Tag Archives: Sony

Sony Batasi Produksi Layar Apple Vision Pro

Jakarta, PCplus – Sony dikabarkan telah menolak permintaan Apple untuk meningkatkan produksi layar untuk headset Apple Vision Pro. Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa Apple Vision Pro bakal langka saat diluncurkan nantinya. Apple sebelumnya berharap bisa menjual beberapa headset Apple Vision Pro di musim liburan mendatang.

Baca Juga: Asus ZenBook 3, Kalahkan Ketipisan Apple MacBook

Namun Tim Cook mengatakan mereka baru akan tersedia di awal tahun 2024, dan diperkirakan hanya akan membuat kurang dari 100.000 unit di tahun pertamanya. Demikian dikutip PCplus dari Appleinsider.com

Meskipun demikian, Apple tidak berhenti berinovasi. Perusahaan yang pernah dinahkodai almarhum Steve Jobs ini kabarnya bakal merilis headset generasi kedua yang lebih terjangkau. The Elec melaporkan bahwa Apple telah meminta Sony untuk siap membuat lebih banyak layar.

The Elec tidak menjelaskan sumber berita ini, atau alasan Sony menolak permintaan Apple. Hanya disebutkan bahwa Sony sudah bisa membuat 900.000 layar OLEDos (OLED On Silicon) yang dipakai di Vision Pro.

The Elec juga mengatakan bahwa Sony hanya bisa mengirimkan antara 100.000 dan 200.000 layar per kuartal kepada Apple. Ini artinya hanya ada 800.000 panel yang bisa diproduksi dalam 1 tahun.

Jika dihitung satu panel untuk setiap headset, ini berarti sumber The Elec menyimpulkan bahwa Apple hanya bisa membuat sekitar 400.000 headset Vision Pro di tahun 2023.

Itupun dengan asumsi bahwa hanya Sony yang bisa membuat layar tersebut. The Elec mengulangi laporan sebelumnya bahwa Sony adalah satu-satunya pemasok saat ini, dan tanpa memberikan bukti, mengatakan bahwa kemungkinan kecil Apple akan mencari pemasok lain.Tentu saja, hal ini bisa saja berubah, dan mungkin akan terjadi pada headset generasi kedua.

Merk Smartphone Hengkang dari Indonesia

Derasnya persaingan smartphone di Indonesia, membuat tidak sedikit pabrikan yang memutuskan untuk hengkang dari Indonesia. Dikutip dari daftar merk smartphone yang hilang dari Indonesia. Berikut ini adalah beberapa dari mereka.

Motorola

Sebagai salah satu pemain lama di industri ponsel, Motorola sempat comeback ke Indonesia pada 2016, namun dua tahun setelahnya, mereka memutuskan menghilang dari Indonesia. Terlebih pasca diakuisisi Lenovo, dimana pabrikan satu ini lebih memilih menggunakan nama Lenovo, makin terdesaklah posisi brand ini dari Indonesia

Sony

Tidak ada seorangpun yang meragukan kualitas Sony Xperia, begitupun dengan aneka smartphone lain besutan Sony lainnya. Sayangnya, dengan gempuran produk smartphone murah asal China, pabrikan Jepang ini tidak mampu bertahan dan harus mengakhiri pamornya di Indonesia.

LG

Produsen yang satu negara dengan Samsung ini bisa dibilang memiliki nasib langit dan bumi. Di saat Samsung merajai pasar smartphone Indonesia, LG justru terpuruk dan tak sekedar hengkang dari Indonesia, 2021 lalu, LG memutuskan menutup lini smartphone mereka dan fokus pada berbagai solusi elektronik lainnya.

Blackberry

Saat pertama kali muncul, blackberry adalah idola di masanya, bersaing dengan android, windows phone dan iphone pun mereka mampu berjaya. Namun itu dulu, pabrikan asal Kanada ini akhirnya harus menelan pil pahit setelah kalah dari dominasi OS android besutan Google. Tak hanya OS nya, perangkatnya pun menghilang dari pasaran.

Tentu masih ada beberapa merk smartphone yang tinggal sejarah di Indonesia, selengkapnya bisa disimak di Dolandigital.id

Sony Alpha 9 II, Kamera Full Frame untuk Profesional

Sony Indonesia baru saja mengumumkan kehadiran kamera terbarunya yakni Alpha 9 II (model ILCE-9M2). Model terbaru yang merupakan rangkaian dari kamera full-frame dengan lensa interchangeble seri α™ (Alpha™) tersebut dirancang khusus untuk mendukung para profesional yang bekerja di bidang fotografi olahraga dan jurnalisme foto.

Sony Alpha 9 II merupakan pengembangan dari Alpha 9 yang sudah dirilis sebelumnya. Ia tetap mempertahankan terobosan performa kecepatan termasuk pengambilan gambar secara beruntun bebas blackout hingga 20 frame per detik. Tak hanya itu, ia juga sanggup melakukan pelacakan Auto Focus dan Auto Exposure, perhitungan AF/AE 60 kali per detik sambil serta memiliki lebih banyak fitur baru yang dihadirkan berkat masukan dari para profesional.

Beberapa pembaruan yang disediakan antara lain adalah konektivitas dan pengiriman file secara signifikan, pemotretan beruntun hingga 10fps dengan mechanical shutter, performa AF yang berevolusi dengan algoritma baru yang dioptimalkan, desain yang dirancang ulang untuk meningkatkan daya tahan, pengoperasian dan banyak lagi.

Artikel lengkapnya.

Sony RX0, Kamera Aksi dengan Sensor Besar

Sony baru-baru ini meluncurkan sebuah kamera aksi (action camera) terbarunya untuk bersaing dengan produsen kamera aksi lainnya seperti GoPro.

Sony RX0 merupakan kamera aksi terbaru yang dirilis oleh Sony. Dari segi ukuran, Sony RX0 memiliki dimensi yang mirip dengan kamera aksi pada umumnya yang saat ini beredar di pasaran. Namun, di dalamnya, Sony menyematkan sejumlah spesifikasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pesaingnya.

Sony menggunakan sensor Exmor RS CMOS berukuran 1 inci dengan resolusi 15,3 mega pixel pada RX0 ini. Ukuran tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan kamera aksi lainnya yang rata-rata menggunakan sensor berukuran 1/2,3 inci. Sebagai catatan, Sony juga menggunakan sensor 1 inci pada sejumlah kamera prosumernya seperti RX10 dan RX100. Selain itu, Sony RX0 ini juga menggunakan lensa Zeiss Tessar T* yang memiliki ukuran setara 24 mm f/4.

Sony RX0 ini juga memiliki sejumlah fitur yang biasanya hadir di kamera profesional. Kamera aksi ini bisa mengambil foto dengan format RAW dan memiliki kecepatan shutter hingga 1/32.000 detik. Kamera ini juga bisa memotret dengan kecepatan 16 frame per detik. Untuk merekam video secara slow motion, kamera ini bisa merekam hingga 1.000 frame per detik.

Sebagai tambahan, Sony juga merilis remote secara opsional yang bisa menghubungkan hingga lima belas kamera RX0 ini. Dengan demikian, pengguna bisa menggunakan seluruh kamera tersebut secara bersamaan untuk mengambil gambar dari berbagai sudut berbeda.

Sony RX0 memiliki ukuran bodi 59 x 40,5 x 29,8 milimeter dengan bobot sekitar 110 gram. Kamera ini tahan jatuh dari ketinggian maksimal 10 meter dan bisa dibawa ke dalam air hingga kedalaman 10 meter atau 100 meter juga menggunakan casing tambahan.

Sony RX0 ini sendiri dijual lebih tinggi dari kamera aksi lain pada umumnya, yaitu sekitar 13,4 juta rupiah. Kamera ini rencananya akan hadir pertama kali di pasaran Eropa pada bulan Oktober mendatang. Namun, jadwal kehadirannya di pasar lain termasuk Indonesia belum diketahui.

Sony akan Rilis Bezel-less Smartphone

Semua pabrikan handphone kayaknya kesengsem sama desain bezel-less alias handphone tanpa pinggiran layar. Setelah Samsung, Xiaomi, dan (kemungkinan besar) Apple, sekarang Sony yang kabarnya mau merilis handphone kayak gitu.

Seperti diberitakan Weibo, Sony akan menunjukkan handphone barunya ini pada pagelaran IFA 2017 yang akan diselenggarakan di Berlin, awal September nanti. Smartphone ini akan memiliki ukuran layar 6 inci dengan aspect ratio yang agak aneh, yaitu 18:9.

Rumor ini sendiri berawal dari aktivitas Japan Display, salah satu supplier layar smartphone terbesar di dunia. Japan Display belakangan ini meningkatkan kapasitas produksi dari Full Active LCD Display. Yang istimewa dari layar ini adalah layout kabelnya yang lebih padat sehingga tidak membutuhkan bezel yang besar. Kerennya lagi, desain minim bezel ini tidak cuma di sisi kiri-kanan, namun juga atas-bawah. Alhasil desain bezel-less ini bisa mepet di semua sisi, tidak cuma kiri-kanan seperti smartphone yang ada saat ini.

Kayak gini prototype bezel-less smartphone dari Japan Display. Yang minim bezel bukan cuma kiri-kanan, tapi atas-bawah juga

Japan Display sendiri adalah salah satu supplier yang digunakan Apple untuk iPhone-nya. Namun peningkatan produksi Full Active LCD Display sepertinya bukan untuk Apple, karena iPhone terbaru kabarnya akan menggunakan teknologi layar OLED. Padahal untuk layar OLED, cuma Samsung yang punya kemampuan produksi besar, sementara Japan Display praktis tidak jago di area itu.

