Skip to content
PCplus Live PCplus Live
  • Berita Tekno
    • Terkini
    • Enterprise dan Korporasi
  • Belajar
    • Bikin Game
    • Belajar Hardware
    • Istilah-Istilah Komputer dan TI
  • Trik
  • Review
    • Smartphone
    • Laptop
    • Asesoris
    • Motherboard
    • Software
  • Komunitas
  • Blog
  • Hubungi Kami
  • Rekomendasi Produk
  • Computex 2026
0
PCplus Live
PCplus Live
logo eset

ESET Threat Report 2025: Ancaman Ransomware AI Makin Serius

Iqbal Ramadhan, 03/01/2026

Jakarta, PCplus – Laporan terbaru ESET Threat Report 2025 mengungkap fakta mengejutkan. Serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) kini bukan sekadar teori, melainkan sudah digunakan nyata oleh pelaku kejahatan digital.

Baca Juga: ESET Mobile Security Untuk Android Segera Meluncur

Salah satu temuan paling mengkhawatirkan adalah PromptLock, ransomware berbasis AI pertama yang mampu membuat skrip berbahaya secara dinamis. Berbeda dengan ransomware tradisional, PromptLock dapat beradaptasi dan mempercepat serangan, menjadikannya ancaman yang sulit diprediksiMedcom.id.

Selain itu, modus penipuan investasi juga berkembang pesat. Nomani scam tercatat meningkat 62 persen sepanjang 2025. Penipuan ini menggunakan deepfake berkualitas tinggi, situs phishing buatan AI, serta iklan digital berumur singkat untuk menghindari deteksi.

Ransomware sendiri melonjak tajam. Jumlah korban pada 2025 bahkan melampaui total sepanjang 2024 sebelum akhir tahun. Peningkatan diproyeksikan mencapai 40 persen year-on-year. Model ransomware-as-a-service seperti Akira dan Qilin mendominasi, sementara pendatang baru Warlock membawa teknik pengelakan lebih canggih.

Ancaman NFC dan Malware Baru

Tidak hanya perusahaan besar, target ransomware kini meluas ke UKM, pendidikan, kesehatan, hingga individu. Hal ini terjadi karena banyak pihak belum memiliki sistem keamanan berlapis atau kebiasaan digital yang aman.

Di sisi perangkat mobile, ancaman berbasis Near Field Communication (NFC) meningkat drastis. Deteksi serangan melonjak 87 persen pada paruh kedua 2025. Malware lama seperti Ngate berevolusi dengan fitur pencurian kontak. Sementara malware baru bernama RatOn menggabungkan remote access trojan (RAT) dengan serangan relay NFC. RatOn bahkan disebarkan melalui halaman Google Play palsu dan iklan yang menyamar sebagai aplikasi populer, termasuk layanan perbankan digital.

Infostealer lama seperti Lumma Stealer melemah setelah gangguan pada Mei 2025. Deteksinya turun hingga 86 persen. Namun, kekosongan tersebut segera diisi oleh CloudEyE (GuLoader), downloader malware yang melonjak hampir 30 kali lipat. CloudEyE digunakan sebagai pintu masuk untuk ransomware dan pencuri data lain, memanfaatkan layanan cloud seperti Google Drive atau OneDrive untuk menyebarkan muatan berbahaya.

Temuan dalam ESET Threat Report 2025 menegaskan bahwa ancaman siber kini bergerak lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih sulit dideteksi. Pemanfaatan AI oleh pelaku kejahatan digital menjadikan serangan semakin berbahaya.

Bagi Indonesia, yang tengah mendorong transformasi digital dan adopsi AI di berbagai sektor, risiko ini tidak bisa dianggap sepele. Kesadaran keamanan digital harus ditingkatkan, terutama pada pengguna smartphone dan layanan keuangan berbasis mobile.

Untuk laporan lengkap, kamu bisa membaca di WeLiveSecurity.

Berita Teknologi Eset

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shopee promo

Artikel Terbaru

  • Pentingnya Security Awareness Training Untuk Proteksi Korporasi
  • WhatsApp Plus Rp 13.900, Apa Bedanya dengan WA Biasa?
  • OpenAI Dan Broadcom Kenalkan Jalapeño, Chip Khusus untuk LLM
  • Waspada Serangan Malware WhatsApp Versi Terbaru
  • Waspada Bahaya Malware Wallpaper di Steam
  • Tren Ethernet Industri Kuasai Jaringan Pabrik
  • Uji ASUS ExpertCenter PM670KA, Pakai AMD Ryzen AI 300 Series
  • FortiNDR Cloud PoP Singapura Perkuat Deteksi Ancaman
  • Kejahatan Siber Indonesia 2026, Ini Sektor Yang Paling Diincar
  • Cara Nonton Streaming Piala Dunia 2026 di HP Tanpa Boros Kuota

Mengenal Istilah IT

  • Mengenal GenAI Agent: Asisten Virtual AI Serba Bisa Layaknya Manusia
  • Mengenal TOPs Di Prosesor NPU, Penting Buat AI?
  • Mengenal Google Search Generative Experience (SGE)
  • Mengenal SD-WAN Teknologi Jaringan Keren
  • Mengenal WiFi 6, Standar Baru Komunikasi Data Nirkabel
  • Persona Chatbot: Apa Itu dan Jenis-Jenisnya
  • Apa Itu Cache? Pentingkah?
  • SIM Swapping Apakah Berbahaya?
  • Mengenal Lebih Dekat JSON Script
  • Mengenal Neural Processing Unit (NPU), Chip Khusus AI

Cek Kecepatan Internet

Cek Lokasi 4G/5G

©2026 PCplus Live