Tag Archives: apple

Apple Uji iPhone Lipat, Hasilnya?

Jakarta, PCplus – Apple dikabarkan sedang mengembangkan iPhone lipat secara internal. Seperti dikutip PCplus dari Ars Technica, perangkat bari ini berdesain clamshell yang bisa dilipat seperti seri Samsung Galaxy Z Flip. Bukan seperti ponsel yang mirip tablet seperti Galaxy Z Fold atau Google Pixel Fold.

Baca Juga: iPhone 15 Dirilis 12 September

Ponsel-ponsel tersebut juga dikatakan “dalam tahap pengembangan awal” atau “bisa dibatalkan.” Jika mereka berhasil meluncurkan produknya ke pasar, kemungkinan besar tidak akan terjadi sebelum tahun 2025.

Seperti dijelaskan dalam laporan, Apple memiliki daftar panjang tantangan desain yang dihadapi dalam mengembangkan ponsel lipat. Perusahaan mendiang Steve Jobs ini mengatakan kalau perangkat bisa terlalu tebal saat dilipat dan mudah rusak. Biaya produksinya juga lebih mahal dari versi non-lipat. Ada juga masalah tentang sambungan di tengah layar yang cenderung terlihat dan terasa. Serta engsel akan menghalangi perangkat saat diletakkan atas meja.

Banyak dari tantangan tersebut terdengar tidak asing. Karena itu memang daftar rinci dari hampir semua hal buruk yang bisa kamu temukan di ponsel Android lipat saat ini. Bahkan setelah beberapa muncul beberapa generasi penerusnya. Pixel Fold pertama kami bahkan tidak bertahan sampai masa pra-rilis. Keandalan perangkat yang terbukti tidak sesuai harapan, ditambah biaya yang relatif berhasil mengurangi 1,6 persen dari semua penjualan smartphone.

Itulah kenapa, menjadi masuk akal jika Apple akan mencoba beberapa langkah besar saat mereka memikirkan era baru desain iPhone lipat. Beberapa ulasan tentang iPhone 15 menyebut mereka sebagai “bentuk akhir” iPhone. Sejauh ini terasa seperti tidak banyak ruang untuk terus meningkatkan desain layar penuh ala iPhone X yang dikembangkan sejak 2017. Ponsel lipat hanya akan ada di masa depan Apple jika perusahaan ini dapat mengatasi masalah yang sama yang telah menghambat ponsel lipat lainnya. Meskipun harus diakui, Apple selalu bisa menghadirkan perangkat yang keren sejauh ini.

iPhone 15 Dirilis 12 September

Cupertino, PCplus – Sempat beredar rumor yang mengatakan. Apple iPhone 15 terbaru akan dirilis pada 12 September. Kabar tersebut ternyata benar adanya. Apple baru saja mengirimkan undangan untuk acara tersebut, yang sekali lagi diadakan di kantor pusat Apple Park di Cupertino.

Baca Juga: Tombol Volume iPhone Ternyata Punya 5 Fungsi Rahasia yang Penting untuk Diketahui

Undangan tersebut menampilkan grafik mirip jentikan jari Thanos (spoiler), disertai dengan kata “Wonderlust”. iPhone 15 hampir pasti akan menjadi pusat perhatian dalam acara besar ini. Mengingat kesuksesan besar iPhone X, sepertinya versi baru ini bisa membawa peningkatan besar.

Apple iPhone 15 mungkin tidak seheboh ponsel lipat, tapi tetap menarik. Bicara tentang legislasi, Apple juga baru-baru ini mendukung RUU hak perbaikan yang sedang dibahas di legislatif negara bagian California, sperti dikutip PCplus dari TechCrunch. Perubahan sikap terhadap dukungan perbaikan mandiri bisa membuat perusahaan ini mempromosikan kemudahan perbaikan ponsel barunya.

Ini akan menjadi perubahan arah besar dari sikap historis Apple. Tapi tentu saja hal-hal aneh masih bisa terjadi. Rumor lain yang beredar antara lain, bezel lebih tipis dan penambahan Dynamic Island di seluruh lini produk. Apple Watch Series 9 juga dikabarkan akan diluncurkan dalam acarayang sama. Sebenarnya banyak lagi rumor yang beredar, termasuk hadirnya chip A15 Bionic, serta warna pink baru. Pink rupanya juga masuk dalam daftar warna iPhone 15, bersama dengan warna biru dan abu-abu baru.

