Jakarta, PCplus – Fortinet memperkenalkan FortiEndpoint sebagai solusi terpadu yang menggabungkan keamanan endpoint, akses aman, perlindungan data, serta tata kelola AI dalam satu platform. Dengan pendekatan ini, tim keamanan tidak perlu lagi menggunakan banyak produk terpisah yang sering menambah kompleksitas.
Baca Juga: Fortinet Kembangkan SOC Terpadu Di Ajang Fortinet Accelerate 2026
Michael Xie, Founder, President, dan CTO Fortinet, menegaskan bahwa Fortinet Security Fabric dirancang untuk menyatukan fungsi keamanan dan jaringan di seluruh perusahaan. “FortiEndpoint memperluas strategi tersebut dengan konsolidasi keamanan, akses aman, visibilitas AI, serta operasional berbantuan AI melalui satu agen, satu konsol, dan satu lisensi.” jelas Michael.
Mengamankan Penggunaan AI di Endpoint
FortiEndpoint kini memberikan visibilitas terpusat terhadap aplikasi dan agen AI yang digunakan di seluruh perangkat. Organisasi dapat mengidentifikasi aplikasi resmi maupun tidak resmi, termasuk shadow AI yang sering muncul tanpa pengawasan.
Dengan kebijakan pengamanan granular, tim keamanan bisa mengizinkan, membatasi, atau memblokir aplikasi sesuai kebutuhan. Hal ini mendukung adopsi AI yang bertanggung jawab sekaligus mengurangi risiko kebocoran data sensitif.
Perlindungan Data dan Pencegahan Kebocoran
Kapabilitas Data Loss Prevention (DLP) bawaan membantu mencegah kebocoran informasi pribadi, kekayaan intelektual, maupun data finansial. Fitur edukasi pengguna real-time juga hadir untuk mengingatkan karyawan mengenai kebijakan penggunaan AI tanpa mengganggu produktivitas.
Dengan integrasi DLP langsung ke FortiEndpoint, organisasi tidak perlu menambah solusi terpisah, sehingga operasional lebih sederhana dan efisien.
Operasional Berbantuan FortiAI
FortiAI-Assist yang terintegrasi memungkinkan tim keamanan menggunakan bahasa alami untuk menyelidiki insiden, memvisualisasikan temuan, dan melakukan troubleshooting. Selain itu, sistem ini mendukung Zero-Trust adaptif dengan penilaian risiko dinamis. Sehingga akses ke aplikasi AI dapat disesuaikan secara real-time berdasarkan tingkat risiko perangkat.
Chris DePuy, Technology Analyst dari 650 Group, menilai bahwa Fortinet menjawab kebutuhan utama para CISO saat ini, yaitu memperoleh visibilitas terhadap penggunaan AI, mengendalikan alat AI, melindungi data sensitif, serta menyediakan edukasi real-time agar karyawan dapat menggunakan AI secara bertanggung jawab.
Ketersediaan dan Dampak
Peningkatan terbaru FortiEndpoint akan tersedia pada kuartal ketiga 2026. Dengan pendekatan konsolidasi ini, Fortinet memberikan solusi praktis bagi organisasi yang ingin mengadopsi AI tanpa menambah kompleksitas operasional.
Bagi perusahaan di Indonesia, FortiEndpoint menjadi pilihan strategis untuk menghadapi ancaman siber yang semakin canggih sekaligus mendukung transformasi digital berbasis AI.




