Eco Products Exhibition, Ajang Belajar Produk Hijau Sejak Anak-anak

TOKYO, JUMAT – Deretan bus memenuhi sebagian lapangan parkir Tokyo Big Sight Convention Center Products pagi itu. Angin dingin bertiup kencang. Udara sangat sejuk pagi itu, sekitar 11 derajat Celcius. Namun wajah-wajah anak berseragam sekolah dan bertopi cerah yang turun dari bus-bus itu tampak sumringah. Mau pesiar?

Bukan! Mereka sedang menuju lokasi pameran produk ramah lingkungan, atau Eco Products Exhibitions yang diselenggarakan 9 – 11 Desember di Jepang. Pameran ini memang tidak hanya dihadiri orang dewasa, tapi juga anak-anak sekolah, mulai dari SD, SMP sampai SMA. Bahkan terlihat juga anak-anak TK yang dipandu oleh gurunya.

Di pameran yang menginjak tahun pelaksanaan ke 12 itu, orang memang tidak perlu berkerut dahi untuk memahami produk ramah lingkungan. Semua dibuat mudah, sederhana, dan menyenangkan. Pengunjung, termasuk anak-anak, diajak berpartisipasi aktif dalam pameran tersebut. Tidak hanya produk TI seperti printer yang dipajang, tetapi juga produk rumah tangga.

Di depan setiap stand, para penjaga biasanya akan membagikan lembar kuisioner berisi beberapa pertanyaan singkat. Jawaban dari pertanyaan di stand tersebut mudah ditemukan. Tidak harus bertanya ke penjaga, tapi bisa dengan membaca poster atau barang-barang yang dipamerkan.

Ada suvenir menarik menanti sebagai penukar lembar kuisoner yang sudah dilengkapi. Boneka kecil, wadah botol air, tas plastik ramah lingkungan, bahkan sebutir jeruk akan diberikan sebagai imbalan atas kesediaan pengunjung yang melengkapi kuisoner. Kegiatan ini pula yang menyebabkan setiap anak terlihat aktif dan senang mendengarkan penjelasan tentang produk-produk ramah lingkungan.

Di stand Epson, anak-anak dipandu mengerjakan pekerjaan daur ulang printer inkjet yang sejatinya dilakukan para pekerja di sentra daur ulang Epson Kanbayashi di prefektur Nagano. Semua komponen printer dipreteli satu per satu, sampai ink cartridge, persis seperti di lokasi Kanbayashi. Kendati serius, anak-anak tampak sangat menikmati hal tersebut.

Di stand Canon lain lagi. Di atas panggung kecil, dua anak diajak mengenjot berlomba sepeda statis yang masing-masing dihubungkan ke mesin pengubah energi menjadi tenaga listrik. Dua panel menunjukkan daya listrik yang dihasilkan masing-masing penggenjot. Listrik yang dihasilkan oleh genjotan tersebut konon cukup untuk mendayai printer inkjet.

Di stand Casio, dipamerkanlah arloji yang menggunakan panel surya sebagai tenaga penggerak. Di sana juga ditunjukkan arloji yang tetap bekerja baik kendati ditanam di dalam bongkahan es.

Di stand lain, terlihat bagaimana kita semua sebenarnya bisa menerapkan konsep hijau. Ini misalnya dengan menghemat pemakaian air untuk menyiram tanaman.  Ini misalnya dengan menggunakan penyumbat botol yang bercabang tiga. Ujung utamanya ditempelkan ke botol kosong plastik berisi air dalam posisi terbalik, yang sebelumnya diberi bola karet untuk mencegah air mengalir tanpa henti. Tiga cabang lainnya dihubungkan ke tiga botol lain yang masing-masing berisi tanaman. Nah, dengan cara ini kamu tidak perlu setiap hari menyirami tanaman itu. Air otomatis akan mengalir ke setiap botol, seperlunya. Hemat tempat, hemat air, dan praktis bukan?

Masih banyak produk menarik lain yang dipajang di pameran ini. Sebuah hall lain khusus menampilkan produk otomotif yang ramah lingkungan. Ini termasuk mobil bertenaga baterai. Sayang waktu PCplus untuk berkeliling sangat terbatas.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

2 thoughts on “Eco Products Exhibition, Ajang Belajar Produk Hijau Sejak Anak-anak

  • 17/12/2010 at 13:39
    Permalink

    Bumi sudag semakin tua, sudah saatnya industri menghasilkan produk ramah lingkungan

  • 17/12/2010 at 15:48
    Permalink

    Betul, bumi kita harus bisa lebih hijau dari sekarang. Kalo hijaunya ga ada n habis, jadi kayak film Wall-e deh….. he.he.he

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.