Versi publik dari iOS, macOS, dan watchOs terbaru diharapkan akan dirilis pada saat yang sama. Ini juga akan menjadi kesempatan besar Apple untuk menunjukkan Vision Pro, menjelang peluncurannya awal tahun depan. Kita kemungkinan juga akan mendapatkan bocoran tentang headset “spatial computing”, bersama informasi tambahan tentang inovasi terbesar Apple dalam satu dekade ini.

Apple Borong Chip 3nm dari TSMC

San Francisco, PCplus – Ada rumor yang beredar bahwa Apple borong chip dengan proses manufaktur 3 nm baru dari Taiwan Semiconductor (TSMC). Chip ini akan dipakai untuk prosesor seri M3 untuk Mac dan A17 Bionic untuk beberapa iPhone generasi baru. Dengan memesan banyak chip, Apple disebut-sebut dapat menekan biaya yang besar karena tidak mesti menanggung biaya kerusakan die prosesor yang gagal produksi. Kok bisa?

Rahasia penghematan Apple

Di tingkat produksi prosesor masif, perusahaan chip menggunakan wafer silikon besar untuk membuat banyak chip sekaligus. Wafer itu kemudian dipotong menjadi banyak prosesor. Nah, dalam proses normal, tidak semua prosesor yang ada di Wafer tadi bisa beroperasi sesuai spesifikasi. Ada yang normal, berkurang fungsinya, bahkan tidak bekerja sama sekali.

Biasanya, produsen harus menanggung chip-chip yang rusak atau tidak berfungsi tadi dalam biaya produksinya. Biasanya sebelum benar-benar dibuang, prosesor yang tidak sesuai, diturunkan spesifikasinya menjadi versi lebih lambat atau rendah. Ini dikenal dengan istilah binned, atau memangkas spesifikasi asli menjadi produk yang lebih rendah. Dengan begitu, mereka bisa tetap mendapatkan uang dari potongan chip yang rusak, daripada rugi sama sekali. Nah, Pesanan chip Apple yang besar ternyata cukup untuk membuat TSMC tidak menagih biaya untuk potongan chip yang rusak.

Baca Juga: ASUS Produksi NUC Intel

Selain itu, penghematan bisa sangat besar untuk proses manufaktur baru. Seperti dikutip PCplus dari The Information, sekitar 70 persen dari potongan chip 3nm saat produksi bisa digunakan dengan baik. Meskipun angka ini bisa berubah tergantung pada chip yang diproduksi. Dan biasanya meningkat seiring waktu karena teknologinya ditingkatkan.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama Apple borong chip dari TSMC. Menurut The Information, Apple menyumbang 23 persen dari 72 miliar dolar yang diperoleh TSMC pada tahun 2022. Ini menjadikan Apple sebagai pelanggan terbesar TSMC di tahun itu. Kini Apple akan kembali membeli seluruh kapasitas produksi 3nm TSMC dalam jangka pendek. Dan dilaporkan The Information, teknologi 3nm TSMC itu akan eksklusif dimiliki Apple selama “sekitar setahun” sebelum ada kapasitas untuk memungkinkan perusahaan lain menggunakannya.

Kesepakatan ini tampaknya sudah ada sejak Apple mulai menggunakan pabrik TSMC pada tahun 2014 untuk Apple A8 dan iPhone 6. Apple sendiri juga pernah menggunakan beberapa pabrikan untuk membuat prosesornya. Seperti prosesor buatan Samsung di beberapa iPhone dan prosesor buatan TSMC di produk lainnya.

TSMC, si raksasa chip

Sebagai informasi, saat ini TSMC memproduksi sebagian besar CPU, GPU, dan SoC untuk banyak perusahaan chip besar di dunia. Apple, Nvidia, AMD, dan Qualcomm semuanya menggunakan TSMC untuk produk-produk paling canggih mereka. Banyak juga yang beralih dari pesaing seperti Samsung dan GlobalFoundries dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan Intel, yang sebagian besar sejarahnya hanya membuat chip di pabriknya sendiri, kini mengandalkan manufaktur TSMC untuk GPU Arc-nya. Baik Samsung maupun Intel sudah mengirimkan atau bersiap mengirimkan teknologi 3nm, meskipun sulit untuk membandingkan proses antar perusahaan yang berbeda. TSMC sebdiri unggul dari pesaingnya selama beberapa tahun terakhir. Tapi, itu bisa berubah. Karena Apple selalu bisa mengancam untuk pergi ke tempat lain jika TSMC tidak mau memberikan syarat yang menguntungkan buat Apple.

Sony Batasi Produksi Layar Apple Vision Pro

Jakarta, PCplus – Sony dikabarkan telah menolak permintaan Apple untuk meningkatkan produksi layar untuk headset Apple Vision Pro. Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa Apple Vision Pro bakal langka saat diluncurkan nantinya. Apple sebelumnya berharap bisa menjual beberapa headset Apple Vision Pro di musim liburan mendatang.

Baca Juga: Asus ZenBook 3, Kalahkan Ketipisan Apple MacBook

Namun Tim Cook mengatakan mereka baru akan tersedia di awal tahun 2024, dan diperkirakan hanya akan membuat kurang dari 100.000 unit di tahun pertamanya. Demikian dikutip PCplus dari Appleinsider.com

Meskipun demikian, Apple tidak berhenti berinovasi. Perusahaan yang pernah dinahkodai almarhum Steve Jobs ini kabarnya bakal merilis headset generasi kedua yang lebih terjangkau. The Elec melaporkan bahwa Apple telah meminta Sony untuk siap membuat lebih banyak layar.

The Elec tidak menjelaskan sumber berita ini, atau alasan Sony menolak permintaan Apple. Hanya disebutkan bahwa Sony sudah bisa membuat 900.000 layar OLEDos (OLED On Silicon) yang dipakai di Vision Pro.

The Elec juga mengatakan bahwa Sony hanya bisa mengirimkan antara 100.000 dan 200.000 layar per kuartal kepada Apple. Ini artinya hanya ada 800.000 panel yang bisa diproduksi dalam 1 tahun.

Jika dihitung satu panel untuk setiap headset, ini berarti sumber The Elec menyimpulkan bahwa Apple hanya bisa membuat sekitar 400.000 headset Vision Pro di tahun 2023.

Itupun dengan asumsi bahwa hanya Sony yang bisa membuat layar tersebut. The Elec mengulangi laporan sebelumnya bahwa Sony adalah satu-satunya pemasok saat ini, dan tanpa memberikan bukti, mengatakan bahwa kemungkinan kecil Apple akan mencari pemasok lain.Tentu saja, hal ini bisa saja berubah, dan mungkin akan terjadi pada headset generasi kedua.

Luncurkan iPhone SE (2020), Senjata Apple untuk Menggoda Hati Pengguna Android?

Apple baru saja meluncurkan iPhone SE (2020) beberapa waktu yang lalu. Smartphone yang sudah dinanti-nantikan oleh para penggemar gadget tersebut tidak disangka hadir dengan membawa spesifikasi teknis dan banderol harga yang mengejutkan. Bagaimana tidak, iPhone terbaru ini memiliki wujud seperti iPhone 8 yang ringkas namun diperkuat oleh chipset A13 Bionic sama seperti flagship Apple saat ini, yakni iPhone 11 series. Namun untuk bisa membawa pulangnya, kamu cukup merogoh kocek mulai dari USD399 saja! Sangat murah untuk sebuah produk premium dari Apple bukan?

Gambar dari situs Apple Singapura.

Banyak yang menduga, jika iPhone SE (2020) ini adalah salah satu strategi dari Apple untuk menarik hati para pengguna Android agar berpindah menggunakan perangkat iOS. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa pengguna Android adalah orang yang selalu melihat sebuah smartphone dari performa yang tinggi dengan harga yang miring. Dengan menghadirkan chipset kencang pada perangkat berbanderol di bawah 10 juta rupiah ini, perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California tersebut kemungkinan berharap dapat “menggoda iman” para pengguna Android.

Artikel selengkapnya.

iPhone X Masih Kalah Laku Dibanding iPhone 8

Jakarta, PCplus. Apple iPhone X merupakan smartphonr paling inovatif yang diluncurkan pada penghujung tahub 2017 lalu. Smartphone tersebut juga diluncurkan bersamaan dengan duo iPhone 8 dan iPhone 8 Plus.

iPhone X pun digadang-gadang akan menjadi produk yang laku keras dan mengalahkan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus. Namun kenyataannya, iPhone 8 dan iPhone 8 Plus tetap lebih laku dibandingkan iPhone X.

Menurut sebuah laportan yang dirilis oleh Consumer Intelligence Research Partners, sepanjang kuartal keempat tahun 2017 lalu, iPhone X hanya memberikan kontribusi penjualan sebanyak 20 persen. Sedangkan duo iPhone 8 berhasil memberikan kontribusi penjualan sebanyak 41 persen dari seluruh iPhone yang terjual di periode tersebut.

Beberapa faktor disebut-sebut sebagai penyebab iPhone X tidak lebih laku dibandingkan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus pada kuartal keempat 2017 lalu. Yang pertama adalah jadwal peluncuran yang lebih lama, iPhone 8 dan iPhone 8 Plus diluncurkan pada September 2017. Sedangkan iPhone X baru meluncur pada November 2017. Kemudian faktor lainnya adalah jumlah ketersediaan yang terbatas.

iPhone 7 dan iPhone 7 Plus yang dirilis pada tahun 2016 pun masih tetap menjadi pilihan yang populer. Jumlah unit iPhone 7 dan iPhone 7 Plus yang berhasil terjual pada kuartal keempat 2017 pun masih lebih tinggi dibandingkan iPhone X.

Terjual 223 Juta Unit, iPhone Menjadi Perangkat Paling Laku Sepanjang 2017

Jakarta, PCplus. Smartphone Apple iPhone menjadi perangkat yang paling laku terjual sepanjang tahun 2017 lalu. Sepanjang tahun 2017, terdapat 223 juta unit iPhone yang berhasil terjual.

Angka tersebut dirilis oleh firma riset GBH Insights pada akhir tahun 2017 lalu. Pencapaian sebanyak 223 juta unit tersebut merupakan kombinasi dari tiga varian smartphone yaitu iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X. Ketiga smartphone tersebut merupakan varian smartphone Apple terbaru yang baru saja diperkenalkan beberapa bulan yang lalu.

Posisi kedua diduduki oleh Samsung yang memiliki Galaxy S8 dan Galaxy Note 8 dengan jumlah penjualan mencapai 33 juta unit. Angkanya memang terlihat sangat jauh jika dibandingkan pencapaian Apple. Namun Galaxy S8 dan Galaxy Note 8 merupakan dua dari sekian banyak varian smartphone yang diluncurkan Samsung sepanjang tahun 2017 lalu. Jika seluruh varian smartphone Samsung yang terjual sepanjang tahun 2017 dijumlahkan, jumlahnya masih lebih banyak dibanding Apple.

Di posisi ketiga hingga kelima, terdapat perangkat speaker pintar Amazon Echo Dot yang terjual sebanyak 24 juta unit, smartwatch Apple Watch yang terjual sebanyak 20 juta unit, serta konsol game Nintendo Switch yang terjual sebanyak 15 juta unit.

iPhone 8 dan iPhone X Resmi Beredar di Indonesia, Harga Mulai dari 12 Jutaan

 

Jakarta, PCplus. Akhirnya, smartphone terbaru dari Apple yaitu iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X resmi beredar di Indonesia. Ketiga smartphone tersebut memulai penjualan resminya pada hari Jumat (22/12) minggu lalu.

Di Indonesia, iPhone 8, iPhone 8 Plus, iPhone X dijual melalui jaringan Erajaya Group seperti Erafone dan iBox. Selain itu, operator seluler Smartfren juga menyediakan ketiga smartphone tersebut melalui paket bundling dengan cashback yang menarik.

iPhone 8 dan iPhone 8 Plus adalah duet smartphone terbaru besutan Apple yang menjadi penerus iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Dua smartphone tersebut masih memiliki desain yang sama, namun menggunakan bahan kaca di bagian belakangnya sehingga membuatnya menjadi lebih elegan.

Sedangkan iPhone X (ten) merupakan smartphone Apple yang dibuat khusus untuk merayakan sepuluh tahun iPhone sejak pertama kali diluncurkan. iPhone X tampil beda dengan desain layar AMOLED berdiagonal 5,8 inci, bezel tipis, serta tanpa tombol home. iPhone X memperkenalkan teknologi FaceID yang menggunakan pengenalan wajah untuk identifikasi penggunanya.

Berikut ini adalah daftar harga resmi iPhone 8, iPhone 8 Plus, serta iPhone X di Indonesia.

iPhone 8 64 GB: Rp12.599.000
iPhone 8 256 GB: Rp15.399.000
iPhone 8 Plus 64 GB: Rp14.499.000
iPhone 8 Plus 256 GB: Rp17.199.000
iPhone X 64 GB: Rp17.999.000
iPhone X 256 GB: Rp20.799.000

Sedangkan penawaran bundling iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X oleh Smartfren bisa kamu pelajari lebih lanjut di sini.

iPhone 8 dan iPhone X Segera Hadir di Indonesia

Jakarta, PCplus. Apple telah secara resmi meluncurkan iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X pada bulan September silam. Kini, ketiga smartphone tersebut sebentar lagi akan menyambangi Indonesia secara resmi.

iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X rencananya akan hadir secara resmi di pasaran Indonesia pada tanggal 22 Desember mendatang. Ketiga smartphone tersebut akan didistribusikan di Indonesia melalui Teletama Artha Mandiri (TAM) yang merupakan distributor smartphone di bawah bendera Erajaya Group.

Belum ada informasi mengenai harga resmi iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X yang dipatok untuk pasaran Indonesia. Namun sebagai gambaran, di Amerika Serikat, iPhone 8 dijual dengan harga 9 jutaan, iPhone 8 Plus dijual 10 jutaan, dan iPhone X dijual dengan harga sekitar 13 jutaan. Kemungkinan besar harga yang ditawarkan untuk pasaran Indonesia akan sedikit lebih tinggi dibanding harga tersebut.

iPhone 8 dan iPhone 8 Plus merupakan smartphone yang menjadi penerus iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Kedua smartphone tersebut menggunakan desain yang sama, namun kini menggunakan material kaca di belakangnya. Begitu pula dengan spesifikasinya yang kini telah ditingkatkan sehingga lebih kencang.

Sedangkan iPhone X merupakan iPhone yang dirilis khusus untuk merayakan sepuluh tahun sejak iPhone pertama kali diluncurkan. Smartphone tersebut tampil beda dengan layar 5,8 inci dan bezel yang sangat tipis, serta tanpa tombol home yang merupakan ciri khas iPhone sejak dulu.

Kalah Pamor dari iPhone X, iPhone 8 dan iPhone 8 Plus Kurang Sukses di Pasaran

Jakarta, PCplus. Beberapa waktu yang lalu, Apple secara resmi memperkenalkan tiga smartphone barunya yaitu iPhone 8, iPhone 8 Plus, serta iPhone X. iPhone 8 dan iPhone 8 Plus meluncur lebih dulu sesaat setelah diperkenalkan, sedangkan iPhone X baru menyusul beberapa pekan yang lalu.

Walaupun telah diluncurkan lebih dulu, namun ternyata sambutan publik terhadap iPhone 8 dan iPhone 8 Plus tak semeriah iPhone X. Dua smartphone tersebut bahkan disebut-sebut kurang laku dan masih kalah dibandingkan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus yang telah berusia satu tahun.

Baru-baru ini, firma riset Canalys menyatakan bahwa iPhone 8 dan iPhone 8 Plus membukukan pencapaian yang kurang menggembirakan. Canalys menyebutkan, selama kuartal ketiga tahun 2017, iPhone 8 dan iPhone 8 Plus hanya berhasil terjual sebanyak 11,8 juta unit di seluruh dunia.

Angka tersebut tercatat lebih kecil dibandingkan pencapaian iPhone 7 dan iPhone 7 Plus saat diluncurkan tahun 2016 lalu. Pada kuartal ketiga 2016 yang menjadi kuartal pertama penjualan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus, dua smartphone tersebut terjual sebanyak 14 juta unit.

iPhone 7 pun terus berlanjut menjadi smartphone yang paling populer. Berdasarkan data dari Canalys, terdapat 13 juta unit iPhone 7 yang dikapalkan sepanjang kuartal ketiga 2017. Di posisi kedua, terdapat iPhone 6S yang telah berusia dua tahun yang dikapalkan sebanyak 7,9 juta unit.

Lalu, dimana posisi iPhone 8 dan iPhone 8 Plus? Secara mengejutkan dua smartphone tersebut ternyata tidak masuk dalam urutan lima besar smartphone yang paling populer sepanjang kuartal ketiga 2017.

Popularitas iPhone 8 dan iPhone 8 Plus yang tak terlalu cemerlang pada kuartal ketiga 2017 ini juga dipengaruhi oleh peluncuran iPhone X. Kehadiran iPhone X yang diluncurkan belakangan membuat banyak konsumen memilih untuk menahan mengganti smartphone-nya dan menunggu kehadiran iPhone X. Belum ada data resmi mengenai jumlah iPhone X yang telah dikirimkan ke pasaran. Namun sebagai gambaran, terdapat sebanyak 50 juta orang yang melakukan pemesanan iPhone X.

Menyikapi hal tersebut Apple disebut-sebut telah melakukan beberapa upaya, di antaranya menghentikan penjualan iPhone 7 berkapasitas 256 GB, serta memberikan diskon untuk setiap penjualan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus. Di sisi lain, Apple juga dikabarkan akan mulai mengurangi jumlah pesanan produksi iPhone 8 dan iPhone 8 Plus ke rekanannya hingga 50 persen.

Cetak Rekor, Apple Berhasil Jual 47 Juta iPhone Dalam Satu Kuartal

Jakarta, PCplus. Apple baru saja mengumumkan pencapaian kinerja bisnis untuk kuartal keempatnya. Di periode ini, Apple membukukan peningkatan pendapatan sebesar 12 persen. Peningkatan tersebut melanjutkan tren pertumbuhan yang telah berlangsung selama empat kuartal berturut-turut.

Secara total, Apple membukukan pendapatan sebesar US$52,6 miliar pada kuartal keempat. Pendapatan tersebut didominasi oleh penjualan di tingkat internasional yang mencapai 62 persen dari  penjualan total.

Yang menarik, Apple juga menciptakan rekor baru pada kuartal ini. Apple berhasil menjual hampir 47 juta unit iPhone sepanjang kuartal keempat. Pencapaian tersebut naik sebanyak 2 juta unit dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan utama masih didominasi oleh iPhone 7 dan iPhone 7 Plus yang dirilis pada tahun 2016 silam. Jumlahnya jauh mengalahkan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus yang diluncurkan baru-baru ini.

Selain iPhone, Apple juga membukukan penjualan yang baik untuk iPad dan Apple Watch. Sebanyak 10 juta unit iPad terjual sepanjang kuartal ini. Sementara Apple Watch mengalami pertumbuhan sebanyak 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Peluncuran Apple Watch Series 3 disebut turut membantu penjualan Apple Watch.

Sepanjang tahun fiskal ini, Apple mencatatkan penjualan lebih dari US$229 miliar. Jumlah tersebut naik sebanyak US$14 miliar dari tahun sebelumnya.

iOS Terbaru Bikin iPhone Lawas Melambat?

Jakarta, PCplus. Setiap Apple merilis sistem operasi iOS terbaru untuk iPhone maupun iPad, sistem operasi tersebut dianggap akan membebani perangkat lawas yang awalnya hadir menggunakan sistem operasi versi sebelumnya. Hampir setiap kali setelah update sistem operasi baru, banyak pengguna yang merasakan bahwa perangkat iPhone mereka melambat dan lebih lama saat menjalankan aplikasi.

Tapi benarkah demikian? Jika menilik dari berbagai perbaikan serta fitur tambahan baru yang diberikan pada sistem operasi baru, tampaknya wajar jika iPhone lawas yang menggunakan spesifikasi lebih lama akan sedikit kesulitan menjalankannya. Namun Futuremark justru mengatakan hal yang berbeda.

Futuremark, perusahaan yang terkenal dengan berbagai aplikasi pengujian untuk komputer dan smartphone, baru-baru ini merilis sebuah laporan yang menunjukkan kinerja iPhone saat masih menggunakan iOS lawas hingga iOS terbaru yaitu iOS 11.

Grafik: Futuremark

Futuremark menggunakan beberapa smartphone seperti iPhone 5s hingga iPhone 7. iPhone 5s merupakan iPhone paling lawas yang masih mendukung iOS 11. Dalam laporan yang menggunakan lebih dari seratus ribu data pengujian yang dilakukan oleh pengguna aplikasi 3DMark, iPhone 5s menunjukkan kinerja yang tetap konsisten saat menggunakan sistem operasi iOS 9, iOS 10, maupun iOS 11.

Namun Futuremark juga menjelaskan, walaupun sebenarnya kinerja iPhone tetap konsisten walaupun menggunakan sistem operasi baru yang relatif lebih berat, sejumlah fitur baru yang mungkin membutuhkan kinerja lebih kencang akan membuat iPhone lawas terasa lebih lamban.

Begitu pula dengan aplikasi yang didesain untuk memanfaatkan teknologi yang ada pada iPhone generasi baru dan mungkin tidak dapat dijalankan dengan lancar pada iPhone lawas dapat memberikan kesan bahwa kinerja iPhone melamban.

Whatsapp Buat Emoji Sendiri, Tapi Masih Mirip yang Dulu

 

Jakarta, PCPlus. Kalo kamu chatting pakai Whatsapp, kamu pasti sudah akrab dengan ratusan emoji yang mereka sediakan. Namun tahukah kamu kalo emoji tersebut bukan buatan Whatspp sendiri? Emoji itu sebenarnya buatan Apple untuk iPhone. Mungkin karena malas buat sendiri, emoji milik Apple ini kemudian digunakan di Android dan Windows.

Nah sekarang, Whatsapp tidak malas lagi. Setidaknya jika melihat Whatsapp versi beta di Android, mereka kini mulai menggunakan emoji buatan sendiri. Cuma memang, perbedaannya gak signifikan. Contohnya untuk emoji tertawa sampai ketawa, perbedaannya cuma lengkung mata dan alis. Atau emoji tertawa yang keluar keringat, keringatnya berubah posisi dari kanan ke kiri. Agak gak jelas nih 😀

Emoji lama

Emoji baru

Gak jelas kenapa Whatsapp melakukan perubahan ini. Kalau PCplus boleh menebak, mungkin Whatsapp merasa perlu membuat emoji yang lebih variatif dibanding buatan Apple. Dan karena tidak mau membuat pengguna bingung, mereka pun menggunakan emoji yang mirip dengan versi sebelumnya.

Cuma ngomong soal bingung, sebenarnya kondisi peremojian sekarang sudah cukup ribet. Soalnya Facebook Messenger juga mengubah emoji yang mereka gunakan. Sebelumnya mereka memiliki emoji sendiri, namun sekarang mereka menggunakan emoji yang sama dengan aplikasi Facebook. Cuma ada kecualinya. Kalau kamu menggunakan iPhone, emoji yang digunakan di Facebook dan Messenger tetap standar iOS.

Jadi kondisinya sekarang, ada satu set emoji untuk Facebook dan Messenger (kecuali iOS) dan satu set emoji untuk Whatsapp (khusus untuk Android, sementara untuk iOS belum jelas). Sementara Instagram terbilang pasrah: mereka menggunakan emoji bawaan  smartphone.

Tapi ingat ya, emoji baru ini masih dalam untuk Whatsapp versi beta. Whatsapp belum mengumumkan kapan emoji buatan mereka ini resmi digunakan.

iPhone X Laku, Samsung Ikut Untung

Jakarta, PCplus. Tingginya antusiasme orang soal iPhone X ternyata membuat Samsung ikut deg-degan. Bukan apa-apa, soalnya Samsung juga ikut untung besar jika iPhone X laku di pasaran.

Peran Samsung di iPhone X emang terasa banget. Komponen termahal iPhone X, yaitu layar bertekonologi OLED, adalah buatan Samsung. Begitu juga baterai dan kapasitor untuk iPhone X. Menurut perhitungan lembaga analisis Counterpoint Technology Market Research, Samsung akan mendapatkan pemasukan US$110 dari setiap iPhone X yang terjual.

Counterpoint juga memperkirakan, iPhone X akan terjual sekitar 130 juta unit setelah 20 bulan sejak resmi dijual. Jika Samsung mendapatkan US$110 dari setiap iPhone X, berarti kira-kira Samsung akan mendapatkan US$14,3 miliar. Banyak ‘kan?

Ironisnya, pendapatan Samsung dari iPhone X ini bisa lebih besar jika dibanding Samsung menjual Galaxy S8. Emang sih, Samsung mendapatkan US$202 dari setiap Galaxy S8 yang terjual. Namun karena Galaxy S diperkirakan “cuma” terjual 50 juta unit, Samsung hanya mendapatkan US$10 miliar dari itu.

Jadi meski Apple dan Samsung sebenarnya merupakan saingan, keduanya tetap saling membutuhkan. Dulu Apple sempat mencoba-coba pindah ke lain hati dengan mencari perusahaan lain untuk memproduksi layar iPhone. Namun usaha ini gak berhasil, mengingat Samsung adalah produsen layar terbesar dan tercanggih saat ini.

Jadi, mau gak mau Apple emang harus bergantung pada Samsung.

 

Kamera iPhone 8 Plus Dinobatkan Sebagai Kamera Smartphone Terbaik

Jakarta, PCplus. Hadirnya iPhone 8 dan iPhone 8 Plus yang resmi diluncurkan baru-baru ini membawa berbagai fitur baru serta peningkatan dari generasi sebelumnya, termasuk juga dari sisi kameranya.

Bahkan, kamera iPhone 8 dan iPhone 8 Plus menjadi salah satu kamera smartphone terbaik di dunia saat ini. DxOMark, sebuah situs yang menguji berbagai macam kamera termasuk kamera smartphone menobatkan kamera iPhone 8 Plus sebagai kamera smartphone terbaik di dunia saat ini.

Ini juga kali pertamanya sebuah perangkat iPhone bisa mengalahkan smartphone Android dalam beberapa tahun belakangan ini. Dalam pengujian, DxOMark memberikan nilai 94 untuk kamera iPhone 8 Plus, lebih tinggi dari kamera milik Google Pixel dan HTC U11 yang memiliki nilai 90. iPhone 8 pun lebih bagus dari kedua smartphone tersebut dengan nilai 92.

DxOMark memberikan nilai berdasarkan kinerja kamera smartphone dalam menghasilkan gambar. Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas gambar, tingkat exposure, kontras, akurasi warna, kecepatan dan akurasi fokus, ketajaman dan detail gambar, noise, dan masih banyak lagi.

DxOMark menyatakan, hasil foto yang dihasilkan iPhone 8 Plus di luar ruangan memiliki kualitas yang mengagumkan. Foto yang dihasilkan memiliki tingkat detail yang sangat tinggi dengan warna yang akurat serta dynamic range yang sangat baik. Kinerjanya dalam kondisi cahaya minim juga diklaim sangat baik.

iPhone 8 dan iPhone 8 Plus juga tercatat mampu menangkap foto dengan mode HDR lebih baik jika dibandingkan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus.

iPhone 8 Plus memiliki konfigurasi kamera ganda yang memiliki sensor 12 mega pixel. Kamera pertama memiliki lensa 28 mm f/1,8 dengan OIS (optical image stabilization) dan kamera kedua memiliki lensa tele 56 mm f/2,8.

Dengan pencapaian ini, persaingan smartphone pun akan makin ketat. Para produsen smartphone lain pun akan berlomba-lomba menghadirkan kamera yang lebih baik untuk kembali mengalahkan iPhone.