FotoFestafet, Ampuhnya Kompetisi Lumix Foto Estafet Lewat Media Sosial

Foto-foto karya peserta FotoFestafet yang dipamerkan

Jakarta, Kamis ­– Social media seringkali disebut-sebut sebagai media marketing alternatif yang andal. Nah, penasaran dengan predikat ini, Panasonic menjajaki media sosial sebagai media komunikasinya kepada pelanggan. Salah satunya dengan mengadakan kompetisi FotoFestafet yang melibatkan peserta di 12 kota di Indonesia. Para peserta kompetisi estafet foto ini diwajibkan menggunakan Twitter dan Facebook sebagai media komunikasi dan memamerkan hasil jepretan foto mereka menggunakan kamera Lumix DMC­FT3 dan DMC­TZ20.

Hasilnya, ternyata cukup menggembirakan, seperti diutarakan Dharma Parayana, Manager Network Dept. Panasonic Gobel Indonesia. Menurutnya, setelah mengadakan kampanye menggunakan jejaring sosial ini, kegiatan Lumix Indonesia lebih terlihat. Salah satu indikator yang digunakannya adalah hasil pencarian di Google, jumlah tweet, dan jumlah member di situs lumixkita.

Para peserta Fotofestafet akan dibagi menjadi empat tim, merah, coklat, biru, dan oranye. Setiap tim bertugas membuat foto sesuai tema yang ditentukan, yaitu Sosok (foto manusia dengan kegiatannya), Tempat (lokasi yang menjadi ciri khas kota, situs bersejarah), Seni (proses penciptaan karya), dan Kuliner (foto makanan khas dimulai dari proses pembuatan hingga penyajiannya). Foto yang dibuat menggunakan kamera Panasonic Lumix DMC­ FT3 dan DMC­TZ20 yang dipakai secara estafet di 12 kota. Tiap anggota tim mesti berkomunikasi dengan anggota lainnya melalui Twitter dengan #LumixFF. Hasil foto juga diposting ke Facebook. Foto dengan jumlah voting terbanyak jadi pemenang. Selain itu, dipilih juga tiga foto terbaik berdasarkan penilaian juri.

Jerry ketika menjelaskan soal kriteria penjurian FotoFestafet

Jerry Aurum, fotografer profesional, yang menjadi salah satu juri kompetisi ini membeberkan kriteria penjurian yang dilakukan tim juri FotoFestafet. “Foto mesti ada isinya. Jadi ada yang ingin disampaikan dari foto yang dibuat. Foto juga harus sesuai konteks, nyambung apa nggak dengan yang diinginkan oleh penyelenggara,” jelasnya. Akhirnya terpilihlah tim coklat sebagai pemenang FotoFestafet. Sementara foto terbaik berhasil digondol oleh Indra Prasta, Soekron Mohamad, dan Ratni Hardiana. Cek ketiga foto mereka halaman Facebook LumixKita.

DMC­FT3 merupakan compact camera generasi Tough Series. Sesuai namanya, kamera ini memang memiliki ketahanan yang “lebih”. Kamera ini diklaim waterproof hingga 12m, shockproof hingga 2m, freezeproof hingga -10 derajat celcius, anti debu, dilengkapi GPS, altimeter, kompas, barometer. Kamera ini pun bisa merekam gambar 3D. Sayang, gambar 3D ini hanya bisa dinikmati pada VIERA 3D TV saja.

Sementara LUMIX DMC­TZ20 merupakan travel camera yang dilengkapi dengan lensa LEICA
DC VARIO­ Elmar ultra wide­angle. Lensa ini berkemampuan tele mencapai 16 optical zoom plus 21x
kali dengan perbesaran digital dengan fitur Intelegent Resolution. Video pada kamera ini menggunakan format AVCHD sehingga ukuran ile bisa lebih kecil. Dilengkapi pula dengan kompas, GPS, Barometer, dan
Altimeter.

Total 480 foto hasil karya 1.639 peserta Fotofestafet dari Palembang, Semarang,
Denpasar, Pekanbaru, Surabaya, Medan, Banda Aceh, Pontianak, Samarinda, Manado, Makassar,
dan Jakarta dapat dilihat di website Panasonic Lumix http://www.lumixkita.com/site/article_foto.

Eka Santhika

Travelling di dunia digital dan dunia nyata ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.