Jakarta, PCplus – Pertumbuhan bisnis sektor pasar menengah di Indonesia kini menghadapi tantangan keamanan siber yang kian kompleks. Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, Kaspersky mengumpulkan lebih dari 70 pemimpin bisnis dalam gelaran Kaspersky Secure: Live in Indonesia di Jakarta. Pertemuan strategis ini menyoroti pentingnya pengawasan keamanan sistem informasi secara berkelanjutan dan respons insiden yang tanggap.
Baca Juga: Kolaborasi AI Dan Manusia Jadi Kunci Keamanan Siber
Perusahaan dengan skala 100 hingga 999 karyawan kini menjadi motor penggerak ekonomi digital yang sangat potensial. Namun, keterbatasan anggaran dan tenaga ahli kerap menjadi kendala dalam membangun pusat operasi keamanan secara mandiri. Oleh karena itu, pendekatan pemantauan terpadu dibutuhkan agar operasional bisnis tetap terlindungi dari berbagai ancaman digital berbahaya.
Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, Defi Nofitra, menegaskan pergeseran paradigma proteksi digital bagi pelaku usaha. “Keamanan siber saat ini bukan sekadar melindungi perangkat, melainkan menjaga kelangsungan bisnis saat ancaman muncul,” jelas Defi Nofitra.
Tiga Pilar Penting Kaspersky MDR untuk Sektor Pasar Menengah
Dalam menghadapi lanskap ancaman modern, kehadiran layanan Managed Detection and Response menjadi fondasi penting bagi stabilitas operasional.
Berikut adalah tiga pilar utama perlindungan yang ditekankan dalam forum bisnis ini:
- Pemantauan Keamanan 24/7: Menghadirkan visibilitas penuh di seluruh jaringan titik akhir, server, dan infrastruktur cloud perusahaan.
- Analisis Berbasis Kecerdasan Buatan: Memadukan AI dan intelijen ancaman untuk menyaring gangguan sistem yang tidak relevan.
- Akses Langsung Ahli SOC: Menyediakan keahlian perburuan ancaman dan investigasi tanpa membebani pengelolaan tim teknis internal.
Defi Nofitra menambahkan bahwa kombinasi teknologi mutakhir dan keahlian manusia menjadi kunci mitigasi risiko digital. “Melalui Kaspersky MDR, kami membantu perusahaan memperkuat pertahanan dengan kombinasi AI dan analis berpengalaman,” imbuh Defi.
Kombinasi Kecerdasan Buatan dan Respons Ahli SOC
Layanan keamanan terkelola ini dirancang untuk mempercepat waktu penanganan insiden berbahaya sebelum melumpuhkan aktivitas bisnis. Melalui model terintegrasi, setiap anomali yang mencurigakan akan langsung divalidasi oleh analis manusia profesional. Hal ini memastikan setiap keputusan mitigasi dapat dieksekusi secara tepat sasaran tanpa mengganggu produktivitas karyawan.
Dengan menerapkan strategi perlindungan ini, perusahaan kamu dapat mengoptimalkan anggaran TI secara terukur dan terprediksi. Sistem digital perusahaan pun dapat beroperasi dengan aman tanpa rasa khawatir terhadap kebocoran data rahasia.




