Nasib Symbian dan MeeGo Selanjutnya

Jumat lalu, Stephen Elop, CEO Nokia, mengumumkan bahwa Nokia resmi bekerjasama dengan Microsoft sebagai platform utama untuk produk smartphonenya. Sebelum bekerjasama dengan Microsoft, Nokia sudah menjalin kerjasama dengan Intel untuk membangun bersama sistem operasi gabungan, Moblin dan Maemo, yang dinamakan MeeGo. Setelah perjanjian baru ini, bagaimanakah nasib Meego dan Symbian itu sendiri?

Nokia sendiri sudah pernah meluncurkan smartphone ber-OS Meego, Nokia N900. Nokia menjelaskan bahwa komitmennya terhadap Meego akan terus berlanjut dengan menjadikan perangkat ini sebagai proyek jangka panjang untuk mengekplorasi kemungkinan menjadi platform dan UI (user experience) perangkat di masa depan. Nokia bahkan masih merencanakan untuk mengapalkan beberapa perangkat berbasis Meego akhir tahun ini.

Namun, Elop kemudian menghaluskan pernyataan itu dengan menyebut MeeGo akan jadi salah proyek pembelajaran. Pernyataan yang mengindikasikan kurang dihiraukannya sistem operasi bersama Intel itu. Nokia bahkan diberitakan Tech Crunch hanya mempekerjakan tiga pengembang eksternal atas proyek kostumisasi UI MeeGo. NokiaN900 yang mengusung Meego juga kabarnya dipeti-eskan akibat komplain yang disampaikan para operator.

Lalu bagaimana dengan Symbian? Dalam rilisnya, Nokia berencana untuk menjadikan sistem operasi ini sebagai platform franchise. Penerapan strategi ini tentu terkait dengan 200 juta pengguna Symbian yang eksis saat ini. Nokia tak ingin kehilangan mereka. Dengan memelihara platform ini, Nokia berharap dapat memperluas investasi dan memetik nilai tambah dari strategi ini. Nokia bahkan memperkirakan bahwa perangkat Symbian ini akan terjual lagi sebanyak 150 juta unit di tahun ini. Namun lagi-lagi, Elop memperlemah pernyataan iniĀ  denga menginsikasikan bahwa Symbian memang tengah menjalani akhir hidupnya dan segera digantikan oleh Windows Phone.