingga satu terabyte (TB).

AMD K8: Sempron

AMD juga memperbarui jajaran Sempron dengan menggunakan arsitektur K8. Seperti Sempron generasi pertama, prosesor ini memiliki cache lebih kecil dan clock speed lebih rendah dibandingkan K8 Athlon.

AMD K8: Athlon 64 X2

AMD mulai memperkenalkan prosesor dual-core yang menyasar segmen konsumen berdasarkan arsitektur K8. Meskipun dua inti prosesor tersebut tidak mampu bekerja pada thread yang sama secara bersamaan, CPU ini bisa menangani tugas-tugas lain dan meningkatkan kinerja multitasking.

AMD K8: Turion dan Turion X2

Di tahun 2005, AMD memperkenalkan lini produk untuk perangkat mobile (notebook) dengan nama Turion. Produk ini menggunakan arsitektur yang sama dengan prosesor desktop tapi mampu bekerja dengan daya yang lebih rendah. Kemudian hadir varian lain yang diberi nama Turion X2.

AMD K10: Generasi Quad-Core Phenom

Di tahun 2007, AMD memperbarui jajaran prosesor di kelas high-end yang memiliki empat inti (quad-core) melalui Phenom yang menggantikan Athlon. Pada tahun 2009, berlanjut hadir Phenom II dengan fabrikasi 45 nm yang menggunakan konsumsi daya lebih rendah. Ini membuat AMD dapat meningkatkan clock speed tanpa menghasilkan panas yang berlebihan. Kemudian muncul pula Phenom II X2 d X3 yang masing-masing memiliki dua dan tiga die dalam satu prosesor.

AMD K10: Athlon II dan Sempron

AMD meluncurkan prosesor berbasis K10 yang menyasar segmen low-end melalui seri Athlon II. Agar biaya produksi rendah, prosesor tersebut menggunakan die CPU tanpa L3 cache. Selanjutnya Sempron kembali hadir melalui arsitektur K10. Kemudian dilanjutkan dengan Phenom II K6 yang memperkenalkan teknologi Turbo Core yang memungkinkan prosesor meningkatkan clock speed hingga 3,7 GHz.

AMD K10: Fusion/Llano

Seri pertama APU hadir dengan konsep menciptakan prosesor yang mampu menghasilkan kinerja CPU dan grafis yang bertenaga. Ini ditujukan bagi pengguna yang ingin bermain game dengan tampilan grafis minimal serta biaya rendah.

AMD Bulldozer: Zambezi

Pada Oktober 2011, AMD memperkenalkan penerus arsitektur K10 melalui Bulldozer. Hadir guna menyaingi Intel Sandy Bridge, nyatanya Bulldozer banyak dikritik karena rakus daya dan menghasilkan panas yang lebih tinggi. Kinerjanya pun jauh di bawah Sandy Bridge.

AMD Piledriver: Trinity, Richland, dan Vishera

Memperbaiki kesalahan dari Bulldozer, hadir arsitektur Piledriver yang berbarengan dengan Trinity, generasi kedua seri APU. Selanjutnya, Richland hadir sebagai peningkatan dari Piledriver dengan kinerja yang lebih baik dari Trinity. Richland juga mengonsumsi daya yang lebih sedikit serta menghasilkan panas yang lebih rendah. Di seri FX, AMD menghadirkan Vishera yang menggantikan Zambezi.

AMD Steamroller: GCN APU

Pada tahun 2014, AMD memperbarui lagi jajaran seri APU yang menggunakan arsitektur Steamroller. Beralih ke fabrikasi 28 nm serta arsitektur GCN (Graphics Core Next), kinerja grafis arsitektur ini meningkat drastis.

AMD Ryzen: Kembalinya AMD

Arsitektur Zen merupakan teknologi baru buatan AMD dan perdana digunakan dalam prosesor Ryzen. Untuk tahap awal, AMD merilis seri Ryzen 7 yang terdiri dari tipe 1800X, 1700X, dan 1700. Tipe terkuat yaitu Ryzen 7 1800x memiliki 8 core, 16 thread serta memiliki clock speed 3,6 GHz. Tipe ini diklaim jauh lebih unggul dibanding prosesor Intel Core i7 6900K.

Tanggapan Kamu

komentar