Prediksi ESET: Tahun 2013, Smartphone makin Diincar Penjahat Cyber

trojanJAKARTA, RABU – Tahun baru, malware baru, ancaman baru? Hmm, kamu yang punya smartphone harus waspada tahun ini. Apalagi jika kamu melakukan transaksi perbankan melalui smartphone.

Menurut ESET, akan ada peningkatan signifikan untuk mobile malware dan variannya. Malware akan kian banyak menyebar viar situs internet, dengan memanfaatkan intermediary (perantara) berupa web server yang sudah diretas pelaku kejahatan. Pelaku kejahatan mengirimkan hyperlinks yang akan menggiring user ke situs maupun ke aplikasi yang mengandung malware. Pada saat yang sama informasi curian dikumpulkan di server yang menjadi host tersebut. Pelaku biasanya menghindari penggunaan komputer pribadi sebagai host karena kemungkinan user akan melakukan scanning sehingga data curian tersebut akan hilang.

Botnet juga diprediksi akan kembali bangkit.  Worm Dorkbot adalah salah satu threat yang paling produktif dalam berkembang biak, dan mampu membuat komputer korban menjadi zombie tahun lalu.

Ketika bermain di awan (cloud), kamu juga tak boleh lengah. Kebocoran infomasi di cloud computing akibat serangan sudah pernah terjadi. Data login pemilik akun www.dropbox.com misalnya, pernah dicuri. Begitu juga LinkedIn, Yahoo! dan Formspring. Penerbit kartu kredit Visa dan MasterCard juga pernah kebocoran data dari 56.455 rekening mereka, dan 876 di antaranya sempat dibajak dan dipakai pelaku kejahatan.

Kode jahat (malicious code) pada sistem operasi Android, begitu tulis ESET, tidak meningkat signifikan tahun lalu. Umumnya serangannya berupa pencurian informasi (spyware), penyebaran SMS message ke nomor-nomor bertarif premium, dan mengubah perangkat dan sistemnya menjadi zombies (botnet recruitment). Yang disebutkan terakhir bisa menyebabkan penjahat cyber secara remote menginstal malware, meng-inject malicious codes, mencuri data-data dan informasi tertentu, dan memodifikasi parameter konfigurasi, dan lainnya.

“Semakin tinggi interaksi masyarakat dengan komputer dan internet dengan alat apapun, PC, Laptop, USB, maupun perangkat komunikasi smartphone, maka akan semakin tinggi potensi mereka untuk jadi target kejahatan yang terkait dengan komputer dan internet. Pada kondisi ini, vector infeksi apapun yang masuk ke komputer tanpa otorisasi dari user akan mempermudah penyerang melakukan segala macam aksi seperti menyusupkan malware lewat celah pada program komputer, yang akan mendorong pertumbuhan botnet untuk spionase industri pada 2013,” tulis Yudhi Kukuh (Security Consultant, PT. Prosperita-ESET Indonesia) dalam rilis persnya.

 

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: