Aih, Microsoft Rumahkan Ribuan Karyawan Divisi Ponselnya

JAKARTA, PCplus – Akuisisi divisi Nokia Devices and Services oleh Microsoft ternyata tidak berbuah manis. Buntutnya, sejumlah 7800 karyawan dari divisi ponsel pun dirumahkan oleh Microsoft. Microsoft menyatakan telah menghapuskan biaya US$ 7,6 miliar terkait dengan akuisisi senilai US$ 7,2 miliar itu.

“Kami perlu berinovasi di area baru, melaksanakan rencana kami, membuat beberapa keputusan berat di area-area yang tidak berhasil dan mengatasi masalah dalam cara yang akan menggerakkan nilai konsumer,” kata CEO Microsoft Satya Nadella saat mengumumkan tindakannya terkait dengan operasi smartphone Microsoft.

“Dalam jangka panjang, perangkat Microsoft akan memicu inovasi, menciptakan kategori baru dan memberikan peluang bagi ekosistem Windows lebih luas,” tambahnya. “Reinvention kami akan dipusatkan pada menciptakan mobilitity of experiences di seluruh jajaran keluarga perangkat termasuk ponsel.”

Nadella juga menjelaskan bahwa (ekosistem) Windows 10 akan memungkinkan perusahaannya menawarkan platform smartphone yang lebih menantang. Karena itulah Microsoft menawarkan upgrade Windows 10 secara cuma-cuma kepada para pengguna Windows 7 dan Windows 8 yang lisensinya masih berlaku. Tujuannya tak lain adalah menggiatkan pengembangan app Windows 10 Mobile.

“Pada akhirnya ini semua mengarah pada bagaimana kami membuat para pengembang masuk ke Windows. Jika kamu masuk ke Windows, kamu juga akan ada di ponsel,” kata Nadella. “Ini tidak semata-mata tentang persaingan langsung. Itu tidak akan berhasil. Kamu harus punya sudut pandang yang berbeda. Jika seseorang ingin tahu apakah saya committed ke Windows Phone, mereka harus berpikir tentang apa yang baru saja saya lakukan dengan upgrade gratis ke Windows, dan bukannya — hei, saya membuat empat model baru ponsel dari smartphone dengan harga terjangkau,” paparnya.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer