Pasang Lampu Full LED, Carrefour Hemat Energi 35 Persen
JAKARTA, KAMIS – Hemat energi, ramah lingkungan, green product adalah istilah yang banyak dilontarkan belakangan ini. Maklum dunia mulai mengalami krisis energi, khususnya energi yang berasal dari fosil. Maka upaya-upaya menghemat energi selalu diutamakan, utamanya oleh negara-negara maju.
Rekomendasi Produk PCplus
-
Sale!
ASUS ROG FLOW X13 GV301RA – R7RADA6T-O – R7-6800HS – SSD 512GB – 120HZ
Rp18,699,000.00 Buy product -
Sale!
Lenovo ideapad Slim 3i-14ITL6 – HYID i3-1115G4 SSD 256GB Arctic Grey
Rp5,899,000.00 Beli Sekarang -
Telkomsel Orbit Pro Modem WiFi 4G High Speed
Rp1,129,000.00 Beli Sekarang -
AXIOO PONGO 960 I9-13900H SSD 512GB RTX 4060
Rp24,999,000.00 Beli Sekarang
Dalam hal hemat energi ini, Indonesia patut berbangga. Sebab Carrefour Indonesia, sebuah hypermarket yang 40% sahamnya dimiliki oleh perusahaan lokal, menjadi gerai pertama di dunia yang ramah lingkungan karena seluruhnya diterangi oleh lampu hemat energi Full LED. Di seluruh penjuru gerainya yang berlokasi di sebuah mal di Jakarta Barat, Carrefour menggunakan sistem lampu Full LED dari Philips. Ini dimulai dari lokasi mesin kasir, penerangan seluruh gerai, sampai lampu-lampu penerang di dalam lemari-lemari pendingin. Total terpasang 4620 lampu Full LED.
“Carrefour Indonesia adalah yang pertama (terapkan Full LED system) di dunia,” kata Satria Hamid Ahmadi (Public Affairs Senior Manager, Carrefour Indonesia) dalam jumpa pers di gerai Carrefour Emporium Pluit Mall, Jakarta tadi siang (14/4/2011).O ya, lampu Full LED adalah tipe lampu yang konsumsi listriknya lebih rendah dibandingkan lampu pijar biasa tanpa mengurangi tingkat terangnya.

Dengan menggunakan lampu Full LED keluaran Philips, Carrefour Indonesia diperkirakan akan menghemat pemakaian energi minimal 35%. “Ini akan secara signifikan mempengaruhi biaya operasional. Lampu LED juga tidak memproduksi radiasi inframerah, dan tidak mengandung merkuri sehingga tidak mencemari lingkungan. Ia relatif lebih dingin,” terang Satria.
Satria menambahkan, “Penghematan dari 50.000 titik yang akan terpasang di enam toko dan nantinya empat toko baru itu setara dengan penanaman 217.660 pohon. Nilai rupiahnya belum dapat disajikan karena baru sekarang dilaksanakan. Namun ada penghematan kWh tahun per tahun dan dampak pengurangan emisi CO2. Sekitar 290.000 kWh per tahun bisa dihemat untuk 50.000 titik.”
Selain di Emporium Pluit Mall Jakarta, sistem lampu Full LED segera akan diterapkan Carrefour untuk lima gerai lainnya, yakni di Mall of Indonesia, ITC Bumi Serpong Damai, Medan Fair, plaza Ambarukmo Yogyakarta dan Panakukang Mall Makassar. “Targetnya selesai bulan Mei 2011,” ungkap Satria. Selain di gerai yang sudah ada, sistem serupa akan diinstalasikan di empat gerai baru.
Upaya penghematan energi dengan memakai lampu hemat energi ini merupakan bagian dari komitmen Carrefour untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan cara meningkatkan efisiensi pemakaian energi 30% pada tahun 2020 dibandingkan 2004 dan juga dengan mengembangkan energi dan produk-produk yang lebih ramah lingkungan. Selain menggunakan lampu Full LED, upaya konservasi energi dilakukan Carrefour dengan menggunakan tas plastik ramah lingkungan (bio-degradable, dapat terurai di tanah setelah 2 tahun), juga memanfaatkan energi matahari di beberapa gerai barunya. “Ada kisi-kisi terbuka sehingga lampu di toko akan menjadi lebih terang jika mendung,” kata Satria.
Eh omong-omong mengapa Philips memilih Indonesia sebagai lokasi pertama pemasangan sistem lampu Full LED-nya? “Philips tidak memilih Indonesia, tapi Carrefour-lah yang memilih Indonesia,” ungkap Rob Fletcher (Presiden Direktur, PT Philips Indonesia).
“Kapasitas pemakaian energi di Indonesia besar, karena kita negara kepulauan dan penetrasi Carrefour berkembang cukup pesat. Sekarang kami punya 81 toko di seluruh Indonesia. Jadi inginnya ada kegiatan masif yang bisa dilihat semua orang, dapat jadi contoh untuk semua, dan bisa jadi langkah nyata untuk penghematan. Kami lihat (lokasi) Carrefour mana yang cocok, apakah di Malaysia, Cina. Potensi seperti itu didapat di Indonesia. Untuk reduksi listrik, Indonesia bisa jadi role model. Bisa jadi dampaknya multiplier effect. Ini adalah permulaan untuk melontar lebih jauh,” papar Satria.
memang udah saatnya kita beralih ke lampu yang hemat energi…….biaya murah dan ramah lingkungan…go green indonesia….semoga bisa di ikuti oleh perusahaan yang lain….
seandainya semua sudah sadar penggunaan lampu hemat energi…….go green indonesia