58 Juta Lebih Pelaku Pendidikan Harus Melek Teknologi

intel-education-day
(kiri-kanan) Harry K. Nugraha (Director Strategic Business Development, Intel Indonesia), Ganis Samoedra M. (Business Development Manager, Intel Indonesia) dan Yudoko Adi (AVP Enterprise Marketing Management, PT. Telkom) saat diskusi panel Intel Education Solution Day.


Jakarta, Selasa – Menurut data Kemendikbud, saat ini ada lebih dari 58 juta pelaku pendidikan dari tingkat Taman Kanak-Kanak sampai Sekolah Menengah Atas yang perlu mendapat perhatian khusus terkait daya serap mereka terhadap teknologi. Hal ini penting untuk menuju visi Indonesia sebagai salah satu dari tujuh negara dengan ekonomi yang paling berpengaruh di dunia pada 2030 mendatang.

Hal ini mengemuka pada acara Intel Education Solution Day yang diselenggarakan Intel Indonesia di Jakarta hari ini (26/3). Menurut Ganis Samoedra M., Business Development Manager, Intel Indonesia, visi Indonesia tersebut bisa diwujudkan jika Indonesia mampu mentrasnformasikan diri dengan baik sekaligus beradaptasi dengan teknologi digital. Salah satu yang dicontohkan Ganis adalah dengan model transformasi edukasi yang ditawarkan Intel yang bisa membantu pemerintah meningkatkan kualitas sistem pembelajaran yang ada saat ini. “Berawal dari pendidikan kemudian akan berlanjut pada meningkatnya ekonomi dan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat di Indonesia,” jelas Ganis.

Model transformasi pendidikan Intel sendiri mengacu pada program Intel World Ahead yang bertumpu pada 4 dasar utama, yakni Aksesibilitas, Konektifitas, Edukasi, dan Konten. Aksesibilitas berarti memberi kesempatan yang sama kepada setiap orang untuk memakai atau memiliki teknologi yang terjangkau.

Konektifitas berarti penyediaan akses internet dengan kecepatan tinggi, sedangkan edukasi terkait pengenalan teknologi abad 21 kepada masyarakat saat ini. Terakhir yang tidak kalah penting adalah penyediaan konten lokal berkelas global bekerjasama dengan pemerintah atau organisasi non pemerintah untuk pendidikan Indonesia.

Kerjasama dengan Telkom

Konten dan perangkat saja dipandang kurang efektif untuk mewujudkan transformasi pendidikan di era teknologi saat ini tanpa bantuan infrastruktur yang tepat. Untuk itulah Intel juga menggandeng PT. Telkom untuk membantu penetrasi teknologi ke sekolah-sekolah.

PT. Telkom pun sudah siap dengan beragam program unggulannya untuk memuluskan proses tranformasi ini, salah satunya dengan meluncurkan Telkom IndiSchool atau Indonesia Digital School. Menurut Yudoko Adi, AVP Enterprise Marketing Management PT. Telkom, IndiSchool ini ditargetkan untuk menghubungkan 100.000 sekolah di Indonesia ke jaringan internet. Dengan IndiSchool, diharapkan sekolah bisa lebih mudah mengakses konten pendidikan yang ada di internet.

“IndiSchool dibuat oleh Telkom untuk kemajuan pendidikan Indonesia supaya akses internet bisa lebih merata,” jelas Yudoko yang juga mengatakan bahwa akses IndiSchool sangat murah dan terjangkau. Siswa bisa mendapatkan koneksi gratis selama 30 menit atau membayar Rp. 1000 untuk koneksi internet seharian. Jika butuh lebih banyak, cukup merogoh kocek sebesar Rp. 20.000 untuk koneksi selama satu bulan. Jika ada sekolah yang belum mendapatkan akses IndiSchool ini, Yudoko mempersilahkan pengelola sekolah menghubungi nomor 500250 untuk pengajuan koneksi.

Brama Setyadi

Is a sushi and wife lover. Always curious about any "magic" done by technology. Photography is also my middle name.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: