Putus Hubungan, Asus dengan Garmin

JAKARTA, RABU – Per Januari tahun 2011, Asus akan mengakhiri kontrak hubungan kerjanya dengan Garmin.  Sebelumnya, sekitar dua tahun, kedua pihak berkolaborasi dalam mengembangkan ponsel pintar dengan fitur location-based berbasis GPS.

Di Indonesia, ponsel pintar hasil kolaborasi Asus-Garmin sudah dipasarkan belum lama berselang. Mei  lalu, di Jakarta Asus menggelar acara peluncuran salah satu ponsel pintar tersebut, yakni  Garmin Asus M10. Ponsel tersebut menawarkan fitur navigasi, alias penunjuk  jalan atau peta dengan akurasi 15 meter.

Siang ini (27/10/2010) Asus Indonesia bahkan sudah menjadwalkan perkenalan dua ponsel pintar lain kolaborasinya dengan Garmin yang tentu saja mengandalkan fitur navigasi.  Kedua ponsel pintar berbasis Android itu  adalah A10 & A50.

Sementara ini belum diperoleh detail resmi tentang penyebab putusnya hubungan Asus dengan Garmin tersebut. Juga bagaimana nasib produk yang sudah ada.

Namun laporan dari Digitimes menyatakan bahwa Asus akan kembali membuat handset dengan mereknya sendiri. Asus mengindikasikan bahwa handset mereka akan lebih menitikberatkan pada aspek gaya, bukan pada kepintaran (smart).

Digitimes juga menyebutkan bahwa pengumuman ini bisa juga menguntungkan Garmin. Selama ini perusahaan tersebut – karena kemitraan dengan Asus — harus menahan diri dari kerjasama dengan vendor-vendor lain.

“Di masa depan Garmin tidak akan terlalu terbatas dalam mendistribusikan solusi navigasinya ke vendor-vendor handset lain,” begitu tulis Digitimes.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.