Ramah Lingkungan, Data Center Tier-3 Biznet Technovillage

biznet4

JAKARTA, RABU – Prospek data center di tanah air masih terbuka luas. Maklum berbagai perusahaan di tanah air, mulai dari bank sampai content provider dan perusahaan media, tumbuh pesat dan datanya terus bertambah dengan cepat setiap hari, sehingga sudah membutuhkan banyak server dan storage. Bikin data center sendiri? Tidak selalu lebih menguntungkan karena harus mempertimbangkan banyak hal, di antaranya ketersediaan ruang, sekuriti dan pasokan listrik.

Nah salah satu pusat data (data center) yang tersedia adalah milik Biznet. Ada dua lokasinya, satu tier-2 (tapi tanpa sertifikasi) di kawasan Sudirman Jakarta dan satu lagi di Cimanggis yang terletak 35km dari selatan Jakarta. Di lokasi terakhir inilah, Biznet mengoperasikan data center bersertifikasi tier-3 (tersertifikasi oleh Uptime Institute) terbesar untuk kawasan Asia. Yang unik, data center Biznet Technovillage ini juga ramah lingkungan loh.

Sertifikasi Green Building dari GBIC pun sudah dikantongi Technovillage. “Ornamen dari kayu yang banyak tertempel itu dibuat dari recycling peti kemas. Untuk penerangan kami pakai lampu LED yang hemat energi dan lebih terang. Kami juga tidak menggunakan karpet,” terang Michael Adrieza Darmawan (Data Center Sales Supervisor, PT Biznet Data Center) kepada kru PCplus dan InfoKomputer yang berkunjung ke Technovillage siang tadi (1/5/2013) tentang salah satu aspek ramah lingkungannya.

biznet1

Salah satu sudut ruang Biznet Technovillage. Beberapa ornamen kayu memanfaatkan bekas peti kemas

Aspek ramah lingkungan, green technology, juga dibuktikan Technovillage dengan tidak menggunakan baterai untuk UPS (uninterruptible power supply) sebagai backup listrik PLN. Sebagai pengganti baterai di UPS, digunakanlah sistem rotary untuk mengubah listrik pasokan PLN yang tidak stabil menjadi clean energy, tanpa fluktuasi dan juga untuk mencegah spike listrik.

“Pakai rotary, yang mampu menyimpan 1,8MW listrik selama 6 detik sampai genset di belakangnya start. Genset start butuh 1 detik. Jadi tidak ada downtime, perubahan signifikan waktu listrik mati. Ada dua mesin,” tutur Michael tentang dynamic rotary UPS.  “Tanpa baterai berarti tidak menghasilkan CO2. Green. Tidak ada limbah plumbum,” tambahnya.

Rotary, juga dipakai untuk mensirkulasikan dan memanaskan oil agar genset bisa langsung aktif untuk menggantikan listrik PLN. “Mirip turbin, pakai diesel dan bisa jalan tanpa listrik PLN selama empat hari jika full tank. (PLN) Pernah mati setengah hari,” kata Michael.

Dalam kunjungan ke Technovillage, PCplus melihat betapa luasnya data center Biznet yang resmi dioperasikan sejak tahun lalu itu. Luas totalnya 18.000 m2, tetapi 30%-nya merupakan ruang terbuka dan daerah hijau yang rindang dengan beragam pepohonan. Sebuah lapangan golf juga tersedia di kawasan yang sama.  Data center-nya sendiri menyita ruang seluas 6000 m2 dengan kapasitas 2500 rak (terdiri dari 14U, 21U, dan 42U).

biznet2

Akses masuk data center Biznet Technovillage. Ketatnya pengamanan membuat data center ini steril dari beragam ganggunan

Eh omong-omong tahu tidak apa itu tier-2 dan tier-3? “Bedanya hanya di downtime dan infrastruktur, Kalau tier-3, downtime satu tahun tidak boleh lebih dari 3 jam, tier-4 tidak lebih dari 1 jam dan ada sumberdaya alternatif dari listrik, misalnya gas,  yang setara besarnya,” jelas Michael.

O ya, data center sebenarnya ‘cuma’ merujuk ke ruang yang menampung sistem komputer (server) dan komponen yang terkait, seperti sistem storage dan telekomunikasi. Di dalamnya tercakup pula power supply cadangan atau redundant, koneksi komunikasi data redundant, juga sistem pendingin (AC), sistem pengendalian kebakaran,  dan sekuriti.

Data center Technovillage, terang Michael, menekankan pada DRC (disaster recovery center) dan langsung terhubung dengan Biznet Metro Fiber Optic Network yang redundant. Karena itulah lokasinya berjarak 35km dari ibukota Jakarta (spesifikasi DRC mensyaratkan jarak 30km). “Untuk hindari demo, banjir. Bangunannya juga sudah didesain tahan gempa dengan skala 8 Richter. Secara historis, di lokasi ini maksimal yang pernah terjadi berskala 2,5 Richter,” terang Michael.

Selain menyewakan ruang untuk data center, Technovillage juga menyediakan Grade A Office Building yang fasilitas dan tarifnya setara dengan di kawasan bisnis di Jakarta. Jasa co-location, cloud computing, manage service, dan dedicated server juga disediakan.

Salah satu area kantor di Biznet Technovillage

Salah satu area kantor di Biznet Technovillage yang dipakai sebagai call center

Tanggapan Kamu

komentar