Lalu, buat apa Japan Display meningkatkan produksi Full Active LCD Display? Karena itulah muncul rumor kalau Sony yang memesan layar itu dari Japan Display. Apalagi, Sony sebenarnya juga salah satu anggota joint venture Japan Display, bersama dengan Toshiba dan Hitachi.

Benar atau tidaknya rumor ini memang masih menjadi misteri. Kita tunggu saja ketika IFA resmi dibuka awal September nanti.

OPPO Hadirkan F3 Plus untuk Wefie

Jakarta, PCplus – Menjawab tren group selfie alias wefie yang terjadi di Indonesia, OPPO baru saja mengumumkan kehadiran smartphone terbarunya, F3 Plus. OPPO F3 Plus ini dilengkapi fitur yang membuat wefie jadi lebih mudah. Fitur tersebut adalah hadirnya kamera depan kedua yang memiliki sudut tangkapan lebih lebar dibandingkan kamera depan pada umumnya. Dengan kamera depan kedua itu, wefie bisa dilakukan tanpa menggunakan tongsis maupun meminta bantuan orang lain.

“Seiring dengan meningkatnya tren gaya hidup masyarakat, kita sekarang lebih senang untuk bersosialisasi,” sebut Alinna Wen (Brand Manager dari OPPO Indonesia). Hasil survei OPPO menemukan bahwa 70% dari responden yang berusia 18 tahun sampai 35 tahun, menghabiskan 70% waktunya untuk berkumpul bersama orang lain. “OPPO F3 Plus mempunyai dual selfie kamera. Yang satu untuk selfie, satu lagi buat group selfie,” jelas Alinna Wen lebih lanjut.

Berdasarkan klaim OPPO, sudut tangkapan rata-rata kamera depan smartphone kebanyakanan adalah 80°. Sementara, sudut tangkapan kamera depan kedua dari OPPO F3 Plus adalah 120°. Kamera depan kedua ini dilengkapi pula dengan lensa 6P yang diklaim bisa mengurangi distorsi.

Sementara resolusi yang digunakan, meski tak setinggi kamera depan pertama, juga tidaklah kecil. Kamera depan kedua dari OPPO F3 Plus memiliki resolusi 8 MP. Kamera depan pertamanya sendiri memiliki resolusi 16 MP. Hadir juga fitur Beautify 4.0 bila kamu ingin “memperindah” selfie dan wefie tersebut.

OPPO F3 Plus menawarkan dual front camera, layar besar, sensor sidik jari, bodi metal, serta SoC, memori utama, dan media simpan mumpuni. (Dok. OPPO)

Kamera memang menjadi andalan dari smartphone yang masuk jajaran Selfie Expert ini. OPPO F3 Plus dilengkapi dengan kamera belakang yang menggunakan sensor dari Sony, tepatnya IMX398, dan dilengkapi lensa dengan aperture yang lebar, F/1,7. Kombinasi tersebut diklaim tak hanya mampu menghasilkan foto yang baik saat tersedia banyak cahaya, melainkan juga mampu memberikan kinerja yang baik di kondisi temaram. Bagaimana dengan resolusinya? Kamera dual PDAF ini memiliki 16 MP.

Tak hanya hardware, sisi aplikasi turut diperhatikan OPPO. Aplikasi kamera yang disediakan pun mendukung mode manual. Di sini kamu bisa memilih sendiri aneka pengaturan untuk mendapatkan foto yang lebih sesuai dengan keinginan kamu.

Menemani kamera yang mumpuni tersebut, OPPO memasangkan layar berukuran 6 inci dengan resolusi Full HD 1.920 x 1.080 pixel pada F3 Plus. Layar IPS bersangkutan juga mendapatkan perlindungan tambahan berupa Gorilla Glass 5. Bodinya sendiri menggunakan metal. Sementara untuk keamanan data kamu dan kemudahan akses, disediakan sensor sidik jari.

OPPO F3 Plus ditenagai oleh SoC Qualcomm Snapdragon 653 (quad core Cortex A72 + quad core Cortex A53, sampai 1,95 GHz), memori utama 4 GB, media simpan 64 GB (dukung micro-SD sampai 256 GB), baterai berkapasitas 4.000 mAh, dan sistem operasi ColorOS 3.0 (Android 6.0). OPPO F3 Plus menyedikan dua selot kartu SIM berukuran nano dan telah mendukung 4G.

OPPO F3 Plus bisa dibeli di Indonesia mulai 1 April 2017 dengan harga Rp6.499.000,-. Kamu bisa melakukan pre-order sampai tanggal 31 Maret 2017 di beberapa toko online populer.

 

Sony Perkenalkan Televisi Bravia Seri Z9D

161007000025

PCplus – Sony Indonesia baru-baru ini memperkenalkan televisi Bravia terbaru, yaitu seri Z9D. Televisi ini hadir dengan sejumlah fitur mutakhir untuk menghasilkan kualitas gambar yang maksimal.

Masuk ke seri Z yang merupakan varian tertinggi televisi Bravia, seri Z9D ini memiliki resolusi 4K. Televisi ini juga dilengkapi dengan prosesor 4K HDR Processor X1 Extreme, serta teknologi Backlight Master Drive untuk dapat menghasilkan kontras yang lebih baik, serta jangkauan warna yang lebih luas serta akurat.

Teknologi prosesor 4K HDR Processor X1 Extreme dirancang untuk menonton konten 4K HDR secara maksimal. Kualitas gambarnya diklaim lebih baik serta memiliki kecepatan pemrosesan 40 persen lebih cepat.

Sedangkan teknologi Backlight Master Drive bisa meningkatkan akurasi cahaya backlight. Teknologi yang pertama kali diperkenalkan Sony pada CES 2016 ini mampu memperluas kecerahan dan kontras gambar untuk memaksimalkan potensi maksimal 4K HDR. Teknologi ini menggabungkan struktur LED yang padat dengan algoritma pencahayaan yang diklaim sangat akurat.

Sony Bravia Z9D ini juga memiliki fungsi Android TV dengan antarmuka dari Sony. Tersedia fitur voice search yang memudahkan kamu untuk melakukan navigasi menu-menu yang ada di dalamnya, termasuk juga mencari tayangan yang ingin kamu tonton.

Tertarik untuk memilikinya? Sepertinya kamu harus merogoh kantong yang cukup dalam. Pasalnya, televisi berlayar 75 inci ini akan dijual dengan harga sekitar 126 juta Rupiah.

Sony Hadirkan Rangkaian TV BRAVIA LCD dengan Teknologi X-Reality Pro

lcd bravia

Sony Indonesia memperkenalkan rangkaian televisi BRAVIA LCD 2016 terbarunya dengan beberapa pilihan ukuran layar yang terdiri dari TV Full HD LCD Seri W75D (Model ukuran 49”) serta TV Full HD LCD Seri W65D (Model ukuran 48” dan 40”).

Pada jajaran BRAVIA LCD ini, Sony telah melengkapi dengan X-Reality PRO yang menghasilkan tampilan dengan detail menakjubkan pada konten seperti siaran televisi, DVD, Blu-ray Disc, layanan video Internet dan foto digital. Teknologi X-Reality PRO mereproduksi warna secara lebih nyata tanpa mengorbankan kecerahan, rona atau saturasi dari objek aslinya.

Dirancang dengan lekukan manis dan tampilan elegan yang ramping, seri BRAVIA LCD bisa terkoneksi dengan berbagai layanan video Internet seperti YouTube dan Netflix secara nirkabel dengan Wi-Fi terintegrasi. Ada pula fitur Photo Sharing Plus yang membuat 10 orang dapat membagikan foto dan musik dari smartphone atau tablet secara nirkabel pada layar televisi.

Televisi-televisi BRAVIA ini juga telah menggunakan teknologi audio Clear Phase yang dapat menganalisa dan menghilangkan ketidakakuratan pada respon speaker terintegrasi, menghasilkan suara jernih, natural dengan reproduksi suara yang lembut pada setiap frekuensi.

Jajaran BRAVIA LCD ini telah tersedia di tanah air dengan kisaran harga yang disarankan yaitu Rp 8.420.000 untuk W75D 49″, Rp 7.367.368 untuk W65D 48″, serta Rp 5.788.421 untuk seri W65D 40″.

Sony Xperia Z5 Mulai Hadir di Indonesia

SonyXperiaZ5MulaiHadirdiIndonesia

Jakarta, PCplus – Sony telah mengumumkan secara resmi kehadiran tiga smartphone terbarunya yang masuk dalam keluarga Xperia Z5 di Indonesia. Ketiga smartphone itu adalah Sony Xperia Z5 Compact, Sony Xperia Z5, dan Sony Xperia Z5 Premium. Sony Xperia Z5 Compact telah tersedia di pasar, Sony Xperia Z5 ditargetkan mulai tersedia minggu ini, dan Sony Xperia Z5 Premium direncanakan akan hadir akhir November 2015.

Sebagai smartphone yang ditujukan untuk kelas atas, seri Xperia Z5 menawarkan berbagai fitur. Namun, fitur yang paling diunggulkan Sony adalah kamera utamanya. Kamera utama yang digunakan seri Xperia Z5 menggunakan sensor Exmor RS berukuran 1/2,3 inci terbaru yang memiliki resolusi 23 MP. Tidak hanya menawarkan resolusi tinggi, kamera utama ini juga memiliki autofocus yang cepat. Adapun lensa yang digunakan memiliki focal length 24 mm (equivalent) dan aperture sebesar F/2.

“Xperia Z5 mengintegrasikan autofocus tercepat di dunia. Ia bisa menangkap dalam waktu 0,03 detik,” sebut Jason Smith (Director and Market Head, PT Sony Mobile Communications Indonesia). “Itu lebih cepat dari kedipan mata. Ia memiliki autofocus paling cepat yang dimungkinkan pada sebuah smartphone,” imbuhnya lagi

Selain kamera, fitur lain yang juga disorot adalah stamina alias daya tahan beterai dan desain. Ketiga smartphone ini diklaim memiliki baterai yang bisa bertahan sampai dua hari setelah diisi penuh. Sementara dari sisi desain, mereka tampil menarik dengan sejumlah pilihan warna plus tahan debu dan air (IP65/IP68). Seri Xperia Z5 menggunakan pula capless USB port yang bisa memudahkan penggunaan. Namun, tentu saja harus ditunggu kering bila terkena air.

Perbedaan dari ketiga seri Xperia Z5 ini utamanya terletak pada ukuran layar dan resolusi yang digunakan. Sony Xperia Z5 Compact memiliki layar berukuran 4,6 inci dengan resolusi 1280 x 720 pixel, Sony Xperia Z5 menggunakan layar 5,2 inci berresolusi 1920 x 1080 pixel (Full HD), dan Sony Xperia Z5 Premium memanfaatkan layar 5,5 inci dengan resolusi 3840 x 2160 pixel (populer dengan sebutan 4K). Dari sisi kepadatan pixel, Sony Xperia Z5 Premium bisa dibilang yang paling menarik. Smartphone 4K pertama di dunia ini memiliki kepadatan pixel yang sangat tinggi, 806 ppi.

Ketiga smartphone dengan fingerprint sensor ini menggunakan SoC Qualcomm Snapdragon 810 (quad core Cortex-A57 2 GHz + quad core Cortex-A53 1,5 GHz), memori utama 3 GB (2 GB untuk Compact), media simpan 32 GB (mendukung microSD sampai 200 GB), kamera depan 5,1 MP, sistem operasi Android 5,1 (Lollipop), dan telah mendukung LTE.

Sony Xperia Z5 Compact ditawarkan dengan harga Rp7.999.000,-, Sony Xperia Z5 Dual dengan harga Rp9.999.000,-, dan Sony Xperia Z5 Premium Dual dengan harga Rp11.999.000,-.

Sony juga akan memberikan content senilai Rp2.500.000,- untuk setiap pembelian seri Xperia Z5. Content ini mencakup Sony Music Jive yang menawarkan lebih dari 1,5 juta lagu dan Privilege Movies Gold yang memberikan kemudahan mengunduh 3 dari 25 film Hollywood pilihan.

Selain itu, seri Xperia Z5 ini dibundling pula dengan paket khusus dari Telkomsel berupa kartuHalo seharga Rp55.000,- (bonus data 2 GB, bicara 100 menit, dan 100 sms) maupun paket TAU seharga mulai dari Rp49.000,-.

 

Sony Hadirkan Sony Center di Grand Indonesia Shopping Mall

1 - Sony Center Grand Indonesia - The Store

Sony Center belum lama ini baru saja diresmikan di Grand Indonesia, East Mall, Lantai 3, No. 31. Gerai terbaru ini akan menampilkan seluruh rangkaian produk Sony serta menonjolkan kategori produk digital imaging dan personal audio.

Menurut Sony, peresmian Sony Center di Grand Indonesia ini menunjukkan komitmen dan usaha Sony untuk selalu menginspirasi dan memenuhi keingintahuan konsumen. Sony Center Grand Indonesia sendiri akan didedikasikan untuk memberikan pengalaman yang utuh kepada para konsumen.

Sony menyatakan bahwa Sony Center dengan luas 101 meter persegi ini termasuk akan menampilkan lebih dari lima puluh produk Sony. Pengunjung dapat mencoba aneka produk ini secara langsung. Produk yang ditampilkan telah mencakup semua kategori produk Sony, dari personal audio, digital imaging, TV, home audio video, home entertainment system, mobile phone, dan sports music player.

Sony Center Grand Indonesia juga memiliki Ruang Lokakarya yang dapat mengakomodasi konsumen untuk mencoba produk Sony. Selain itu, gerai ini juga berfungsi sebagai tempat pengumpulan atau pengambilan produk, dalam layanan purna jual Sony Authorized Service Center.

Selain Grand Indonesia, Sony Center juga terdapat di Kota Kasablanka, Living World, Gandaria City, Mall Taman Anggrek dan Mall Kelapa Gading di Jakarta, serta Tunjungan Plaza IV di Surabaya.

Sony Akan Segera Hadirkan Dua Smartphone Baru

Sony-3

Jakarta, PCplus  – Sony secara resmi mengumumkan bahwa dua smartphone terbarunya, Xperia M5 dan Xperia C5 Ultra, akan segera hadir di Indonesia. Kedua smartphone ini masuk ke dalam kelas menengah pada jajaran smartphone Sony dan mengandalkan sejumlah fitur, utamanya yang berhubungan dengan kamera. Sony Xperia M5 menawarkan kamera utama 21,5 MP dengan Exmor RS, sementara Sony Xperia C5 Ultra menyediakan kamera depan 13 MP dengan Exmor RS untuk selfie.

“Kali ini untuk Xperia M5, kami memasukkan teknologi Alpha ke dalam smartphone ini sehingga kamera depan dan kamera belakangnya menggunakan autofocus di 0,2 second. Jadi, dia dengan cepat menangkap gambar,” ujar Ika Paramita (Head of Marketing Sony Mobile Communications Indonesia).

Selain autofocus yang cepat, kamera utama Sony Xperia M5 juga dilengkapi dengan dukungan ISO sampai 3200, flash, HDR, kemampuan mengambil video 4K, dan 5x Clear Image Zoom. Sementara, kamera belakangnya menggunakan resolusi 13 MP dengan Exmor RS dan mendukung pengambilan video Full HD.

Smartphone Sony ini menggunakan MediaTek helio X10 (CPU octa core 2 GHz dengan GPU PowerVR G6200) yang dilengkapi memori utama 3 GB, media simpan sampai 16 GB plus dukungan microSD sampai 200 GB, layar 5 inci dengan resolusi Full HD, baterai 2600 mAh, dan sistem operasi Android 5.0. Untuk jaringan selulernya, Sony Xperia M5 telah mendukung LTE alias 4G sampai 150 Mbps (Cat 4).

Satu hal menarik lainnya adalah daya tahan Sony Xperia M5 terhadap debu dan air. Ia memiliki rating IP65/IP68.

Adapun Sony Xperia C5 Ultra, seperti telah disebutkan di atas, ditujukan antara lain untuk kamu yang suka selfie. Kamera depannya yang 13 MP itu ditemani kamera utama dengan resolusi yang sama, termasuk Exmor RS-nya. Keduanya juga dilengkapi dengan flash. Beda yang paling mencolok adalah pada lensa yang digunakan. Kamera depan dari Sony Xperia C5 Ultra menggunakan lensa yang setara 22 mm, sedangkan kamera utamanya menggunakan lensa setara 25 mm.

“Ini adalah kegunaannya ketika wefie atau selfie dengan wide angle tanpa terlalu mendistorsi hasil dari fotonya,” sebut Ika mengenai lensa setara 22 mm yang digunakan kamera belakang Sony Xperia C5 Ultra itu. Tersedia pula sejumlah aplikasi untuk selfie yang bisa diunduh agar memudahkan kamu menyalurkan kreativitas.

Sony Xperia C5 Ultra hadir dengan CPU octa core 1,7 GHz, GPU ARM MaliT760-MP2, memori utama 2 GB, media simpan sampai 16 GB plus dukungan microSD sampai 200 GB, layar 6 inci dengan resolusi Full HD, baterai 2930 mAh, sistem operasi Android 5.0, dan telah mendukung LTE sampai 150 Mbps (Cat 4).

Karena ukuran layar 6 inci bisa menyulitkan bila digunakan dengan satu tangan, disediakan mode khusus untuk penggunaan seperti ini. Layarnya pun tampil borderless dengan bezel hanya 0,8 mm.

Kedua smartphone ini akan hadir di Indonesia dengan dukungan dual SIM card (Sony Xperia M5 Dual dan Sony Xperia C5 Ultra Dual) dan sudah dipreloaded dengan aplikasi Sony Music JIVE yang memiliki lebih dari 1,5 juta lagu dari artis terkemuka di dunia, termasuk Indonesia.

Untuk harganya sendiri, Sony Xperia M5 akan ditawarkan dengan harga Rp5.999.000,- dan Sony Xperia C5 Ultra dengan harga Rp4.749.000,-.

 

Ini Spesifikasi dan Harga Keluarga Xperia Z5

PCplus – Sony baru saja memperkenalkan smartphone terbarunya, Xperia Z5, di gelaran IFA 2015, Berlin, Jerman. Kali ini Sony menghadirkan Xperia Z5 dalam tiga varian, Xperia Z5 Premium, Xperia Z5, dan Xperia Z5 Compact.

Sebagai varian tertinggi, Xperia Z5 Premium dibekali dengan spesifikasi paling wah. Yang paling menonjol adalah layar 5,5 inci yang memiliki resolusi 4K. Sony Xperia Z5 Premium ini menjadi smartphone pertama di dunia yang mengadopsi layar dengan resolusi tersebut. Smartphone ini menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 810 serta memiliki RAM berkapasitas 3 GB. Kapasitas baterainya juga yang terbesar dibanding saudaranya yang lain, yaitu 3.430 mAh.

Xperia Z5 Premium
Xperia Z5 Premium

Sony Xperia Z5 hadir dengan ukuran layar 5,2 inci, sama dengan pendahulunya, Xperia Z3 dan Xperia Z3+. Resolusi layarnya pun masih sama, yaitu full HD 1080 x 1920 piksel. Smartphone ini berbagi dapur pacu yang sama dengan Xperia Z5 Premium, yaitu chip Qualcomm Snapdragon 810 dengan RAM berkapasitas 3 GB. Jika dibandingkan dengan pendahulunya, kapasitas baterainya malah sedikit mengecil menjadi 2.900 mAh.

Xperia Z5
Xperia Z5

Xperia Z5 Compact hadir dengan dimensi yang lebih ringkas, sesuai dengan namanya. Varian ini memiliki layar sebesar 4,6 inci dengan resolusi HD 720 x 1280, sama dengan Xperia Z3 Compact, si pendahulunya. Namun, smartphone ini juga sama-sama menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 810 seperti varian Xperia Z5 lainnya. Hanya saja, kapasitas RAM-nya dikurangi menjadi 2 GB. Untuk baterainya, smartphone ini punya baterai berkapasitas 2.700 mAh.

Xperia Z5 Compact
Xperia Z5 Compact

Untuk memori internal, ketiganya memiliki kapasitas yang sama, yaitu sebesar 32 GB. Ketiganya juga mempunyai slot kartu memori microSD untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan.

Sony memperkenalkan sensor serta lensa baru untuk ketiga varian smartphone ini. Sensor Exmor RS terbaru ini memiliki resolusi 23 mega piksel dan diklaim dibuat khusus untuk lini Xperia saja.

Sony juga memperkenalkan feature pemindai sidik jari pada keluarga Xperia Z5 ini. Ketiganya akan menggunakan sistem operasi Android 5.1.1 dengan update Android M (Marshmallow) yang akan menyusul nantinya.

Ketiga smartphone ini akan meluncur ke pasaran mulai bulan Oktober mendatang. Di Eropa, harga yang ditawarkan adalah £700 untuk Xperia Z5 Premium, £600 untuk Xperia Z5, serta £550 untuk Xperia Z5 Compact.

Sony Perkenalkan Xperia Z5 Premium Berlayar 4K

PCplus – Pada gelaran IFA 2015 di Berlin, Jerman, Sony secara resmi memperkenalkan generasi terbaru smartphone Xperia Z5. Generasi terbaru smartphone ini hadir dalam tiga varian.

Sony Xperia Z5 hadir dalam tiga varian yang dibedakan dari ukuran layar serta spesifikasinya. Ketiga varian tersebut adalah Z5 Premium, Z5, serta Z5 Compact.

Sony Xperia Z5 Premium hadir dengan ukuran layar yang paling besar, yaitu 5,5 inci. Nama “Premium” disematkan karena smartphone ini dibekali dengan spesifikasi yang mewah, salah satunya adalah layar dengan resolusi 4K. Sony sepertinya memutuskan untuk langsung mengadopsi layar ultra HD, melompati layar 2K yang saat ini masih menjadi unggulan smartphone-smartphone lain.

Xperia Z5 Premium ditenagai oleh chip Qualcomm Snapdragon 810 yang dikombinasikan dengan RAM berkapasitas 3 GB.

Seperti biasanya, Sony kembali mengunggulkan feature kamera pada Xperia Z5 Premium ini. Kameranya dibekali dengan sensor Exmor RS baru dengan resolusi 23 mega piksel yang didesain khusus. Kecepatan fokusnya pun menjadi sangat cepat.

Menyasar kelas atas, Sony Xperia Z5 Premium hadir dengan balutan kaca cermin di bagian belakangnya sehingga memberikan kesan sangat mewah. Smartphone ini akan tersedia dalam pilihan warna hitam dan emas.

Sony Sediakan Android M Developer Preview

PCplus – Android M memang masih baru akan diluncurkan beberapa bulan lagi, namun jika kamu ingin mencicipinya, Sony baru-baru ini menyediakan versi developer preview untuk sejumlah perangkat Xperia.

Berlabel developer preview, versi Android M ini memang bukan dibuat untuk penggunaan sehari-hari, mengingat masih banyak bug yang harus diperbaiki serta feature baru yang mungkin akan ditambahkan lagi. Namun, Son menyediakan developer preview ini untuk para pengembang aplikasi supaya para pengembang bisa mengembangkan aplikasinya agar kompatibel dengan versi Android terbaru saat resmi diluncurkan nantinya.

Langkah Sony ini mengalahkan banyak merk besar lainnya seperti Samsung, HTC, bahkan Motorola yang biasanya cepat dalam menghadirkan update Android terbaru. Sony menjadi produsen pertama yang menyediakan versi developer preview untuk Android M setelah sebelumnya Google menyediakan versi serupa untuk beberapa varian smartphone Nexus.

Tercatat ada dua belas perangkat smartphone dan tablet Sony Xperia yang bisa mencicipi Android M developer preview. Mayoritas adalah Xperia seri Z seperti Xperia Z1, Xperia Z1 Compact, Xperia Z2, Xperia Z2 Tablet, Xperia Z3, Xperia Z3 Compact dan Xperia Z3 Tablet Compact. Selain itu, ada juga beberapa varian lain seperti Xperia E3, Xperia M2, Xperia T2 Ultra, dan Xperia T3. Xperia Z Ultra yang termasuk lawas juga termasuk dalam daftar.

Jika kamu adalah seorang pengembang aplikasi Android dan ingin mencoba aplikasi kamu di Android M, kamu bisa mengunjungi situs Sony untuk mendapatkan dokumentasi serta file ayng dibutuhkan. Sekali lagi PCplus ingatkan, versi developer preview adalah versi awal yang kemungkinan besar masih penuh dengan bug dan tidak direkomendasikan untuk pemakaian sehari-hari.

4K vs. UHD: Apa sih Bedanya?

4k_ultra_hd_hdtvMakin banyak perangkat, khususnya HDTV dan monitor komputer, yang menyandang embel-embel 4K. Sementara itu ada juga istilah UHD atau Ultra HD. Kedua istilah ini, 4K dan UHD sering dianggap sama. Produsen TV, broadcaster, dan blog teknologi menggunakannya bergantian dalam satu nafas. Sebenarnya 4K dan UHD sama tidak sih?

Hmm, 4K dan UHD awalnya tidaklah sama. Secara teknik juga tidak sama sampai hari ini. Dari sisi penonton, memang perbedaannya tidak besar. Kalau mau jawaban singkat, 4K masih hidup, sedangkan UHD tidak.

4K vs. UHD

Cara paling gampang membedakan 4K dan UHD adalah ini: 4K adalah standar produksi dan sinema profesional, sedangkan UHD adalah standar displai dan broadcast konsumer.

Lah, terus kok bisa keduanya jadi campur aduk? Begini ceritanya.

Istilah “4K” awalnya datang dari Digital Cinema Initiatives (DCI). Ini adalah sebuah konsorsium dari studio gambar bergerak yang menstandarkan spesifikasi untuk konten 4K dari produksi dan proyeksi digital. Dalam hal ini, 4K adalah 4096 x 2160, dan ini tepat empat kali standar sebelumnya untuk editing dan proyeksi digital (2K, atau 2048 x 1080).

4K merujuk pada jumlah piksel horisontal (4096) yang sekitar empat ribu. Standar 4K bukan sekadar resolusi. Ia juga menentukan bagaimana konten 4K di-encode. Sebuah DCI 4K stream yang dikompresi dengan JPEG2000, bisa memiliki bitrate sampai 250Mbps, dan menerapkan 12-bit 4:4:4 color depth.

Ultra High Definition, atau UHD, adalah langkah berikutnya dari apa yang disebut Full HD, nama resmi dari resolusi displai yang 1920 x 1080. UHD menggandakan resolusi itu menjadi 3840 x 2160. Ini tidak sama dengan resolusi 4K yang dibuat di atas. Namun nyaris semua TV atau monitor yang kamu lihat diiklankan sebagai 4K sebenarnya adalah UHD. Ya, memang ada yang panelnya 4096 x 2160, yang memberikan aspect ratio 1.9:1. Namun kebanyakan adalah 3840 x 2160, untuk aspect ratio 1.78:1.

 Mengapa tidak 2160p?

Para produsen TV bukannya tidak tahu perbedaan antara 4K dan UHD. Namun demi alasan pemasaran, mereka bersikukuh dengan label 4K. Jadi agar tidak konflik dengan standar 4K sejati dari DCI, beberapa produsen TV menggunakan istilah “4K UHD,” dan ada juga yang hanya menempelkan “4K.”

Yang bikin tambah bingung, UHD itu dibagi lagi menjadi dua: 3840 x 2160, dan 7680 x 4320. Kedua varian UHD ini bisa disebut sebagai 4K UHD dan 8K UHD. Tapi biar lebih tepat, 8K UHD harusnya dinamai sebagai QUHD (Quad Ultra HD).

Agar tidak rancu, sejatinya istilah 4K ditinggalkan saja dan sebagai gantinya dipakai istilah 2160p. Resolusi displai dan broadcast selalu merujuk pada resolusi sebagai garis-garis horisontal, dengan huruf “i” dan “p” merujuk pada interlacing, yang melompat per satu baris, dan progressive scan, yang tidak melombat: 576i (PAL), 480i (NTSC), 576p (DVD), 720p, 1080i, 1080p, dan seterusnya.

Seperti inilah ukuran image 4K vs. 1080p — kecuali bahwa 4K seharusnya dilabeli UHD, atau 2160p.
Seperti inilah ukuran image 4K vs. 1080p — kecuali bahwa 4K seharusnya dilabeli UHD, atau 2160p.

Nah, dengan adanya TV 4K di mana-mana, perlu usaha keras dari setidaknya satu produsen TV besar untuk meluruskan situasi yang sudah kacau itu dan meninggalkan penggunaan 4K. Sebagai gantinya harus dipakai istilah UHD dan 2160p.

Namun celakanya nasi sudah jadi bubur. Jadi, masalah pentingnya kini bukanlah nama atau sebutan, tapi di mana kita bisa mendapatkan konten real 4K untuk ditonton. Sejauh ini, konten 4K masih belum banyak. Kita bisa menemukannya di Amazon Instant Video, dan beberapa produk hardware dan software proprietary dari Sony. Tapi ini tak cukup untuk membuat 4K benar-benar merakyat.