Kenalkan HTR, Huawei Janjikan UHD Video dengan Zero Wait dan No Lag

huawei htrJAKARTA, PCplus – Banyak orang saat ini tak bisa hidup ‘normal’ tanpa mobile devices, tanpa koneksi Internet. Di Indonesia pun begitu. Pengguna di tanah air, kata Mohamad Rosidi (GM Solution Consulting, Huawei Devices) dalam media briefing Huawei SDN & IP Summit 2015 di Jakarta (24/3/2015), bahkan sudah bergeser ke video. Peningkatannya diperkirakan 60% dalam kurun 2013 – 2018.

Namun di Indonesia, customer experience-nya masih rendah. Kecepatan tertinggi baru sekitar 2,41Mbps, tertinggal jika dibandingkan dunia yang di kisaran 9,7Mbps. Nonton video di smartphone atau tablet, apalagi video resolusi high definition, bisa tak sedap. Kedodoran, banyak lag, gambar berantakan.

Jalan keluarnya adalah dengan menggunakan layanan 4G LTE (long term evolution). “Voice bisa 2x lebih jernih dibandingkan 2G/3G. Video 25Mbps dan untuk data delay-nya kurang dari satu detik,” jelas Rosidi.

Cuma agar customer experience bisa lebih ditingkatkan, para operator mobile yang menyajikan layanan 4G perlu memperhatikan end-to-end bearer network, bukan hanya di tower. Huawei, kata Rosidi, punya solusi baru, yakni HTR (high throughput router) yang menjanjikan pengalaman nonton UHD (ultra high definition. 4K) nan bening . “Zero wait, no lag, dan no image defect,” ucap Rosidi.

Diklaim Huawei sebagai router pertama di dunia yang mampu memberikan UHD video experience, HTR dapat mengetahui status kemacetan, memrediksi bandwidth yang tersedia, secara otomatis menyesuaikan throughput network dan memberikan percepatan layanan yang berbeda. HTR dirancang untuk meningkatkan bandwidth transmisi dan meminimalisir dampak negatif dari kehilangan packet dan delay pada kualitas layanan video. Untuk MBB (mobile broadband), HTR bisa men-stream video 2K, atau video 4K untuk FBB (fixed broadband).

HTR Huawei disebutkan punya kapasitas 400G dan mendukung evolusi ke 1T/2T di masa depan. Karenanya ia cocok menjadi platform bagi layanan backhaul MBB 2K dan FBB 4K. Di dalamnya tercakup Smart Service Acceleration Engine (SSAE) yang terdiri dari 3 teknologi utama: network status sensing, packet loss identification dan packet recovery, serta delay compensation.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer