Empat Upgrade Sekuriti untuk Android N

 

android nJAKARTA,PCplus – Tak ada yang menyangkal kalau sistem operasi mobile Android adalah yang terbesar dan terpopuler sampai hari ini. Namun popularitas dan keterbukaannya membuka peluang ketidakamanan dan masalah privacy. Pada konferensi developer Google I/O tahun ini, Google mengungkap sejumlah fitur yang membuat kita aman dalam waktu yang tak lama lagi.

Apa saja itu. Inilah empat di antaranya.

1. Direct Boot
Salah satu perubahan terbesar pada sekurit Android N adalah direct boot yang baru. Singkatnya, ia memungkinkan ponsel untuk meng-update, reboot, dan tetap membangunkan kamu di pagi hari.

Saat ini, kalau ponselmu reboot setelah melakukan update, kamu harus memasukkan kode PIN sebelum bisa melakukan apa pun. Jika kamu tidak melakukannya, maka pesan SMS, panggilan telepon, dan bahkan alarm tidak akan muncul. Direct boot berarti apps tertentu akan berjalan di latar belakang tanpa PIN-mu. Kamu tetap harus meng-unlock ponsel secara manual, tetapi  tidak ada panggilan telepon yang tidak masuk.

2. Tetap Up to Date
Google sedang menyiapkan cara baru untuk meng-update ponselmu. Dan mungkin kamu tidak menyadarinya.

Meniru Chrome OS, Android N akan secara  seamlessly menerapkan update software yang otomatis dan tidak butuh waktu lama untuk mengoptimalkan semua app di ponselmu. Untuk itu, sistem operasi harus menjadi dua OS: satu yang kamu lihat dan satu yang ada di latar belakang. Saat update terjadi, versi latar belakang dari OS diperbarui dan apps dioptimalkan. Ia kemudian secara seamless mentransisikannya ke versi baru

3. Membasmi Stagefright

Para eksekutif Google menekankan bahwa media framework Android sedang di-overhaul di versi N. Mungkin ada di antara kamu yang ingat Stagefright vulnerability. Stagefrifght dan kerentantan terkitnya, memanfaatkan aspek Android yang me-load sebarang media yang dikirimkan kepada kamu dalam pesan teks. Dengan mengeksploitasi ini, para peneliti menunjukkan bahwa dimungkinkan mengambil alih ponsel Android dengan modal hanya pesan teks.

Nyaris setahun setelah Stagefright diungkap, memang belum ada satu pun serangan. Sistem update baru dan retooling dari jeroan media Android pastilah baik hasilnya.

4. Data-mu adalah Milikmu
Beberapa tahun terakhir, Google makin banyak berinvestasi pada kemampuan machine-learning. Ini adalah jaringan-jaringan neural yang melakukan segala sesuatu mulai dari mengalahkan para juara Go sampai mengenali teks di gambar-gambar Street View. Bagi kebanyakan kita, kita akan menikmati kemampuan machine learning di Google Photos, dan akan segera mengalami lebih banyak dengan asisten Google, pendamping chatbot Google yang akan datang.

Eh jadi Google memakai gambar kita dan query suara kita untuk tujuan yang tidak jelas? Tidak tepat begitu sih. Menurut Senior Director of Product Management Aparna Chennapragada, kontrak antara para pengguna dan Google transparan. Jika kamu ingin sebuah layanan, seperti petunjuk ke sebuah restoran, kamu harus memberi Google beberapa informasi – seperti lokasimu saat itu. Semuanya, kata Chenapragada, tergantung pilihan.

Sedangkan data pengguna, seperti apa yang di-share dengan Google melalui app Google Photos atau nantinya dengan Google assistant, hasilnya hanya untuk para pengguna. Google tidak akan men-share foto-foto tersebut.

Google Search Chief John Giannandrea menjelaskan, tidak ada informasi foto, termasuk agregat, yang di-share dengan pihak pengiklan. Saat ini, tambahnya, belum ada rencana untuk memonetisasi Google assistant.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer