Jakarta, PCplus – Tingkat kesiapan IT Indonesia dinilai masih tertinggal dalam menghadapi ancaman siber berbasis AI. Studi Fortinet dan Forrester Consulting menegaskan bahwa kompleksitas sistem serta fragmentasi alat keamanan menjadi hambatan utama bagi organisasi di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Fortinet FortiCNAPP: Solusi Terpadu untuk Risiko Cloud
Organisasi di Asia Pasifik menghadapi tekanan besar dari ancaman berbasis AI dan kompleksitas internal. Sebanyak 69% perusahaan menyebut AI sebagai kekhawatiran utama. Sementara itu, 64% organisasi menyoroti fragmentasi alat keamanan yang membuat deteksi ancaman semakin sulit.
Selain itu, 46% perusahaan mengaku kewalahan oleh volume alert berlebihan. Bahkan 43% organisasi masih bergantung pada alur kerja manual, yang memperlambat respons insiden. Tingkat kesiapan IT Indonesia juga masih terbatas, dengan mayoritas organisasi berada pada tahap menengah.
Pergeseran ke Platform Terpadu
Tren terbaru menunjukkan pergeseran ke arah keamanan berbasis platform terpadu. Saat ini baru 29% organisasi yang mengoperasikan platform semacam itu, namun angka ini diproyeksikan naik menjadi 60% dalam 12–24 bulan.
Pergeseran ini didorong oleh kebutuhan untuk:
- Mengurangi keragaman alat (58%).
- Meningkatkan integrasi lintas domain (52%).
- Mengelola kompleksitas hybrid IT (49%).
Meski ada hambatan seperti biaya migrasi (51%) dan keraguan terhadap kemampuan lintas domain (46%), konsolidasi platform dipandang mampu meningkatkan efisiensi SOC dan produktivitas analis.
Investasi AI dan Kesenjangan Kesiapan
AI kini dipandang sebagai ancaman sekaligus solusi. Sebanyak 95% organisasi berencana meningkatkan anggaran AI, dengan lebih dari separuh memproyeksikan pertumbuhan dua digit.
Manfaat yang diharapkan antara lain:
- Peningkatan akurasi deteksi ancaman.
- Respons insiden lebih cepat.
- Pengurangan proses manual melalui otomatisasi.
Namun, kesiapan masih tertinggal. Lingkungan yang terfragmentasi, data tidak terpadu, serta otomatisasi terbatas menjadi penghambat utama. Hal ini menegaskan bahwa kesiapan IT Indonesia perlu ditingkatkan dengan fondasi data yang kuat dan integrasi sistem terpadu.
Kompleksitas sistem dan ancaman berbasis AI telah menjadikan keamanan siber sebagai tantangan strategis. Organisasi di Indonesia perlu mempercepat transisi ke platform terpadu dan memperkuat fondasi data agar investasi AI benar-benar efektif.
Dengan langkah ini, tingkat kesiapan IT Indonesia dapat meningkat, sehingga deteksi ancaman lebih akurat, respons lebih cepat, dan efisiensi operasional SOC lebih tinggi.
Judul SEO
Tingkat Kesiapan IT Indonesia Hadapi Ancaman AI dan Kompleksitas Siber
Meta Deskripsi
Tingkat kesiapan IT Indonesia tertinggal, ancaman AI dan kompleksitas siber jadi tantangan utama.







